Kendati TIM Dibongkar, FBA XI Tetap Digelar

Semangat Berkreasi harus Dijaga dalam Kondisi Apapun

Penampilan salah satu sanggar anak pada Festival Budaya Anak Bangsa (FBA) tahun lalu. (Dok Mekar Pribadi)

COWASJP.COM – CowasJP – Selama 11 tahun secara konsisten Mekar Pribadi menyelenggarakan Festival Budaya Anak Bangsa (FBA). Tahun ini Festival yang kesebelas dilaksanakan hari Sabtu - Minggu, tanggal 30 Nov – 1 Des 2019 di Teater Kecil Taman Ismail Marzuki. FBA ini untuk merayakan Hari Anak Se-Dunia.

Pimpinan Mekar Pribadi Oetari Noor Permadi menyadari banyaknya area Taman Ismail Marzuki yang ditutup untuk revitalisasi, mengurangi minat orang untuk berkunjung. “Namun begitu, kami tetap melaksanakan kegiatan ini di TIM. Untuk menunjukkan semangat berkreasi itu harus tetap dijaga dalam kondisi apapun,” ungkap mantan Penyiar TVRI ini.

Oetari pun berharap, ke depan, Taman Ismail Marzuki semakin nyaman menjadi rumah budaya. “Tempat bermain dan belajar kesenian anak-anak hingga para maestro seni. Tempat untuk merawat dan menyemangati nafas budaya di jantung Ibukota, ” tandasnya.

Sebagaimana tahun lalu, peserta Festival Budaya Anak Bangsa adalah anak-anak dan sanggar seni dari Jabodetabek, dan kawasan Perbatasan. Kali ini, peserta juga datang dari Malaysia dan Singapura.

FBA XI diisi dengan pertunjukan teater atau cerita rakyat. Kali ini mengangkat cerita Ramayana Anak dengan lakon Sang Hanoman. Ide cerita dari pimpinan Mekar Pribadi Oetari Noor Permadi yang diterjemahkan ke dalam naskah pertunjukan oleh Pimpinan Swargaloka, Suryandoro.

Diharapkan dengan diadakannya pagelaran ini, menambah kecintaan terhadap seni pada generasi muda di tanah air. “Tanpa disadari kini anak zaman now yang terlalu bergantung pada orang lain dan terlalu asyik dengan kesenangannya sendiri. Hal ini perlu adanya sentuhan untuk mengembangkan rasa tanggung jawab pada anak dan gotong royong serta kerjasama, melalui sebuah pertunjukan seni,” ungkap Oetari.

Pertunjukan teater yang berkisah tentang Hanoman Duta menceritakan tokoh kera putih sebagai utusan (duta) dari Sri Rama ke Rahwana yang telah menculik dan membawa Shinta ke Alengka. Hanoman mohon pamit kepada Ibundanya, Dewi Anjani, di dalam gua. Hanoman mempersiapkan diri seakan-akan maju perang untuk menjalankan tugas dengan tangguh, tanggap, tanggon, tuntas.

Hanoman harus menyeberang samudera untuk dapat mencapai Alengka. Samudera yang ganas akhirnya bisa ditaklukan karena pasukan Sri Rama bergotong royong dengan kasih sayang membangun jembatan. Ada spirit kerjasama di sana.

Nilai kerjasama itu dibuktikan langsung dalam FBA XI ini. Yakni dengan kerja kolaborasi sedikitnya sebelas sanggar seni untuk mementaskan lakon ini. Masing-masing sanggar seni memainkan “sekuel” atau episode yang terangkai dalam kisah cerita. Sanggar seni tersebut juga menampilkan ciri khasnya masing-masing sehingga Ramayana Anak ini terangkai dari berbagai jenis seni yang lain seperti seni tari, dan seni musik. Kemudian, cerita ini disampaikan dalam gaya cerita Betawi.

Misalnya adegan yang menampilkan sekelompok kera saat Hanoman pamit, dimainkan oleh Kampung Silat Petukangan. Lalu, Sanggar Swargaloka mendapat “jatah” untuk sekuel Kerajaan yang menghadirkan suasana agung dengan Raja Ramawijaya dan Laksmana. Kemudian Shindunatyam School of Arts memainkan adegan suasana gembira yang digambarkan oleh kehidupan ikan di laut. Ikan yang beragam, laut yang indah, namun memperlihatkan rasa  kebersamaan dalam kehidupan laut yang memesona.

Daya Presta memainkan adegan Tari Samudera yang menggambarkan suasana misterius. Disambung oleh Kusuma Bekasi dengan Tari Pohon yang menggambarkan suasana tentram dan damai. Disusul Lestari Ayu Bulan memainkan Tari Buah dalam suasana ceria.

Begitulah, sanggar atau kelompok seni lainnya seperti Indopro, Ponpes Sahid, memainkan adegan-adegan atau episode-episode yang terangkai apik.

Sebelum pentas “Ramayana Anak dengan lakon Sang Hanoman” yang dimainkan pada Minggu (1 Desember) pukul 15.30 – 17.00 WIB, ada pentas “Belajar Bertanggung Jawab” yang dimainkan pada pukul 10.00-13.00 WIB.

Selain pentas, pada 09.00 -17.00 WIB digelar Pameran, Petualangan Budaya (bertempat di Lobby) dan Bazaar ( di Plaza). Bahkan untuk Pameran, Petualangan Budaya dan Bazaar ini sudah berlangsung sejak Sabtu (30 November).

Rangkaian FBA XI ini sudah berlangsung sejak Minggu, (10 Nov 2019) di Perpus DKI, PKJ TIM, berupa Lomba Mewarnai dan Melukis, Workshop Smart Parenting “Cerdas Besarkan Anak” bagi Orangtua dan Bazaar. Dan, Rabu (20 Nov) HB Jassin, PKJ TIM berupa Lomba Musikalisasi Puisi. (*)

Pewarta : Erwan Widyarto
Editor : Erwan Widyarto
Sumber :

Komentar Anda