Kopi Saringan Watu

Pak Imam pemilik gerai KM260B dengan saringan batunya. (FOTO: Joko Intarto)

COWASJP.COM – Bila Anda lewat di jalan tol ruas Tegal - Cirebon, mampirlah sejenak di rest area KM260B. Rest area ini dibangun di bekas gedung pabrik gula Banjaratma, pada abad XVIII. Tahun 1.700-an.

Di rest area bernuansa kolonial itu, Anda bisa menikmati kopi unik yang disaring dengan batu. Namanya: KSW. Kopi saringan watu.

Kreasi kopi saringan watu itu saya ciptakan gara-gara melihat sebuah produk kerajinan dari batu di salah satu gerai. 

“Kalau dikasih air bisa menetes nggak?” tanya saya.

jto1.jpgPenulis (kiri) dan Pak Imam mencoba bikin KSW (kopi saringan watu atau batu).

“Belum tahu,” jawab pramuniaga.

“Boleh dikasih air?” tanya saya.

“Nggak boleh. Harus izin sama Boss dulu,” jawab pramuniaga berjilbab itu.

Pucuk dicinta ulam tiba. Mak jegagik. (Kalau logat Jatim: Mak pethungul). Pak Imam, pemilik gerai, mendadak muncul. Datang. Saya utarakan keinginan saya mengetes batu itu menjadi saringan kopi.

Terinspirasi dari kopi saringan batu di Blue Lotus Coffee House Semarang, saya usulkan kepada Pak Imam untuk membuat kopi serupa. Namanya: KSW. Kopi Saringan Watu.

Kami berdua lantas berkreasi meracik kopi. Kebetulan ada kopi enak: Arabica Sidikalang. Jadilah dia cangkir kopi yang menemani obrolan selama setengah jam.

“Pak Joko sepertinya mahir bikin kopi,” komentar Pak Imam.

Mendengar itu, saya hanya tersenyum. Belum tahu dia kalau yang di sebelahnya Barista Senior Bank Indonesia. (*)

Pewarta : Joko Intarto
Editor : Slamet Oerip Prihadi
Sumber :

Komentar Anda