Atasi Limbah B3

KLHK Akan Terbitkan Aturan EPR

DR Kurtubi narasumber dalam simposium. (FOTO: Facebook)

COWASJP.COM – Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan (KLHK) akan menerbitkan peraturan EPR (Extended Producer Responsibility) tentang aki sebagai limbah bahan berbahaya beracun (B3). 

"Sebelum diterbitkan, KLHK akan meminta masukan produser aki," tegas Rosa Vivien Ratnawati SH MHD, Dirjen Pengelolaan Sampah dan Limbah KLHK, saat membuka Simposium Nasional Extended Producer Responsibility (EPR). 

Temanya: "Tanggung Jawab Pengelolaan Limbah B3 Timbal (Pb) Aki Bekas."

fery.jpg

Simposium dilaksanakan di Auditorium Universitas Tarumanegara, Jakarta, kemarin (11/9) pagi. 

DR Kurtubi jadi narasumber simposium nasional yang dihadiri akademisi, produsen aki, dan pengamat limbah B3.

fery1.jpg

DR Kurtubi menekankan agar KLHK segera menerbitkan peraturan EPR. "Sehingga, penanganan, pengelolaan dan pengumpulan limbah B3 akan terkontrol," jelas anggota DPR RI Komisi VII yang membidangi energi. 

Pengamat transportasi dan lingkungan Drs Yayat Supriatna MSP mengharapkan pemerintah melakukan penegakan hukum terhadap penampung aki bekas ilegal. (*)

Pewarta : Ferry Is Mirza
Editor : Slamet Oerip Prihadi
Sumber :

Komentar Anda