H-5 Sepakbola SEA Games 2019

Jangan Meremehkan Siapapun

Foto-Foto: Istimewa

COWASJP.COM – Lima hari lagi: 26 November 2019, medan tempur sepakbola Grup B SEA Games ke-30 di Filipina mulai bergolak. Target juara (merebut medali emas) telah dicanangkan. Medali emas yang diimpi-impikan selama 28 tahun terakhir.

(Lihat JADWAL LAGA SEPAKBOLA SEA Games 2019 di bawah).

Target juara tersebut telah dipancangkan oleh manajer tim Indonesia U-23 AKBP Sumardji. Seperti diberitakan tribunnews.com, Selasa 22 Oktober 2019, beliau yakin anak-anak asuh pelatih Indra Sjafri bakal menyabet gelar juara. Merebut medali emas. 

Di SEA Games tahun ini, Egy Maulana Vikri dkk tergabung di Grup B. Grup yang terbilang cukup berat. Di mana Indonesia harus menghadapi Vietnam, Thailand, Laos, Singapura, dan Brunei Darussalam.

"Dulu juga setelah beberapa tahun tidak pernah juara AFF U-22, kita jadi juara. Mudah-mudahan Tuhan sayang ke saya dan kita bisa buat sejarah baru (di SEA Games)," kata Indra Sjafri usai timnya mengalahkan Iran 2-1 dalam laga uji coba yang berlangsung di Stadion Pakansari, Cibinong, Bogor seperti dikutip dari Suara.com, Sabtu 16 November 2019.

Terakhir kali tim Merah Putih juara di SEA Games ke-16 di Manila 1991. Sebelumnya, Indonesia juara di SEA Games ke-14 di Jakarta 1987. Dua kali itu saja Indonesia sukses merebut medali emas.

Tapi sejak SEA Games ke-17 di Singapura 1993 sampai SEA Games ke 29 di Kuala Lumpur 2017, Indonesia gagal juara terus. Selama itu Indonesia hanya tiga kali menembus final, tapi kalah: 

1.SEA Games ke-19 di Jakarta 1997, di final Indonesia kalah adu penalti dengan Thailand. Skor sampai perpanjangan waktu 1-1, adu penalti kalah 2-4.

2.SEA Games ke-26 di Jakarta lagi pada 2011, di final Indonesia kalah adu penalti dengan Malaysia.  Sampai perpanjangan waktu skor 1-1. Adu penalti kalah3-4.

3.SEA Games ke-27 di Myanmar, di final Indonesia kalah 0-1 oleh Thailand.

Sepanjang sejarah SEA Games, sejak masih bernama SEAP (South East Asian Peninsular) Games ke-1 di Thailand 1959 sampai berubah menjadi SEA Games ke-9 di Malaysia 1977 karena Indonesia dan Filipina bergabung, sepakbola Thailand adalah “sang raja.”

Sumardji.jpgManajer Timnas Indonesia U-23 AKBP Sumardji. (FOTO: bola.net)

Thailand mengukir rekor yang belum terpecahkan sampai sekarang. Tim Negeri Gajah Putih itu 15 kali menjuarai arena sepakbola SEA Games. 15 kali merebut medali emas!

JUARA SEPAKBOLA SEA GAMES

No Negara  Emas  Perak  Perunggu

1.Thailand  15  4  5

2.Malaysia  6  5  7

3.Myanmar  5  4  4

4.Indonesia  2  4  3 

5.Vietnam  1  7  5

6.Singapura  0  3  6

7.Laos  0  0  1

Jadi, selama ini (60 tahun) hanya 5 negara yang berhasil merebut medali emas. Thailand adalah rajanya. Dan, lawan perdana Timnas U-23 Indonesia di SEA Games 2019 nanti adalah Timnas U-23 Thailand.

Terakhir, Thailand hat-trick juara di SEA Games ke-27 di Myanmar 2013, SEA Games  ke-28 di Singapura 2015, dan SEA Games ke-19 di Malaysia 2017. Mereka inilah lawan pertama Indonesia di Grup B.

Lupakan dulu target juara. Laskar Garuda Muda wajib fokus dulu untuk memenangkan pertandingan versus “Raja Sepakbola SEA Games.”

Pelatih Indra Sjafri dan timnya berbekal prestasi juara AFF U-22 Championship ke-2 di Kamboja 17-26 Februari 2019. Indonesia juara setelah mengalahkan Thailand 2-1 di final. Inilah yang menyalakan harapan kita.

Beda dengan arena Piala Dunia, Piala Eropa, UEFA Champions League misalnya. Jauh hari pusat-pusat bursa di Asia dan Eropa telah memajang bilangan-bilangan prediksinya. Siapa yang paling berpeluang merebut mahkota juara. Memajang handicap atau match price masing-masing pertandingan babak penyisihan grup.

Untuk arena SEA Games, sampai H-6 (20 November 2019 malam ) belum ada satu pun pusat bursa yang memajang prediksinya. Mungkin karena bukan kejuaraan di bawah komando FIFA langsung.

Anggap saja, posisinya lek-lekan. Thailand versus Indonesia 0:0. Tidak ada yang diposisikan sebagai tim atas, dan tidak ada pula yang diletakkan sebagai tim bawah. Kedua tim punya peluang yang sama untuk menang.

Yang sangat diharapkan bakal terjadi dalam pertandingan: 

1.Paling utama adalah semangat juang para pemain di lapangan. Ibaratnya siap mati di tengah lapangan demi Merah-Putih. Mobilitasnya tinggi. Pressing ketat. Ngeyel, habis-habisan, tapi emosi tenang terkendali tanpa beban. 

2.Kejituan strategi Indra Sjafri.

3.Keberuntungan. 

Ujian pertama nan berat inilah yang diharapkan bisa dilalui dengan hasil positif terlebih dulu. Kemenangan perdana inilah yang akan menyalakan harapan untuk menghadapi Singapura di laga kedua, Kamis 28 November. Laga ke-3 versus Vietnam, Minggu 1 Desember. Dan seterusnya.

Target minimum: rebut top 2 Grup B. Kalau bisa juara Grup B ya Alhamdulillah. Jangan pilih lawan. Jangan terjadi lagi peristiwa yang sangat kelabu. Di PialaTiger (sekarang PialaAFF) 1998 silam. Ketika Indonesia menghadapi Thailand di babak penyisihan grup. Agar Indonesia kalah dan menghindari tuan rumah Vietnam di babak semifinal. 

Maka, Mursyid Effendi terpaksa melakukan gol bunuh diri. Tentu atas perintah. Akibatnya, Mursyid Effendi dihukum seumur hidup tidak boleh bermain atau jadi pelatih di laga internasional.  Mursyid dijadikan korban tunggal. Sangat kasihan. Padahal tidak mungkin  hal itu terjadi tanpa “skenario” dari pihak yang memimpin tim. Semuanya cuci tangan.

Inilah pelajaran paling pahit dan paling berharga bagi Indonesia. Jangan sekali-kali memilih-milih calon lawan. Jangan ada lagi pihak yang dikorbankan.  

indra-syapri.jpgIndra Sjafri, pelatih Timnas Indonesia U-23. (FOTO: sport.tempo.co)

Anggap saja semua lawan sama tangguhnya. 

Misalnya nanti kita bisa menjuarai Grup B, kemudian di semifinal harus menghadapi runner-up Grup A: Malaysia misalnya, HADAPI!!! Dengan sepenuh hati dan kepercayaan diri. Jangan ada keraguan. Kalau ternyata harus menghadapi Myanmar, ya HADAPI!!! 

Mengapa? Jika kita sejak awal tidak memilih-milih lawan, maka kita tidak memiliki anggapan bahwa tim A lebih lemah dari tim B misalnya. Tidak ada sedikit pun “noda hati” yang meremehkan lawan. Menghadapi Laos dan Brunei Darussalam sekali pun. Jangan sekali-kali meremehkan kekuatan Laos dan Brunei.

Kemampuan menata spirit dan menata hati (termasuk berdoa) akan menghasilkan strategi kemilau, permainan kemilau, dan hasil cemerlang.

Kami sepakat dengan Indra Sjafri. Semoga Allah menyayangi Laskar Garuda Muda kita. Dan, menganugerahkan tahta juara buat Indonesia. Setelah 28 tahun nirgelar. Aamiin YRA.(*)

JADWAL SEPAKBOLA

Senin 25 November (kick off Grup A) sampai final Selasa 10 Desember 2019.

GRUP B

Laga perdana Selasa 26 November 2019. 

Main  Menang  Seri  Kalah GM-GK  SG  Poin

1.Thailand  0 0 0 0 0-0 0  0

2.Indonesia  0 0 0 0 0-0 0  0

3.Vietnam  0 0 0 0 0-0 0  0

4.Laos  0 0 0 0 0-0 0  0

5.Singapura  0 0 0 0 0-0 0  0

6.Brunei  0 0 0 0 0-0 0  0

Sumber: AFF

GM = gol memasukkan.

GK = gol kemasukan.

SG = selisih gol

YANG LOLOS SEMIFINAL: top 2 masing-masing grup.

Rules for classification: 

1) Points; 

2) Goal difference; 

3) Goals scored

JADWAL GRUP B

Selasa 26 November 2019

16:00 Thailand v Indonesia

Rizal Memorial Stadium, Manila

16:00 Vietnam v Brunei

Imus

20:00 Laos v Singapura

Rizal Memorial Stadium, Manila

egy.jpgSalah satu bintang Timnas Indonesia U-23, Egy Maulana Vikri. (FOTO: jawapos.com)

Kamis 28 November 2019

16:00 Vietnam v Laos

Biñan Football Stadium, Biñan

16:00 Brunei v Thailand

Rizal Memorial Stadium, Manila

20:00 Indonesia v Singapura

Rizal Memorial Stadium, Manila

Minggu 1 Desember 2019

16:00 Thailand v Singapura

Biñan Football Stadium, Biñan

16:00 Laos v Brunei

Rizal Memorial Stadium, Manila

20:00 Vietnam v Indonesia

Rizal Memorial Stadium, Manila

Selasa 3 Desember 2019

20:00 Indonesia v Brunei

Biñan Football Stadium, Biñan

16:00 Laos v Thailand

Rizal Memorial Stadium, Manila

20:00 Singapura v Vietnam

Rizal Memorial Stadium, Manila

Kamis 5 Desember 2019

16:00 Brunei v Singapura

Rizal Memorial Stadium, Manila

*16:00 Indonesia v Laos

Imus

16:00 Vietnam v Thailand

Biñan Football Stadium, Biñan

GRUP A

1.Filipina  0 0 0 0-0 0  0

2.Malaysia  0 0 0 0 0-0 0  0

3.Myanmar  0 0 0 0 0-0 0  0

4.Kamboja  0 0 0 0 0-0 0  0

5.Timor-Leste  0 0 0 0 0-0 0  0

Laga perdana  Senin 25 November 2019. 

JADWAL GRUP A

Senin 25 November 2019

16:00 Malaysia v Myanmar

Rizal Memorial Stadium, Manila

20:00 Filipina v Kamboja

Rizal Memorial Stadium, Manila

Rabu 27 November 2019

16:00 Myanmar v Filipina

Rizal Memorial Stadium, Manila

20:00 Kamboja v Timor-Leste

Rizal Memorial Stadium, Manila

Jumat 29 November 2019

16:00 Timor-Leste v Myanmar

Rizal Memorial Stadium, Manila

20:00 Filipina v Malaysia

Rizal Memorial Stadium, Manila

Senin 2 Desember 2019

20:00 Malaysia v Timor-Leste

Rizal Memorial Stadium, Manila

20:00 Myanmar v Kamboja

Biñan Football Stadium, Biñan

Rabu 4 Desember 2019

16:00 Kamboja v Malaysia

Rizal Memorial Stadium, Manila

16:00 Timor-Leste v Filipina

Biñan Football Stadium, Biñan

BABAK KNOCK OUT

SEMIFINAL

Sabtu 7 Desember 2019

16:00 juara Grup B v runner-up Grup A

Rizal Memorial Stadium, Manila

7 Desember 2019

20:00 juara Grup A v runner-up Grup B

Rizal Memorial Stadium, Manila

 

FINAL

Selasa 10 Desember 2019

Perebutan medali perunggu:

16:00 Kalah v Kalah

Rizal Memorial Stadium, Manila

Perebutan medali emas:

20:00 Menang v Menang

Rizal Memorial Stadium, Manila.

Pewarta :
Editor : Slamet Oerip Prihadi
Sumber :

Komentar Anda