Stroke.......(2)

Bersama istri di kebun teh di kaki Gunung Lawu, 5 Juni lalu. (FOTO: istimewa)

COWASJP.COM – Benar. Yang dikatakan Dr. Bowo, ketika baterai alat tensi elektrik terlambat mengganti maka hasilnya akan berbeda jauh dibanding yang manual. Bisa terpaut 20. Misalnya manual 130 per 90, maka di elektrik bisa 150 per 100.

Saya sendiri karena disiplin obat, maka rata-rata tensi 130 per 80. Diabetesnya? Ya kembali masalah kedisiplinan. Sehingga sampai kemarin, sebelum makan 100, sesudah makan 140. "Bagus itu, sesudah makan di bawah 180," kata Dr.Bowo.

Karena itu Dokter yang  punya berat badan 73 kg itu, tidak menyarankan untuk chek gula sebulan sekali." Ya cukup dua bulan sekali gulanya dicek," ujarnya.

Nah, karena merasa sudah patuh dengan berbagai saran dokter, maka sayapun beraktivitas seperti biasa. Seminggu sekali jalan-jalan ke mall bersama  anak cucu. Dua bulan sekali menjenguk cucu yang tinggal di Malang. Pokoknya saya dan istri benar-benar menikmati masa tua. Bahkan setiap Hari Raya Idulfitri saya bersama seluruh anak cucu yang berjumlah 16 orang hampir bisa dipastikan ke luar kota selama tiga hari.

Begitulah. Seperti biasanya Hari Raya yang jatuh pada 5 dan 6 Juni 2019 itu, kami anak cucu memutuskan "nglencer" ke Solo selama tiga hari. Di sana saya dan istri sangat menikmati suasana Solo di saat Hari Raya.

Tapi, apa mau dikata dua hari sepulang dari Solo itulah, tangan dan kaki kanan saya terasa kesemutan.

Besoknya saya ke dokter saraf untuk menjalani serangkaian pemeriksaan. Mulai dari tensi sampai pemeriksaan fisik, antara lain angkat kaki, angkat tangan dan  menggenggam. Hasilnya semua normal. Tensi normal 130 per 80. Tapi doker bergumam lirih: "Stroke ringan."

hendraal.jpgRumah Sakit Angkatan Darat (Rumah Sakit Brawijaya) Jalan Kesatrian Surabaya. (FOTO: Koesnan Soekandar)

Tiga hari sudah. Kebas tangan dan kaki saya tetap bergayut. Saya pun gelisah. Maka Senin itu diantar istri dan cucu saya ke RSAD (Rumah Sakit Angkatan Darat) di Jalan Brawijaya Surabaya. Tak lupa saya siap kartu BPJS. Tentu saja perlu antre, tapi akhirnya toh sampai juga di depan.  Dr.Yohannes Sp.S. 

Saya utarakan keluhan saya: Tangan dan kaki kesemutan. Kebas. 

Dokter kemudian menulis resep untuk mengambil obat dan pemeriksaan darah. 

Sepuluh hari kemudian saya pun periksa darah dan foto torax. Hasilnya? Dari foto: Paru baik, jantung normal. Hasil pemeriksaan darah pun relatif baik di usia 75. Kolesterol 179, TG 187, gula darah sebelum makan 98, sesudah makan 148. Urine juga tidak ada kelainan. 

Melihat kenyatan itu hati saya lega. Tapi tetap saja masih ada kegelisahan...takut sewaktu-waktu terjadi serangan stroke kedua. Akh..hantu stroke terus membayangi. 

Bayangan itu seketika hilang ketika Dr. Yohannes tiba-tiba mengatakan  sebulan lagi saya kontrol. 

Hem...setelah hampir empat jam saling tukar informasi dengan  pasien BPJS lainnya, saya pun pulang. Tentu tanpa membayar serupiah pun. Enaknya tanpa membayar,  masih bisa membawa oleh- oleh obat-obatan plus berbagai macam vitamin. Jumlahnya lebih dari 130 biji. Harapannya..semoga dengan obat sebanyak itu ada perkembangan yang signifikan masalah kesemutan ini. Memang, saya harus sabar menunggu sebulan lagi. Apalagi usia sudah lanjut.

Tapi setelah sebulan menghabiskan puluhan obat dan lima macam vitamin. Hasilnya....?" ( Bersambung )

Pewarta :
Editor : Slamet Oerip Prihadi
Sumber :

Komentar Anda