Semoga Macan Putih Naik Lagi ke Liga 1

Jelang Semifinal Liga 2 2019

Foto-Foto: Istimewa

COWASJP.COM – Dua laga semifinal Liga 2 Indonesia 2019 tergelarJumat 22 November 2019, sore dan malam. Dua klub Pulau Sumatera versus dua klub Pulau Jawa. 

BACA JUGA: Jangan Meremehkan Siapapun

Sriwijaya Palembang versus Persita Tangerang. Persiraja Banda Aceh versus Persik Kediri. Di bawah ini jadwalnya:

SEMIFINAL

Jumat 22 November 2019

15:00 Sriwijaya vs Persita

Stadion Kapten I Wayan Dipta, Gianyar

19:00 Persik vs Persiraja

Stadion Kapten I Wayan Dipta, GianyarFINAL

Senin 25 November di Stadion Kapten I Wayan Dipta, Gianyar.

Semoga dua laga semifinal itu berjalan fair. Tanpa kerusuhan di dalam dan luar lapangan. Buktikanlah bahwa empat klub terbaik Liga 2 Indonesia ini adalah klub elegan. Yang siap naik ke kasta lebih tinggi: Liga 1.

Semoga para wasitnya, yang di tengah maupun tepi lapangan, menjalankan tugasnya dengan adil. Jeli, tegas, rule. Sekitar 100 juta lebih warga Indonesia (penduduk usia 15-64 tahun sekitar 180 juta jiwa) sudah bosan dan prihatin melihat berbagai kerusuhan dan ketidakadilan yang terjadi di dunia sepakbola Nusantara. 

Siapa pun juaranya, kita hormati perjuangan mereka. Asalkan pertandingan semifinal dan final berjalan dengan fair, tanpa kerusuhan.

PSSI, dalam hal ini LIB (Liga Indonesia Baru), bijak memilih arena netral. Yaitu Stadion Kapten I Wayan Dipta, Gianyar. Di Pulau “Dewata” Bali yang digandrungi para wisatawan asing. Diharapkan, PSSI juga menugasi tim pencari pemain lokal berkualitas di sini.

Arena Liga 2 Indonesia yang full pemain lokal seharusnya menjadi ajang persaingan kualitas pemain. Tak hanya sebagai ajang pertarungan antarklub. Semoga ada pemain potensial terpantau di Gianyar. Yang dalam dua tahun mendatang andil membawa Indonesia berprestasi internasional.

suhu.jpgSemangat Laskar Macan Putih. (FOTO: tribunnews.com)

PSSI harus menyudahi kebijakannya yang suka menaturalisasi pemain asing. “Stop pemain naturalisasi!” seru Hermansyah, mantan kiper nasional Indonesia.

PSSI juga harus mengaji ulang kebijakan 4 pemain asing di tiap klub Liga 1. Dua saja cukup. Selebihnya adalah pemain lokal. Indonesia sekarang membutuhkan pemain-pemain nasional senior yang asli Indonesia. 

Toh kebijakan naturalisasi pemain gagal juara juga. Di pentas regional (AFF) sekalipun. Rasanya kita sudah kecanduan pemain dan pelatih asing! Ratusan bahkan mungkin ribuan pemain lokal dan puluhan pelatih lokal dianaktirikan!

Adakah program konkret PSSI untuk meningkatkan kualitas para pelatih lokal kita? Yang terjadi sekarang para bintang  Galatama kita dulu hanya mendapat jatah Liga 2. Hendri Susilo (pelatih Persiraja Banda Aceh), Widodo Cahyono Putra (pelatih Persita Tangerang), Kashartadi (pelatih Sriwijaya FC) misalnya.

Mana gebrakan road map sepakbola Indonesia yang dulu digembar-gemborkan Kemenpora? Mana langkah positif yang dirasakan oleh pemain dan pelatih Bangsa Indonesia?

Puluhan tahun PSSI gagal mendesain Kompetisi Liga 1 (dulu ISL) ideal. Yang sukses memproduksi pemain-pemain Timnas Senior hebat.  Yang setidaknya sukses merebut juara Piala AFF.

Kelihatannya sampai sekarang LIB belum memiliki piranti yang bisa mengukur akurat. Berapa daya jelajah para pemain Liga 1 dalam 2 x 45 menit. Berapa jumlah sentuhan bola yang dilakukan setiap pemain dalam 2 x 45 menit. Berapa persen tingkat akurasi passing para pemain. Dilakukan secara sampling.

Jangan-jangan Evan Dimas Darmono misalnya justeru menurun ketika telah bergabung klub Liga 1. Setelah menerima penghasilan ratusan juta rupiah per bulan.

Semoga PSSI di bawah komando Iwan Bule – sapaan akrab Mochamad Iriawan, mengembuskan angin perubahan yang menyegarkan.

**

Kembali ke semifinal Liga 2 Indonesia, kita tak hanya ingin menyaksikan siapa yang promosi ke liga 1. Tapi juga ingin melihat bagaimana mereka bermain dan bertanding? 

Sebagai arek Jawa Timur, tentu kami berharap ”Macan Putih” Persik Kediri berhasil promosi. Kalau Jumat malam 22 November ini berhasil mengalahkan Persiraja, maka Persik lolos ke final dan pasti promosi,

Tapi kalau kalah, semoga Persik menang dalam perebutan tempat ke-3. Sebab, hanya ada 3 tiket promosi. Sekaranglah saatnya Persik mempersembahkan yang terbaik bagi warga Jatim.   

Andaikata Persela Lamongan degradasi di akhir kompetisi Liga 1 nanti, Jatim masih punya Madura United, Arema, Persebaya, dan Persik. Tentu akan lebih membahagiakan jika Persela ternyata selamat dari ancaman degradasi.  

suhu1.jpgPelatih Persik Budihardjo Thalib. (FOTO: bola.com)

Pelatih Persik Kediri, Budiarjo Thalib, mengatakan: "Kami mengucapkan syukur lolos ke semifinal. Kami siap menghadapi tim manapun." ujar Budiarjo Thalib dikutip BolaSport.com dari Sripoku.co, 18 November lalu.

Dalam persiapan Budiarjo fokus memoles lini depan yang menurutnya menjadi faktor kekurangan Persik di babak delapan besar.

"Itu yang kami lakukan untuk persiapan menghadapi Persiraja di babak semifinal," ujarnya. "Tentunya kami optimis bisa lolos ke final dan merebut satu tiket Liga 1." Budiarjo tak menampik bahwa Persiraja punya kekuatan lebih daripada Persik. (BolaSport.com, 18 November 2019). 

"Kami tidak pilih lawan sebenarnya, tetapi khusus Persiraja kami akan sangat waspada," pungkas Budiarjo.

Pelatih Persiraja Hendri Susilo lebih suka merendah. Hendri menilai Persik adalah tim yang solid dan komplet. Baik dari materi pemain dan karakter permainannya. 

"Persik bagus. Saya lihat hampir tak ada cacatnya. Mereka punya pemain muda dengan teknik mumpuni. Cara mainnya juga simpel dan rancak. Kami akan susah payah meladeni mereka," katanya. (Bola.com, 20 November 2019).

Walaupun level Liga 2, kita harapkan seluruh rangkaian laga semifinal dan final bisa menyajikan kualitas yang menjanjikan.  Semoga.(*)

**

suhu3.jpgPara pemain Persiraja tret-tet-tet ke Bali. (FOTO: bola.com)

BABAK 8 BESAR

GRUP X

Lolos Semifinal

1.Persiraja  3 1 2 0 4-2 +2  5

2.Sriwijaya  3 1 2 0 2-1 +1  5

Tidak Lolos

3.Persewar  3 0 2 1 4-5 −1  2

4.Mitra Kukar  3 0 2 1 3-5 −2  2

Aturan peringkat: 1) Points; 2) Head-to-head; 3) Goal difference; 4) Goal scored; 5) Drawing.

GRUP Y

Lolos Semifinal

1.Persita  3 2 0 1 5-4 +1  6

2.Persik  3 1 2 0 2-1 +1  5

Tidak Lolos

3.PSMS  3 1 1 1 4-4 0  4

4.Martapura  3 0 1 2 3-5 −2  1

suhu2.jpgHendri Susilo, pelatih Persiraja. (FOTO: m.bola.com)

*BABAK PENYISIHAN WILAYAH *

WILAYAH BARAT

_Lolos 8 Besar _

1.Persiraja  22 14 0 8 36-23 +13  42 

2.Persita  22 12 6 4 35-16 +19  42

3.Sriwijaya  22 12 4 6 26-17 +9 40

4.PSMS  22 11 4 7 27-23 +4  37

_Tidak Lolos 8 Besar _

5.PSCS Cilacap  22 10 6 6 31-21 +10  36

6.Perserang  22 10 3 9 24-23 +1  33

7.Cilegon United  22 9 4 9 24-25 −1  31

8.Babel United  22 9 3 10 23-27 −4  30

9.PSPS Riau  22 7 5 10 25-33 −8  26

Degradasi

10.Persibat Batang  22 7 4 11 24-37 −13  25

11.PSGC Galuh Ciamis  22 6 1 15 24-38 −14  19

12.Bandung United  22 2 6 14 22-38 −16  12

Diperbarui sampai pertandingan pada tanggal 21 Oktober 2019. 

Sumber: Babak Penyisihan Liga 2

Aturan peringkat: 

1) Poin; 2) Head-to-head; 3) Selisih gol; 4) Jumlah gol masuk; 5) Undian.

Catatan:

Persita Tangerang peringkat 2 walaupun selisih golnya lebih besar dari Persiraja Banda Aceh,karena Persita kalah dalam head to head

Hasil head-to-head: Persita 2–1 Persiraja; Persiraja 1–0 Persita. Persiraja unggul gol away.

WILAYAH TIMUR

_Lolos 8 Besar _

1.Persik  20 9 6 5 26-15 +11  33

2.Persewar  20 9 4 7 22-18 +4  31

3.Martapura  20 8 7 5 18-18 0  31

4.Mitra Kukar  20 8 6 6 17-17 0  30

_Tidak Lolos 8 Besar _

5.Persis  20 8 6 6 18-16 +2  30

6.Sulut United FC  20 8 5 7 22-17 +5  29

7.PSIM  20 9 0 11 21-23 −2  27

8.Persiba  20 8 3 9 23-20 +3  27

9.PSBS  20 6 6 8 14-21 −7  24

Degradasi

10.Madura FC  20 6 5 9 15-19 −4  23

11.Persatu  20 6 2 12 17-29 −12  20

Catatan:

Head-to-head: Martapura 1–1 Persewar; Persewar 1–1, sama. Maka, Persewar peringkat 3 karena unggul selisih gol.

Head-to-head: Mitra Kukar 0–0 Persis; Persis 1–1 Mitra Kukar. Mitra Kukar peringkat 4 karena unggul gol away.

Head-to-head: Persiba 0–1 PSIM; PSIM 2–1 Persiba. Unggul head to head, PSIM peringkat 7.

Pewarta :
Editor : Slamet Oerip Prihadi
Sumber :

Komentar Anda