Konser Megah Roar Gama 4.0

Panggung untuk Konser Akbar Gamelan Sudah Siap

Panggung Roar Gama 4.0 yang sudah siap dengan tata lampu dan tata suara termegah untuk pagelaran di Lapangan Grha Sabha Pramana UGM.

COWASJP.COMCowasJP- Panitia pagelaran kolosal gamelan Rhapsody of the Archipelago: Gamelan 4.0 (ROAR GAMA 4.0) benar-benar bekerja total. Mereka ingin pagelaran yang melibatkan sekitar 100 pengrawit, 100 penari, dan sejumlah grup musik kekinian ini benar-benar sempurna sebagai sebuah pertunjukan.

Setidaknya, hal tersebut bisa dilihat dari persiapan maraton yang dilakukan panitia. Memastikan penjualan tiket yang dananya dimanfaatkan untuk penggalangan beasiswa, memastikan para musisi yang akan tampil termasuk para penonton yang berlatih bersama dan tentu saja soal panggung.

Pemasangan panggung yang dinilai termegah untuk semua event yang digelar di Lapangan Grha Sabha Pramana, dimulai sejak Senin (25 November). Dan panggung tersebut sudah siap dini hari (29 November) dengan tata cahaya dan tata suara yang telah selesai diset. “Alhamdulillah, untuk panggung sudah siap,” ungkap Ketua Panitia M Najib Azca.

Panitia sudah pasti tak ingin mengecewakan para penonton. Apalagi pagelaran akbar ini juga mendapat dukungan sejumlah tokoh. Di antaranya Menko Polhukham Moh Mahfud MD, Gubernur Jawa Tengah Ganjar Pranowo hingga budayawan Erros Djarot.

Mahfud MD menyatakan dukungan lewat video singkat yang kemudian beredar di media sosial. Mengenakan batik bernuansa hijau, Mahfud MD mengajak seluruh keluarga besar UGM untuk mendukung dan menyukseskan konser ini.

“Untuk seluruh warga besar Universitas Gadjah Mada, khususnya warga Kagama mari dukung dan sukseskan Roar Gama 4.0 yang akan diselenggarakan 30 November 2019 di Grha Sabha Pramana. Ayo sukseskan,” begitu kata-kata pria kelahiran Madura ini.

Ganjar Pranowo menunjukkan dukungannya dengan hadir pada konferensi pers yang digelar di Rumah Kagama, Jakarta. Gubernur Jawa Tengah dua periode ini memang terpilih kembali sebagai Ketua Umum Kagama. Keluarga Alumni Universitas Gadjah Mada.

Di hadapan para awak media, Ganjar menyatakan sangat mendukung dan mengapresiasi prakarsa kreatif penyelenggaraan pagelaran tersebut. “Konser ini sekaligus merupakan ikhtiar mengukuhkan jati diri bangsa di tengah gelombang deras globalisasi yang menyuburkan ekslusivisme, primordialisme dan intoleransi,” ungkap pria berambut perak tersebut.

Hal yang sama juga dilakukan Erros Djarot. Pria dengan seabrek predikat – musisi, sutradara film, jurnalis, politisi—ini juga hadir saat konferensi pers bersama Ganjar Pranowo. Erros pun mengungkapkan dukungannya untuk gelaran akbar yang menampilkan lebih dari 200 talent dari berbagai disiplin seni, ilmu, dan keterampilan ini.

Roar Gama 4.0 diselenggarakan dalam rangka memperingati Lustrum ke-14 UGM dan sekaligus Dies Fisipol UGM ke-64. Dilaksanakan pada 29 - 30 November 2019 di PKKH UGM dan Grha Sabha Pramana Universitas Gadjah Mada (UGM).

Pagelaran akbar Acara yang merupakan hasil kerjasama Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik (FISIPOL) dan Fakultas Ilmu Budaya (FIB) UGM ini akan menjadi momen ‘revolusi gamelan’: perjumpaan orkestrasi musik Nusantara gamelan dengan aneka genre musik modern.

Momen puncak orkestrasi “Gamelan 4.0” tersebut digelar di Lapangan Graha Sabha Pramana pada 30 November 2019 pukul 19:00 - 23:00 WIB. Ditampilkan sebagai sebuah repertoar utuh berdurasi 2,5 jam non-stop, pagelaran ini memanggungkan berbagai elemen seni, termasuk musik, tari dan multimedia. Pagelaran ini melibatkan sekitar 100 pengrawit, 100 penari, dan sejumlah grup musik kekinian.

Artis dan musisi yang akan tampil dalam ROAR GAMA 4.0 adalah Letto, FSTVLST, Tashoora, Mantra Vultura, dan OM New Pallapa feat. Brodin. Untuk mewujudkan perhelatan kolosal tersebut, pihak penyelenggara menggandeng Ishari Sahida ( Ari Wulu) dan Sabrang Mowo Damar Panuluh (Noe Letto) sebagai mitra kreatif.(wan)

Noe Letto, sangat antusias dengan tawaran kolaborasi yang diberikan oleh UGM. Menurut pentolan musikal dan kreatif grup band “Letto” tersebut, pagelaran ini memberi kesempatan untuk menunjukkan bahwa gamelan merupakan spirit zaman yang terus bergerak dalam harmoni.

“Gamelan mampu memangku beragam elemen seni dan memiliki ‘daya hidup’ untuk merespon dinamika zaman,” ulas Noe Letto. (wan)

Pewarta : Erwan Widyarto
Editor : Erwan Widyarto
Sumber :

Komentar Anda