Komitmen Wujudkan DIY Destinasi Terkemuka 2025

Pelaku Pariwisata, Satukan Tanah Lima Wilayah

Para pemangku kepentingan pariwisata DIY saat membacakan Deklarasi berkomitmen mengembangkan pariwisata berkelanjutan di DIY. (foto-foto Erwan W)

COWASJP.COM – Panggung megah dibangun di atas gumuk pasir Parangtritis. Gumuk pasir (sand dunes) yang hanya ada di dunia. Satu di Meksiko, satunya di Bantul, Jogja, Indonesia. Di tempat istimewa itulah, puncak peringatan Hari Pariwisata Dunia, 27 September dilakukan. Kegiatan yang dimulai pukul 16.00 WIB tersebut berakhir sekira pukul 22.30 WIB.

Selain disuguhkan sendratari yang menggambarkan terjadinya gumuk pasir, atraksi bartender, juga digelar lomba memotret model. Kemudian juga dilakukan bersih-bersih gumuk pasir. Puncak peringatan ditandai dengan deklarasi dari lima unsur Pentahelix –akademisi, bisnis, komunitas, pemerintah dan media. Kelima unsur Pentahelix bersepakat untuk mengembangkan wisata berkelanjutan di DIY.

Pelaku-Pariwisata-2.jpg

Rangkaian kegiatan memperingati Hari Pariwisata Dunia di DIY dikemas dalam Jogja Tourism Festival (JTF).  Mulai digelar sejak 12 September 2019. Ada serangkaian knowledge sharing berkaitan dengan pariwisata. Soal wisata gastronomi, parwisata berkelanjutan, seputar MICE dan sebagainya. Rangkaian JTF 2019 ini bahkan masih berlangsung pada Minggu (29/9). Acara di Gumuk Pasir Barcan, Parangtritis juga diramaikan stan kuliner khas Bantul.

Tampak sejumlah tokoh pariwisata dari kalangan akademisi, pelaku usaha, komunitas atau asosiasi, maupun media. Terlihat hadir pula Dirut Badan Otorita Borobudur Indah Juanita, Kepala Dinas Pariwisata DIY Singgih Raharjo dan sejumlah kepala dinas pariwisata Kabupaten/Kota se-DIY.

Pelaku-Pariwisata-3.jpg

Para pemangku kepentingan di bidang pariwisata ini bersatu. Disimbolkan dengan menyatukan tanah dari kelima wilayah di DIY dalam gentong besar. Tanah-tanah yang diletakkan pada mangkuk tanah liat yang mereka bawa itu, kemudian disatukan ke dalam satu wajah besar. 

Sebelum sampai pada prosesi “penyatuan tanah” tersebut, deklarasi dibacakan oleh Ketua JTF 2019 Muhammad Adlid Haq. Ada tujuh poin. Pertama, mereka menegaskan kembali komitmennya untuk mewujudkan DIY sebagai salah satu destinasi pariwisata terkemuka di Asia Tenggara pada tahun 2025. 

Pelaku-Pariwisata-4.jpg

Kedua, mereka juga menegaskan perlunya perhatian khusus yang harus diberikan pada sinergi Pentahelix. Yang menekankan perlunya kolaborasi dan koordinasi untuk mencapai tujuan bersama dalam mengembangkan dan mempromosikan pariwisata berkelanjutan di DIY.

Ketiga, guna pengembangan produk pariwisata, mereka menegaskan pentingnya penekanan khusus pada beberapa aspek. Yakni pelestarian warisan budaya, sejarah, alam, arsitektur, gastronomi, tradisi dan bisa dinikmati oleh siapapun. Keempat, perhatian khusus, tegas mereka, juga harus diberikan pada pengembangan MICE sebagai kendaraan untuk peningkatan pariwisata di DIY untuk memastikan daya saing yang dimiliki.

PelakuPariwisata-5.jpg

Dalam deklarasi juga ditegaskan poin kelima mengenai prioritas utama para pemangku kepentingan ini. Yakni, memastikan pengembangan pariwisata dalam strategi pembangunan berkelanjutan secara lebih luas. Elemen kunci dalam mencapai pembangunan berkelanjutan di DIY haruslah menetapkan standar kualitas tinggi dalam rangka meningkatkan daya saing produk wisata di pasar internasional.

Dan keenam, mereka juga menegaskan bahwa masyarakat setempat dan pemanngku kepentingan lainnya harus dilibatkan dalam semua kegiatan pengembangan pariwisata pada tahap awal untuk memaksimalkan manfaat sosial dan ekonomi secara adil. Ketujuh, mereka juga mengakui pentingnya program pendidikan dan pelatihan bagi personel yang bekerja di sektor pariwisata baik publik maupun swasta. (*)

Pewarta :
Editor : Erwan Widyarto
Sumber :

Komentar Anda