Liga 1 Indonesia 2019 (2)

Apakah Persebaya Bakal Degradasi?

Foto-Foto: Persabaya.id, TIMES Indonesia

COWASJP.COM – Apakah Green Force Persebaya bakal terjungkal ke jurang degradasi di akhir kompetisi nanti? Pertanyaan ini terapung-apung di alam pikiran Bonekmania dan jutaan simpatisan Persebaya.

Jawabannya: Persebaya aman dari ancaman degradasi, jika pelatih barunya Aji Santoso berhasil menaikkan persentase kemenangan dari 26,92% menjadi minimum 50%.

KUNCINYA: Persebaya harus atau wajib mengalahkan tamunya PSM, Kamis 14 November 2019. Kick off pukul 18:30.

Persentase kemenangan Persebaya dalam 26 laga yang telah dilakoni tergolong rendah. Hanya 7 kali menang. Maka, dalam 8 sisa laganya, minimum Persebaya bisa mengukir 4 kemenangan.

Bandingkan dengan beberapa klub lain:

1.Bali United  26 kali main, 17 kali menang, peringkat 1.

2.Persipura 26 kali main, 12 kali menang, peringkat 2.

3.PSM Makassar, 25 kali main, 11 kali menang, peringkat 9.

KLASEMEN 14 NOVEMBER 2019

Sebelum laga Persebaya vs PSM.

PAPAN ATAS

1.Bali United  26 17 6 3 40-24 +16  57

2(3).Persipura  26 12 8 6 41-29 +12  44

3(2).Madura United  27 12 8 7 43-29  +14  44

4.Borneo FC  27 10 12 5 44-33 +11  42

5.Arema FC  27 12 5 10 52-45 +7  41

6(8).Persib  27 10 10 7 37-32 +5  40

PAPAN TENGAH

7(6).PSS Sleman  27 10 10 7 34-35 -1  40

8(7).TIRA Persikabo  27 9 11 7 45-43 +2  38

9.PSM  25 11 3 11 35-32 +3  36

10.Bhayangkara  27 8 11 8 38-34 +4  35

11.Persebaya  26 7 11 8 37-35 +2 32

12(13).Persija  26 7 10 9 29-30 -1  31

PAPAN BAWAH

12.Barito Putera  27 7 9 11 37-45 -8  30

14.PSIS  26 7 7 12 21-31 -10  28

15.Badak Lampung  27 6 9 12 26-50 -24  27

ZONA DEGRADASI

16(18).Kalteng Putra  27 7 5 15 29-44 -15  26

17(16).Persela  26 5 10 11 32-38 -6  25

18(17).Semen Padang  27 5 9 13 26-37 -11  24

**

Marilah kita coba menghitung kemungkinan yang akan terjadi di papan tengah, sampai akhir kompetisi nanti.

7.PSS Sleman (40 poin).

Persentase kemenangan: 37,03%.

Dari 27 kali main, 10 kali menang.

Kini PSS punya 7 sisa laga (4 home).

Kalau PSS bisa meningkatkan persentase kemenangannya dari 37,03% menjadi 60%, maka di akhir kompetisi nanti PSS = 40 + 12,6 = 52,6 poin. Dibulatkan ke atas jadi 53 poin.

Apakah PSS bisa kembali menembus papan atas dengan menggusur Persib (sementara ini peringkat 6)?

Seru! Persib juga punya 4 home dari 7 sisa laganya. Persentase kemenangan Persib juga sama dengan PSS: 37,03%. 

Kalau Persib juga bisa menaikkan persentase kemenangannya dari 37,03% menjadi 60 persen, maka di akhir kompetisi nanti Persib mendulang  53 poin juga. Sama dengan prediksi untuk PSS.

Yang menjadi penentu, selisih gol memasukkan dan gol kemasukan. Sementara ini Persib +5, sedangkan PSS -1. Diprediksikan peluang Persib untuk tetap bertahan di papan atas cukup besar.

Tapi, bila Persib bisa menaikkan persentase kemenangannya jadi 65%, maka di akhir kompetisi nanti Persib merebut = 40 + 13,65 = 53,65. Dibulatkan ke atas jadi 54. Persib aman di papan atas.

Laga menentukan saat Persib bertandang ke kandang PSS, Sabtu 7 Desember nanti. Kalau di laga tersebut Persib minimum bisa menahan seri PSS, Persib aman di papan atas.

Perlu dicermati bahwa peringkat ke-6 tak hanya jadi perebutan Persib dan PSS. Sebab, PSM Makassar juga punya peluang untuk naik ke peringkat 6.

Asalkan, PSM bisa menang dalam dua laga home-nya yang berat. Yaitu ketika menjamu Persipura, Senin 18 November. Dan ketika menjamu Bali United, Sabtu 23 November 2019. Hitungan ini tidak bermaksud mengecilkan ancaman klub-klub tamu lainnya. Tapi di atas kertas, Persipura dan Bali United adalah tim tamu yang tangguh.

Kalkulasinya PSM (mungkin) bisa meraup 52 poin. Karena itu, untuk amannya persentase kemenangan Persib maupun PSS minimum 60%. Agar di akhir kompetisi bisa merebut 53 poin.

8.TIRA Persikabo (38 poin).

Persentase kemenangan: 33,33%.

Dari 27 kali main, 9 kali menang.

TIRA Persikabo masih punya 7 sisa laga (3 home).

Kalau TIRA Persikabo bisa menaikkan persentase kemenangannya dari 33,33% menjadi 55 persen misalnya, maka di akhir kompetisi nanti merebut = 38 + 11,55 = 49,55 poin. Dibulatkan ke atas 50 poin.

9.PSM Makassar (36 poin).

Persentase kemenangan: 44%.

Dari 25 kali main, 11 kali menang.

PSM masih punya 9 sisa laga (4 home).

Seperti dituliskan di atas, dua tim tamu PSM adalah tim tangguh: Persipura dan Bali United.

Tapi, kalau PSM bisa menaikkan persentase kemenangannya dari 44% menjadi 60%, maka di akhir kompetisi nanti PSM bisa merebut = 36 + 16,2 = 52,2 poin. Dibulatkan saja ke bawah jadi 52 poin. 

Kuncinya: PSM harus bisa mengalahkan dua tamunya: Persipura dan Bali United. Kalau seri, apalagi kalah, harapan menembus papan atas sulit diwujudkan.

10.Bhayangkara FC (35 poin).

 Persentase kemenangan: 29,62%.

Dari 27 kali main, 8 kali menang.

Bhayangkara masih punya 7 sisa laga (3 home).

Jangan meremehkan Bhayangkara FC. Senin 11 November lalu, capolista (pemuncak klasemen) Bali United hanya bisa bermain seri 2-2 di kandang Persipura. Tapi Bhayangkara bisa mengalahkan tuan rumah Persipura 3-1, Kamis 7 November lalu.

Kalau Bhayangkara bisa menaikkan persentase kemenangannya dari 29,62% menjadi 50%, maka di akhir kompetisi nanti mendulang = 35 + 10,5 = 45,5. Dibulatkan menjadi 46 poin.

Persebaya (32 poin).

Persentase kemenangan: 26,92%.

Dari 26 kali main, 7 kali menang.

Pelatih Aji Santoso menghadapi tugas yang berat. Dukungan moral Bonekmania sangatlah diharapkan.  Mohon, jangan lagi melakukan tindak anarkhis. Persebaya wajib diselamatkan. 

aji-santoso.jpgAji Santoso, pelatih anyar Persebaya. (FOTO: VIVAnews)

Laskar Jaka Tingkir Persela Lamongan terancam degradasi. Tahun depan kemungkinan Jawa Timur tinggal memiliki: Madura United, Arema, dan Persebaya di level Liga 1 Indonesia.

Tentu kita juga berdoa, akhirnya Persela bisa terhindar dari jurang degradasi. Semoga.

Kunci awal penyelamatan Persebaya adalah mengalahkan Juku Eja PSM, Kamis 14 November. Di sinilah seluruh elemen kekuatan Persebaya diuji. Bagaimana manajemen memberikan motivasi. Bagaimana Aji Santoso meracik strategi kemenangan. Bagaimana Bonekmania memberikan dukungan positifnya. Plus doa terbaik dari jutaan simpatisannya.

Persebaya masih punya 8 sisa laga (5 home). Termasuk laga home versus PSM.

Jika Aji Santoso dan pasukannya bisa menaikkan persentase kemenangannya dari 26,92% menjadi minimum 50%, maka di akhir kompetisi nanti merebut = 32 + 12 = 44 poin.

Dengan 44 poin, Persebaya tidak akan degradasi!!

Berarti Aji Santoso berhasil menunaikan tugasnya dengan baik. Akan tetapi, jika Aji Santoso ternyata bisa menaikkan persentase kemenangan Persebaya menjadi 60%, maka di akhir kompetisi Persebaya merebut = 32 + 14,4 = 46,4 poin. Anggap saja 46 poin. Maka, inilah raihan ekselen Aji dan Laskar Green Force dalam 8 sisa laganya. Semoga.

Big match Persebaya terjadi Kamis 12 Desember, ketika Persebaya menjamu Arema FC.

12.Persija (31 poin).

Persentase kemenangan: 26,92%. Sama dengan Persebaya.

Main 26 kali, menang 7 kali.

Persija punya 8 sisa laga (4 home).

Kalau  Persija bisa menaikkan persentase kemenangannya dari 26,92% menjadi 60%, maka di akhir kompetisi merebut = 31 + 14,4 = 45,4 poin. Dibulatkan ke atas saja menjadi 46 poin. Kalau benar perhitungan ini, maka di akhir kompetisi Bhayangkara, Persebaya, dan Persija sama-sama merebut 46 poin.

Karena itu, laga Persebaya versus Bhayangkara, Minggu 8 Desember nanti jadi penentu. Dan, Persebaya wajib menang!

Sementara ini, Persebaya unggul selisih gol dari Persija. Persebaya +2, Persija -1. Tapi sementara ini Persebaya kalah selisih gol dengan Bhayangkara. Bhayangkara +4, Persebaya +2.

Maka, kemenangan lebih dari 1 gol sangat penting bagi Persebaya, agar tidak tersalip Persija. Bahkan mungkin bisa  menyalip Bhayangkara.

PERKIRAAN KLASEMEN AKHIR

PAPAN ATAS

1.Bali United 69 poin.

2.Persipura 62 poin.

3.Madura United 58 poin.

4.Borneo FC 57 poin.

5.Arema FC 55 poin

6.Persib 53 poin

PAPAN TENGAH

7.PSS 53 poin.

8.PSM 52 poin.

9.TIRA Persikabo 50 poin.

10.Bhayangkara 46 poin.

11.Persebaya 46 poin.

12.Persija 46 poin.

CATATAN:

Tidak ada kalkulasi manusia yang mutlak benar. Namun, kita kudu wani (harus berani) membuat kalkulasi.  Setidaknya bisa menjadi referensi bagi masing-masing tim. (*)

Pewarta :
Editor : Slamet Oerip Prihadi
Sumber :

Komentar Anda