Kolaborasi PPHI-Angkasa Pura

Edukasi dan Promosi Pesona Batik di Bandara Adisutjipto

FOTO: Istimewa

COWASJP.COM – Jogja sebagai pusat produksi dan inovasi batik, selalu menjadi trendsetter dan barometer perkembangan fashion batik. Kreasi batik Jogja banyak dicari untuk dikenakan maupun dijadikan koleksi sejarah maupun pribadi. Di kalangan anak muda masa kini,  batik juga bukan sekedar tren, tetapi sudah lebih dari gaya dan eksistensi.

Sejak 2014, Yogyakarta ditetapkan menjadi Kota Batik Dunia oleh Dewan Kerajinan Batuk Dunia atau WCC (World Craft Council). Semua pihak harus menjaga reputasi ini. Dengan terus memperkenalkan batik tidak hanya ke berbagai masyarakat tanah air melainkan juga ke seluruh dunia.

Bandara Internasional Adisutjipto Jogjakarta, sebagai media penghubung ke seluruh dunia menjadi menarik untuk dijadikan sarana mempromosikan pesona Batik di era kekinian. Berjubelnya para penumpang moda transportasi udara menjadi titik sentral untuk dijadikan obyek kampanye dan edukasi batik dan fashion kekinian. 

Menggabungkan batik sebagai Warisan Kemanusiaan untuk Budaya Lisan dan Nonbendawi dengan Kota Jogja sebagai Kota Batik Dunia serta bandara sebagai tempat strategis untuk kampanye dan edukasi, maka digelarlah acara ini.

PesonaBatik-2.jpg

Acara dengan tajuk "Fashion Show Batik Milenial Jogja untuk Dunia" di Bandara Internasional Adisutjipto Jogjakarta. Fashion show dilaksanakan pada hari Jumat, 11 Oktober 2019 mulai pukul 15.00 hingga 18.00 WIB. Acara ini merupakan kolaborasi Angkasa Pura I dengan Perkumpulan Pariwisata Halal Indonesia (PPHI) Daerah Istimewa Yogyakarta (DIY). Fashion show menampilkan rancangan Yunet Exclusive Batik yang merupakan anggota PPHI DIY.

Jam-jam sore saat pelaksanaan acara itu, apalagi pas hari Jumat (weekend), merupakan jam sibuk di bandara dengan kode JOG ini. Sehingga acara ini menemukan sendiri penontonnya. 

Fashion show batik kekinian dengan model menarik dan elegan ini akan dilengkapi dengan praktik membatik. Menampilkan sejumlah pembatik yang memperlihatkan proses membatik secara langsung. Diharapkan ini menjadi edukasi menarik, setidaknya bagi para calon penumpang. Mereka akan memahami sebuah proses penciptaan batik. Khasanah budaya khas dari Jogjakarta. 

Ketua PPHI DIY Taufik Ridwan menjelaskan tujuan kegiatan fashion show di bandara ini.  "Yang pertama adalah meramaikan Hari Batik 2019 yang jatuh pada 2 Oktober lalu. Serta mangayubagya Ulang Tahun Ke-263 Kota Jogja yang jatuh pada 7 Oktober," urai Taufik.

Yang kedua, lanjut Taufik, acara ini diharapkan sebagai media untuk mempublikasikan keberadaan karya agung batik agar terus lestari, terjaga dan menjadi penanda zaman, baik di Indonesia dan menuju  lingkup mancanegara ; mendunia.

PesonaBatik-3.jpg

Sedangkan yang ketiga, memberikan edukasi bagi anak negeri, khususnya generasi milenial bahwa batik diciptakan melalui sejumlah proses, di antaranya kesabaran dan ketelitian. 

Keempat, menjadikan calon penumpang pesawat terbang sebagai target kampanye Hari Batik dan ikut mengkampanyekan dan melestarikan dengan cara kekinian.

Oleh karena itu, fashion show dan edukasi ini juga akan diisi interaksi antara model dan calon penumpang di ruang tunggu. Kemudian juga memberikan kesempatan kepada calon penumpang dengan cara  ikut merasakan menjadi pembatik. Disediakan tempat membatik di dekat Kereta Kencana, lobi kedatangan.

Kendati fashion show menempati area bandara, dipastikan tidak akan mengganggu kepentingan para pengguna bandara khususnya calon penumpang pesawat. Koordinasi panitia dengan semua bagian operasional bandara telah dilakukan beberapa kali. Semua prosedur operasional bandara diterapkan juga kepada para pengisi acara. Misalnya, saat masuk ke ruang tunggu, para peragawati/wan juga akan melewati pemeriksaan body scanner dan metal detector.

Acara menarik ini dimeriahkan pula dengan penampilan Tari Batik dari Dinas Pariwisata DIY serta penampilan Pondok Nashid dari PPHI. Ada pula talk show mengenai batik dengan narasumber pemerhati pariwisata dan batik HM Tazbir serta Yunet Wahyuningsih (perancang busana). 

Yunet menampilkan dua tema "Powerful" dan "Colorful". Dua hal yang menjadi ciri dan kekuatan anak muda milenial. 

Akan tampil sedikitnya 10 model dari Yunet Exclusive Batik dan dua pasang Duta Bandara. Bisa pula ada kejutan penampilan dari pimpinan Angkasa Pura maupun karyawan. 

Tersedia pula sejumlah door prize bagi penonton maupun pengguna bandara Adisutjipto yang beruntung.  Acara ini juga didukung oleh anak perusahaan Angkasa Pura I seperti Angkasa Pura Support dan Angkasa Pura Logistik. Juga didukung banyak pihak seperti Pesonna Malioboro Hotel, Sahid Hotel, Front One Resort Yogyakarta, TOD Training Center, Sari Dewi Catering, Bakpia Tugu, dan Gudeg Mbah Cilik. (*)

Pewarta :
Editor : Erwan Widyarto
Sumber :

Komentar Anda