The Power of Silaturahim

Butuh Sponsor tapi Jangan Mengemis

COWASJP.COM – Sekitar sebulan lalu putra bungsu saya Ero, panggilan akrab Savero Karamiveta Dwipayana info ke saya bahwa acara  Mental Health Fest 2019 yang dilaksanakan pada Sabtu, 12 Oktober 2019 di Kuningan City Mall Jakarta masih kekurangan dana Rp 19 juta. Beberapa perusahaan yang sudah dihubungi belum memastikan kesediaan mereka jadi sponsor kegiatan tersebut.

Acara yang rutin dilaksanakan setiap tahun sejak 2016 itu digagas Ade Binarko, penderita panic disorder alias serangan panik, salah satu jenis mental illness. Belakangan Ade keliling Indonesia bahkan ke beberapa negara untuk membantu sesama penderita kesehatan mental.

Pengalamannya tersebut mendorong Ade untuk membentuk komunitas SehatMental.id pada 2015. Tujuannya untuk memberikan ruang dan informasi yang berkaitan dengan kesehatan mental. Sampai sekarang bagi banyak orang, mental illness itu masih samar-samar. Sering kali dianggap sebagai penyakit fisik, seperti yang sebelumnya pernah dialami Ade.

Visi acara itu adalah semua orang mendapat layanan kesehatan mental. Sedangkan misinya memberikan layanan kesehatan mental terutama kepada orang yang membutuhkannya.

Pelaksana kegiatan itu adalah SehatMental.id. Komunitas yang bertujuan meningkatkan kesadaran masyarakat akan kesehatan mental. Acaranya talk show, pemeriksaan kesehatan mental gratis, sharing, musik, dan _stand up
 comedy_.

Ero Intens Membantu

Bagaimana dengan Ero? Ketertarikannya pada kesehatan mental ini saat tahun lalu melaksanakan acara orientasi mahasiswa baru di jurusan dan fakultas Ilmu Komunikasi Universitas Padjadjaran Bandung tempat Ero kuliah. Acara itu menghadirkan Ade sebagai salah seorang pembicaranya. Sedangkan Ero jadi panitia.

Seusai Ade bicara, tanpa diduga ada 12 orang yang tunjuk tangan menyatakan dirinya mengalami kesehatan mental. Skalanya beragam. Mulai dari normal hingga klinis.

Ade mengumpulkan mereka dan menanyakan satu-persatu masalahnya. Ero yang hadir di pertemuan itu menyimak diskusi antara Ade dengan belasan adik kelasnya.

Kemudian muncul empati pada diri Ero untuk membantu mereka. Keinginannya kuat sekali buat meringankan beban mereka. Hal itu disampaikan Ero ke saya dan Ibunya. 

Sejak itu di luar aktivitas utama kuliah, Ero intens berkomunikasi dan mendampingi teman-temannya yang mengalami kesehatan mental. Satu-persatu masalahnya diurai. Ero jadi akrab sama Ade dengan tujuan yang sama: membantu penderita kesehatan mental.

Ero Rencana Sumbang Rp 19 Juta

Kembali ke acara  Mental Health Fest 2019, Ero sampai berencana mengambil uang dari tabungannya untuk menutupi kekurangan Rp 19 juta. Itu sebagai sumbangan pribadinya. Namun saya mencegahnya. Saya sudah berniat membantu dari dana pribadi jika tidak dapat bantuan dari pihak lain.

er0.jpgDR Aqua Dwipayana dan puteranya Ero - sapaan akrab Savero Karamiveta Dwipayana. (FOTO: Cowas JP)

"Pak, kalau sampai hari H kekurangannya Rp 19 juta belum ada yang menalanginya, Ero insya ALLAH mengambil dari tabungan Ero untuk nenutupinya. Terpenting acaranya sukses dan banyak orang yang bisa dibantu di kegiatan tersebut," ujar Ero.

Setelah membaca proposal kegiatan itu, khusus yang buat mencari sponsor saya minta ada beberapa pilihan kerjasama lengkap dengan nominal dan kompensasinya. Dengan begitu mereka yang mau sponsor tinggal memilih saja.

Sesudah proposalnya direvisi sesuai dengan saran saya, langsung saya kontak beberapa teman. Alhamdulillah respon sebagian teman saya positif sekali. Mereka adalah teman akrab saya, yakni Pemimpin Pegadaian Wilayah VIII Jakarta Ngadenan dan Direktur Mandiri Utama Finance Dodit Wiweko Probojakti.

"Siap Pak Aqua. Saya dukung kegiatan Mas Ero. Perusahaan saya akan ikut mensponsorinya," ujar Ngadenan dan Dodit senada tanpa banyak menanyakan proposal yang saya kirimkan ke mereka.

Ngadenan bahkan meminta anggotanya yang mengurus itu untuk langsung membayar biaya sponsornya. Agaknya beliau tahu bahwa panitianya membutuhkan dana untuk menutupi kekurangan biaya tersebut.

Kabar gembira itu saya sampaikan ke Ero. Ekspresinya menunjukkan wajah bahagia dan bersyukur. Apalagi membayangkan acaranya bakal sukses seperti tahun-tahun sebelumnya.

Menolak Secara Halus Bantuan BUMN Besar

Dari beberapa proposal yang saya kirimkan ke teman-teman, ada satu respon yang memberikan pelajaran sangat berharga pada saya dan Ero. Perusahaannya adalah Badan Usaha Milik Negara (BUMN) besar.

Kepada saya, salah seorang staf BUMN tersebut menginfokan bahwa perusahaannya mau ikut berpartisipasi. Cuma sumbangan yang diberikan nilainya hanya sekitar 30 persen dari nilai sponsor yang terkecil.

Saya menghargai niat baik BUMN itu yang mau berpartisipasi pada acara Mental Health Fest 2019. Masalahnya uang yang akan diberikannya jauh dari pilihan sponsor yang ditawarkan ke pihak yang mau berpartisipasi.

Akhirnya saya putuskan menolak secara halus partisipasi dari BUMN besar itu. Diiringi dengan ucapan terima kasih dan permohonan maaf karena panitia acara Mental Health Fest 2019 tidak dapat menerima sejumlah uang yang ditawarkan tersebut.

Sebelum memutuskan itu, saya lebih dulu mendiskusikannya sama Ero. Saya katakan meski acara tersebut membutuhkan bantuan tapi jangan sampai kesannya mengemis. Apalagi pihak yang membantu melakukannya karena ada rasa kasihan memberikan bantuan.

"Keputusan Bapak itu sangat tepat. Ero setuju sekali. Apalagi kekurangan dananya sudah tertutupi. Jadi tanpa sponsor dari BUMN tersebut acaranya tetap jalan bahkan insya ALLAH sukses," tegas Ero penuh optimisme.

Terima kasih kepada teman saya di BUMN itu yang telah memberikan pelajaran sangat berharga pada kami. Semoga di acara serupa pada tahun depan bersedia mensponsori sesuai dengan pilihan sponsor yang ada. Aamiin ya robbal aalamiin...(*)

>>Dari Semarang saat silaturahim ke teman2 saya ucapkan selamat belajar dari berbagai pengalaman. Salam hormat buat keluarga.17.45 30102019.

Pewarta :
Editor : Slamet Oerip Prihadi
Sumber :

Komentar Anda