Stroke........!

Koesnan Soekandar (penulis) cek tensi setiap tiga hari sekali bersama istri. (FOTO: istimewa)

COWASJP.COM – "Tulang punggung bapak ini bengkok. Memang sembuhnya agak lama. Terapinya harus renang," kata dokter Soebiantoro Halim, di tempat prakteknya di kawasan Rungkut Surabaya, kemarin sore.

Pernyataan dokter berusia 70 tahun itu melegakan. Tidak main-main. Ini  sungguh membuat kepercayaan diri saya kembali pulih. Kepercayaan kakek berusia 75 tahun seperti kepercayaan anak muda berusia 25 tahun. Kembali berani makan sop konro. Berani melahap kikil. Bahkan siap

KoesnanSoekandar-2.jpgHendraal, sapaan akrab Koesnan Soekandar. (FOTO: istimewa)

melibas sate buntel dan meneguk kopi robusta black.

Kenapa sampai merasa seperkasa begitu? Ya..begini ceritanya!

Terus terang saya sudah sejak awal 1991, sudah terkena diabetes. Artinya sudah 28 tahun harus diet. Berarti sejak usia 47 tahun sampai menjelang 76 tahun ini saya harus disiplin minum obat diabet. Jarang sekali minum manis. 

Tak hanya itu, sejak 2001 saya telah dihajar hipertensi. Tekanan darah tinggi saya ketika itu mencapai 200 per 110. Anehnya saya tidak merasa pusing. Allah Maha Besar..Allah Maha Pengasih! Ketika itu saya kena flu. Batuk. Nah, ketika ke dokter, tekanan darah dicek. Dokter terkejut, tensi saya tinggi.

Seperti juga diabetes. Sejak usia 57, saya juga harus minum obat hipertensi. Seumur hidup. Karena itu, meski sudah menderita diabetes hampir 30 tahun dan 18 tahun tercekik hipertensi saya Alhamdulillah masih bisa jalan-jalan bersama anak cucu. 

Masih bisa berharap banyak untuk jalan-jalan ke luar negeri. Insya Allah. Semua ini terletak dari keyakinan untuk menemukan kuncinya. 

Kuncinya? Saya memang lebih mempercayai obat resep dokter. Disiplin diet. Disiplin minum.obat.

Lantas bagaimana dengan ginjalnya? Alhamdulillah. Meski sudah minum obat-obatan selama 28 tahun, ginjal saya aman-aman saja.

Seperti kata Prof. Dr. Taha, dokter Ahli Ginjal, obat diabetes memang harus diminum seumur hidup. Karena kalau tidak minum obat, maka setelah beberapa tahun kemudian akan terjadi komplikasi. Antara lain gagal ginjal dan stroke.

"Jadi gagal ginjal bukan karena mengonsumsi obat diabetes. Tapi karena justru tidak mau minum obat diabetes, maka terjadi komplikasi," kata Taha.

Peryataan Prof.Taha dan dokter pada umumnya semakin menambah ketebalan kepercayaan saya tentang obat diabetes tidak merusak ginjal. Bahkan obat hipertensi pun tidak merusak ginjal. Seperti kata Dr.JH Bowo, dokter spesialis penyakit dalam. "Obat-obat hipertensi dan diabetes sudah dirancang sedemikian rupa, sehingga aman untuk ginjal seumur hidup. Bapak tidak usah kuatir pokoknya disiplin minum obat. Kalau tidak ada apa-apa, ya boleh cek tensi sebulan sekali," katanya. 

"Kecuali kalau tiba-tiba berdebar-debar. Itu yang harus waspada," tambah dokter yang punya hobi kuliner ini. 

Tapi, saya sendiri cek tensi tidak sebulan sekali. Seminggu dua kali. "Ya nggak apa-apa..tapi tensi elektrik itu harus diperhatikan baterainya. Kalau sudah lemah harus segera diganti," ujar dokter yang suka kerokan ini. (Bersambung)

Pewarta : Koesnan Soekandar
Editor : Slamet Oerip Prihadi
Sumber :

Komentar Anda