Non Ferindo Utama Tersangka Pencemar Limbah B3

Polisi memberikan garis polisi di lokasi peleburan aki ilegal di Desa Jayabaya, Kecamatan Parungpanjang, Kabupaten Bogor. (FOTO: Beritasatu)

COWASJP.COM – Meski pemerintah sudah mengatur dengan Undang-Undang nomor 32 tahun 2009 tentang Perlindungan dan Pengelolaan Lingkungan Hidup, kenyataan masih saja ada perusahaan yang dengan sengaja melanggarnya. 

Seperti yang dilakukan PT Non Ferindo Utama (NFU), pabrik timah hitam dari aki bekas. 

Pabrik NFU yang pusatnya di Tangerang itu oleh Bareskrim Ditpiter ditetapkan sebagai tersangka tindak pidana UU 32/2009. 

Pasalnya, gudang cabang NFU di Cirebon tidak memiliki izin UKL-IPL serta Tempat Penampungan Sementara (TPS) limbah B3. 

Selain melanggar UU nomor 32/2009, PT NFU juga menyalahi PP nomor 01/2009 serta Kepbapedal nomor 1/Bapedal/09/2015 tentang tata cara dan persyaratan teknis penyimpanan limbah bahan berbahaya beracun (B3).

ferry1.jpgSekretaris Jenderal Dewan Ketahanan Nasional Doni Monardo (nomor 2 dari kiri) bersama Danrem 061/Surya Kencana Kolonel Infanteri Mohamad Hasan (kiri) saat meninjau lokasi peleburan aki bekas ilegal di Desa Cinangka, 25 Oktober 2018. (FOTO: antaranews.com)

Gerakan Rakyat Pembela Tanah Air (Gerapana) Pusat, berharap selain aparat Kepolisian, Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan (LHK) RI untuk melakukan penegakan hukum terhadap PT NFU.

"Harus tegas menindak, tidak tebang pilih. Bila melanggar izin apalagi UU, harus dijatuhkan sanksi," ujar Helmi Sutikno Ketua Umum Gerapana, kepada pers di Jakarta, kemarin sore (Senin 23 September 2019).

Warga Sakit Tremor Dampak Limbah B3

Di samping itu, Helmi berharap Ditjen Gakkum LHK menindak dan mengawasi ilegal semelter (pengumpul dan pengelola) aki bekas. Karena dampak buruk adanya usaha ilegal ini merusak lingkungan hidup masyarakat. 

"Di Cinangka, ada kawasan yang jadi tempat semelter ilegal, warganya kebanyakan terkena penyakit tremor," tutur Helmi yang juga Waketum DPP Pemuda Panca Marga dan Dosen Sospol di Unmuh Bogor itu. (*)

Pewarta : Ferry Is Mirza
Editor : Slamet Oerip Prihadi
Sumber :

Komentar Anda