Jadi Dokter Bukan Cari Harta

Dr Sulantari dapat piagam dari Ketua Komnas PGPKT Dr Damayanti Sp THT-KL. (FOTO: istimewa)

COWASJP.COM –  “Melaksanakan tugas sebagai dokter bukan mencari harta. Tapi mencari pahala. Melaksanakan tugas medis adalah pengabdian. Yang dilaksanakan tanpa pamrih dengan hati.”

Itulah ungkapan yang disampaikan oleh dr Sulantati Sp THT-KL, Dekan Fakultas Kedokteran Universitas Hang Tuah (UHT).

Dalam acara seminar di aula Fakultas Kedokteran Universitas Hang Tuah Surabaya, Jalan Gadung nomor 1 Surabaya, Minggu pagi (29/9).

Lantas dengan lantang, dia bertanya kepada peserta yang terdiri dari mahasiswa fakultas kedokteran dan Akademi Perawat yang hadir. “Siapa yang masuk fakultas kedokteran karena ingin kaya? Ayo angkat tangan!” pintanya.

Tak satu pun mahasiswa yang mengacungkan jari. Semuanya membisu. Tanpa komentar.

erna1.jpg

“Kalau tujuannya ingin kaya, lebih baik mundur dari mahasiswa kedokteran sejak sekarang,” pinta purnawirawan perwira tinggi bintang satu TNI AL itu.

Lantas dia menambahkan. Kalau jadi tenaga medis itu, bayarannya kelak. Bayarannya surga. Karena itu, layanilah orang yang membutuhkan sepenuh hati. Layanilah dengan nurani. Tidak boleh mengeluh. Apalagi menolak pasien dengan alasan bayaran.

Kalau mantan kepala rumah sakit TNI AL Dr Ramelan, Surabaya ini, mengatakan seperti itu, bukanlah basa-basi. Karena dia dikenal sebagai dokter tanpa pamrih.

erna2.jpg Selain tugasnya sebagai dokter , dia juga menyempatkan diri bergabung di Rotary sebagai organisasi pengabdian. 

Karena kedekatannya dengan pasien, sehari- hari tidak disapa dengan dokter, tapi lazim dipanggil Mama Rita oleh orang tua anak-anak berkebutuhan khusus di Jala Puspa RSAL.

Acara selama setengah hari pada Minggu itu memeriahkan ulang tahun Jala Puspa ke 15. Serta sosialisasi tentang gangguan pendengaran.

rotary.jpg

Dengan menampilkan orang tua anak-anak yang pernah mengalami gangguan pendengaran. Mereka mengisahkan pengalaman pahitnya selama bertahun-tahun dampingi anaknya. Baik di dalam maupun luar negeri. (*)

Pewarta : M Nasaruddin Ismail
Editor : Slamet Oerip Prihadi
Sumber :

Komentar Anda