PSSI

Ketua Umum PSSI yang baru: Mochamad Iriawan. Panggilan akrabnya: Iwan Bule. (FOTO: republika.co.id)

COWASJP.COM – Sebenarnya, sederhana saja harapan rakyat Indonesia kepada pengurus PSSI. Gak muluk-muluk seperti juara Piala Dunia atau emas Olimpiade.

Cukup juara SEA Games dan Piala AFF. Kalau dapat dua prestasi itu,  bangsa ini akan bangga sebagai negara sepakbola. Bangga jadi Raja Asia Tenggara. Sudah cukup buat rakyat menepuk dada..

Saat ini negara kita sedang tersungkur dalam dunia bola. Baru saja dikalahkan oleh para tetangga yang menjadi musuh bebuyutan. Kalah dari Malaysia, Thailand dan Vietnam. Di Senayan pula. Tragis. Situasi terendah dalam sepakbola nasional.

Sebenarnya kita sudah malas ngomong bola. Apalagi sejak 1991 sudah tak pernah ada kabar baik dari SEA Games. Piala AFF yang sudah digelar 12 kali tak sekali pun kita juara. Membuat masyarakat Indonesia membenci hartanya (PSSI) yang paling dicintai..

Dalam dua puluh tahun terakhir ini, cerita sepakbola Indonesia, lebih banyak cerita negatif pengurusnya, ketimbang cerita positif di lapangan hijau.

Apalagi sejak era Nurdin Halid, cerita di PSSI lebih banyak tentang perebutan kekuasaan. Kudeta. Sudah seperti ajang politik berorientasi kekuasaan. Terlupakan orientasi prestasi.

Cerita lain tentang mafia pertandingan. Begitu diusut langsung sebagian pengurusnya terlempar ke dalam penjara. Kita berharap kasus ini semakin kencang diusut agar mafia lain tertangkap.

Pengurus baru PSSI baru saja terpilih. Apakah kita optimis? Tetap saja menaruh harap. Karena kita tak ingin harta berharga milik rakyat itu, hancur di tangan mereka.

Kepengurusan baru ini lahir lewat kongres yang tidak mulus. Dari media terbaca tidak sedikit orang kecewa. Ini tugas tidak ringan agar meredam tidak memunculkan gejolak.

Yang juga harus digarisbawahi, hulu sukses timnas tetap di tangan pengurus. Tanpa pembinaan usia muda dan kompetisi yang baik, mustahil ada timnas yang baik. Pengurus juga harus jeli pilih pelatih, agar mampu membentuk skuad 'Merah Putih' yang hebat.

Kalau pengurus baru tak mampu membuat Timnas  jadi juara (setidaknya) di Asia Tenggara, kalian sama saja mengulang kegagalan rejim rejim sebelumnya. Kalau tetap saja kalah dari Thailand, Malaysia, Vietnam dan Singapura  kalian telah memperpanjang kekecewaan masyarakat Indonesia.. 

Betapa rindunya kita dengan kemenangan tim Merah Putih. (*)

Oleh : Taufik Lamade, mantan Redpel Jawa Pos.

Pewarta :
Editor : Slamet Oerip Prihadi
Sumber :

Komentar Anda