Kopi Kekinian di Mana-Mana

Kopi alpukat, salah satu kopi kekinian. (FOTO: kumparan.com)

COWASJP.COM – Segelas kopi mungkin bisa jadi pembuka untuk obrolan santai. Dengan teman atau siapa pun. Segelas kopi juga mampu menemani kesendirian, kala sedih atau senang. 

Sebegitu hebatnya kopi. Serasa bisa menyatukan semua orang. Antara lain ketika nonton bareng pertandingan sepakbola saat tayangan langsung di satu channel TV.

Begitu banyaknya kedai kopi di tanah air tercinta ini. Menjamur di mana-mana. Berbagai kelas. Mulai kedai kopi yang berharga biasa saja sampai yang mahal. 

Mereka seolah  berlomba untuk menjajakan kopi yang terbaik untuk dinikmati setiap pelanggan. Dengan menggunakan art atau yang biasa disebut latte art atau art yang lain. Saya kurang seberapa paham. 

Fenomena menjamurnya kedai kopi beberapa tahun belakangan mungkin dapat menjadi tolok ukur: betapa menjanjikannya bisnis kedai kopi. Apalagi di era milenial saat ini. Kopi kekinian sudah banyak di mana-mana. Ya kopi kekinian namanya. Mungkin agar mudah diingat saja. 

Banyak ditemukan kedai kopi kekinian di kota-kota besar Indonesia. Yang menjajakan banyaknya varian rasa yang berbeda-beda. 

kopi1.jpgFOTO: zine.job-like.com

Menurut saya, adanya kopi kekinian menumbuhkan ide-ide kreatif untuk meningkatkan daya jual. Mungkin juga menjadi satu solusi bagi wanita yang tidak terlalu menyukai kopi hitam. Mereka bisa mencoba kopi kekinian ini dengan berbagai macam rasa.

Saya telah mencoba beberapa kopi kekinian di Surabaya. Beberapa kedai saya datangi untuk mencoba. Mereview bersama teman-teman. Dari beberapa tempat yang saya datangi, rasa kopi kekinian semua hampir sama. Yang membedakan hanya ditambah perasa lain, seperti kopi alpukat, kopi dengan kelapa kopyor, kopi dengan pisang, kopi dengan green tea, kopi dengan biskuit regal atau banyak lagi yang lain. 

Kopi hitam pasti ada, karena ini menu wajib yang kudu ada  di tiap kedai. 
Untuk penyuka kopi hitam sudah pasti merasa aneh dengan rasa-rasa kopi saat ini. Mungkin doktrin dari rasa kopi hitam yang pahit sudah mengakar di lidah jutaan pecandu kopi hitam. 

Bisa timbul pertanyaan: "Nikmatkah kopi dicampur alpukat, kelapa kopyor dan lain-lain itu?"

kopo2.jpgNonton bareng sepakbola di cafe. (FOTO: merahputih.com)

Kopi kekinian atau kopi-kopi yang lain,  kembali ke selera pribadi masing-masing. Kopi kekinian muncul sebagai suatu hal yang baru. Yang mendobrak selera mapan. Tak terpaku pada kopi yang itu-itu saja. Kopi kekinian muncul bisa jadi untuk eksistensi di media sosial. Mendapatkan foto-foto yang bagus dan keren yang akan di-share di media sosial masing-masing.

Terlepas dari banyaknya kopi kekinian yang tumbuh subur, kita hanya mencoba untuk menikmati suatu hal yang baru di dunia kopi. Soal apakah tetap eksis atau hanya semusim, bergantung kreativitas sang ahli peramu kopi. Agar pelanggan tidak bosan dengan varian-varian yang ada sekarang.

Bagi saya, kopi hitam atau yang kekinian semua enak. Karena bisa membawa para pelanggan duduk bersama dalam satu suasana. Bercerita, bercengkerama, dan tertawa lepas mereduksi penat. Usai melewati  rutinitas, membaur jadi satu tanpa perbedaan. Membaur dalam satu aroma minuman: KOPI. (Surya Yanuar)

Pewarta :
Editor : Slamet Oerip Prihadi
Sumber :

Komentar Anda