Reunion Touring Jeep AK'S

Wouw, Jefry, putera Eko "Kletek" Budiono juga ikut. (FOTO: AK'S)

COWASJP.COM – Lima belas tahun sudah, komunitas Jeep AK'S (Anak Kolong Surabaya) berdiri. Anggotanya hanya 12 orang dengan 12 jeep. Mereka tetap solid dan guyup. Setidaknya hingga perjalan 15 tahun lalu. Ibarat pepatah: gunung tak perlu tinggi. Yang penting ada 'dewa'nya. Solid dan guyup itulah 'dewa'nya. Meski anggotanya tak perlu banyak.

Usia anggota pun, kini tak muda lagi. Sudah banyak yang sepuh. Tapi semangatnya, tak pernah luntur. Seperti kendaraan yang mereka miliki; Willys. Berpenggerak roda 4 x 4. "No road, no problem," ujar Eko Budiono, senior AK'S.

Touring-Jeep-2.jpg

Soal nama AK'S itu, Abdul Muis penggagasnya. Idenya, sebagian besar anggotanya adalah anak anak tentara. "Ada pula anggota TNI aktif, purnawirawan, sampai wartawan," ujar Amu, panggilan Muis yang purnawirawan Jawa Pos.

Touring berbagai event selalu diikuti. Mulai skala lokal hingga nasional. Begitu pun touring internal. Sekedar memanaskan mesin jeep, keluar masuk hutan dan pegunungan. "Istilah kami, mengobati rasa gatal kaki," timpal Sugimin, mekanik senior AK'S.

Menandai momentum 15 tahun itu, Sabtu - Minggu 27 - 28 April 2019, mereka bertouring dengan jalur legendaris:  Kebun Teh Wonosari Lawang - kaki Gunung Arjuno. 

Rutenya: Surabaya - Singosari - Kebun Teh Wonosari - Desa Tambakwatu (kecamatan Purwosari - Pasuruan) - kebun kopi Gunung Arjuno - hutan pinus - Kaliandra - Taman Safari - Taman Dayu (finish). Tujuh unit jeep menyertai touring pengobat gatal kaki itu. Sementara dua jeep peserta tamu dari Mojokerto dan Malang, terpaksa balik arah karena alasan tekhnis.

Medan yang dilalui beragam. On the road, makadam, berlumpur, hingga tanjakan dan turunan ekstrem. "Ibaratnya paket lengkap," sambung Basuki, anggota AK'S lainnya.

Semua jalur itu dilalui mulus tanpa kendala. Meski, saat berangkat Sabtu malam, mereka disambut hujan sangat lebat sepanjang perjalanan. Dua unit jeep terbuka yang ditumpangi Eko dan Bagus beserta para timnya, harus berteduh berkali kali. Toh mereka semua basah kuyup. "Semangat kami tak lapuk karena hujan," ujarnya terkekeh.

Acara makan pagi dengan memasak bersama di area tambang batu desa Wonosari, menjadi salah satu cara merajut kebersamaan itu. Hanya bermenu mie instan, semua terasa nikmat. Hangatnya segelas kopi menghangatkan sejuknya hawa pegunungan pagi itu. "Alhamdulillah. Semoga kerukunan ini tetap terjaga," tutup H Rijono, ketua Jeep AK'S. (*)

Pewarta : Ibnu Rusydi S
Editor : Slamet Oerip Prihadi
Sumber :

Komentar Anda