Silaturahim NU Sedunia di Mekkah

Sholehuddin (berkacamata), Ketua PC ISNU Sidoarjo. (FOTO: istimewa)

COWASJP.COM – Pengurus Cabang Istimewa (PCI) NU Arab Saudi menggelar silaturahim Nahdlatul Ulama sedunia di Tayseer Hotel, Mekkah, Kamis 8 Agustus 2019. 

Banyak tokoh hadir. Dari kalangan pejabat tinggi negara tampak Dubes RI untuk Arab Saudi Agus Maftuh Abegebriel dan Menteri Agama H Lukman Hakim Saifuddin, dan Menpora H Imam Nahrawi. 

Dari kalangan tokoh NU, tampak KH Anwar Mansur, KH Bunyamin, KH Asep Saifuddin Chalim, KH Ali Masyhuri. 

Tampak juga keluarga KH Maimoen Zubair, Mustasyar PBNU yang baru wafat. Gus Taj Yasin dan sejumlah saudara lainnya.
Juga tampak  beberapa politisi, wakil ketua MPR, dan pejabat Kementerian Agama dari tingkat eselon satu hingga pelaksana. Tentu yang sangat antusias, warga NU yang menjalankan ibadah haji, serta para petugas haji baik kloter maupun non kloter yang berasal dari kalangan NU. Mereka tampak memadati aula lantai PR Hotel At Tayseer. 
 
Ketua Pengurus Cabang (PC) Ikatan Sarjana Nahdlatul Ulama (ISNU) Sidoarjo, Jawa Timur, Sholehuddin yang juga hadir mengatakan bahwa kegiatan ini benar-benar membanggakan. 

"Sebagai warga NU dan aktivis NU, saya sangat bangga dengan kegiatan ini. NU tidak hanya besar di Indonesia, tapi kebesarannya sebagai organisasi sudah mendunia," katanya. 
 
Beliau menjumpai beberapa PCINU. Antara lain PCINU Al-Jazair, IPNU-IPPNU Korea Selatan, dan tentu Arab Saudi sendiri.

"Saya melihat ada beberapa anak muda yang pegang kamera. Ternyata mereka adalah pelajar NU yang menempuh pendidikan di Saudi," tutur ketua kelompok terbang atau Kloter 70 itu. 

"Kegiatan ini benar-benar menunjukkan NU yang sebenarnya. Yang bebas dari sekat-sekat kepentingan sesaat," tuturnya. Para tokoh yang hadir dari lintas partai yang sebelumnya berbeda aspirasi politik praktisnya. Tapi kali ini mereka sudah tidak mempedulikan perbedaan itu. Karena sejatinya, esensinya, adalah demi kemaslahatan warga NU.

"Ya, kegiatan ini benar-benar menyatukan NU! Baik secara jamaah maupun jamiyah," pungkasnya. (*)

Pewarta : Imam Kusnin Ahmad
Editor : Slamet Oerip Prihadi
Sumber :

Komentar Anda