Pesawat Siluman J-20 Tiongkok Jadi Perhatian AS

Jet tempur siluman J-20 buatan Tiongkok.(FOTO: Military Watch)

COWASJP.COM – Dalam beberapa hari terahir, Angkatan Udara Tentara Pembebasan Rakyat Tiongkok (PLAAF) telah merilis gambar resmi pertama pesawat tempur J-20. Yaitu pesawat tempur siluman yang sudah operasional ketiga di dunia. Setelah F-22 dan F-35 Amerika Serikat (AS).

Kehadiran J-20 mencemaskan AS. Dikhawatirkan dengan kemampuan J-20 Tiongkok akan memperluas kekuatan dan pengaruh militernya. Ketika Rusia dan lawan tradisional Eropa kehilangan keunggulan karena alasan ekonomi, seperti dilansir The Airway1.

Diberitakan jakartagreater.com, Jenderal Charles Brown, Komandan Pasukan Pasifik AS mengatakan: “Ancaman yang lebih besar, kemampuan yang lebih besar.”

Militer AS percaya J-20 Tiongkok sudah siap operasi tempur akhir tahun ini. Dan, satu skuadron J-20 telah terbang selama beberapa tahun.

Diperkirakan lebih dari 25 pesawat tempur J-20 yang telah dikirimkan ke Angkatan Udara Tiongkok. Ini masih merupakan angka sederhana tetapi signifikan dibandingan dengan apa yang sudah dicapai Rusia dengan Su-57nya, pesawat tempur siluman terbaru yang mulai diproduksi. Namun, proyek yang dipuji Vladimir Putin ini mengalami penundaan besar. 

Jet-tempur1.jpgBagian depan J-20. (FOTO: twitter east pendulum)

Berbeda dengan Rusia, Tiongkok tidak punya masalah dengan kekurangan sumber daya. Dengan ekonomi yang kuat dan sektor industri yang serba guna, Tiongkok ingin menggulingkan AS dalam banyak hal. Termasuk teknologi militer.

Menurut laporan terbaru, para ilmuwan Tiongkok akan mengembangkan jenis material baru yang tidak dapat dideteksi oleh gelombang radar. 

Penemuan ini akan memungkinkan untuk membuat semacam membran yang disebut meta surface yang memiliki sifat menyerap gelombang dalam spektrum apapun.

Tidak diketahui apakah J-20 menggunakan salah satu dari teknologi ini. Tetapi beberapa fiturnya tidak sesuai dengan apa yang diharapkan dari pesawat siluman. Salah satunya adalah mesin_afterburner_, versi lokal dan mesin turbofan Rusia yang digunakan oleh Su-27 sebagai pengganti proyek Cina yang gagal. Karena mesin tidak menghambat panas, motor-motor ini dapat dideteksi oleh sistem sensor.

Jet-tempur2.jpgGenerasi ke-5 Chengdu J-20. (FOTO: commons.wikimedia)

Bagaimana pun, dampak dari J-20 pada strategi AS dapat diukur dengan fakta bahwa Angkatan Udara AS telah membangun sebuah mockup seukuran jet tempur yang baru-baru ini terlihat di pangkalan udara AS. Ini hanyalah struktur statis yang mungkin untuk membantu militer mengidentifikasi aspek-aspek pesawat. Ternyata J-20 memiliki setidaknya satu efek teater militer.

PLUS MINUS J-20

Angkatan Udara Tiongkok pernah menerjunkan J-20 berpatroli di perairan tenggara Cina dan pulau-pulau yang masih disengketakan negara-negara lain. Antara lain Kepulauan Spratly dan Kepulauan Diaoyu (Senkaku).

Seiring dengan mulai beroperasinya J-20 dan dimulainya produksi secara massal, terungkap beberapa kekurangan yang harus dihilangkan dalam versi berikutnya oleh Tiongkok.

Jet-tempur3.jpgF-35 buatan Lockheed Martin Amerika Serikat. (FOTO: wikipedia)

Media Cina mengklaim bahwa sekarang J-20 lebih unggul dari F-22 dan F-35 AS, serta Su-57 Rusia.

Para ahli militer Cina melihat J-20 memiliki keunikan pada konfigurasi aerodinamis yang berbeda secara signifikan dariF-22, F-35 AS dan Su-57 Rusia. Pesawat AS memiliki teknologi siluman yang sangat baik, tetapi ada masalah dengan kemampuan manuver. Karena itu tidak cocok untuk pertempuran jarak dekat. Sedangkan Su-57 sebaliknya. Aerodinamikanya sangat baik, tetapi kekurangan pada teknologi silumannya.

Media Cina mencatat bahwa J-20 memiliki kemampuan yang sangat baik pada sistem aerodinamis dan silumannya. Dilengkapi juga dengan persenjataan rudal udara ke udara PL-12 Rudal buatan Cina ini lebih baik dari rudal R-73 dan AIM-120 AMRAAM, menjadikan kekuatan J-20 telah meningkat signifikan.

Kelemahan utama dari siluman J-20 adalah pada mesinnya. Sebab, saat ini J-20 dilengkapi dengan mesin buatan Rusia.

Jet-tempur4.jpgSukhoi Su-57 buatan Rusia. (FOTO: wikipedia)

Direncanakan beberapa tahun ke depan mesin untuk J-20 akan diproduksi sendiri oleh perusahaan-perusahaan Cina. Diperkirakan awal 2020 Cina akan melengkapi 150 pesawat tempur J-20 dengan mesin buatan dalam negeri.

Para ahli penerbangan Tiongkok memuji pesawat tempur siluman buatan mereka. Memiliki kelebihan pada sisi aerodinamis  dan kemampuan siluman, namun mengakui adanya kelemahan di sisi mesin.

Beberapa pihak di luar Tiongkok mencatat rangka sasis J-20 berat dan lemah. Kemampuan siluman yang terbatas dan mesin yang perlu ditingkatkan.

J-20 agak lebih lambat dalam hal manuver dibanding Su-57, dan kalah pada kemampuan stealth (siluman) dibanding F-35 AS.

Artinya, J-20 mungkin lebih unggul pada sisi stealth dibanding Su-57 Rusia, namun masih kalah dari F-35 AS. J-20 mungkin kalah kemampuan manuver dari Su-57, tapi lebih unggul dari F-35 AS. (jakartagreater.com)

Pewarta :
Editor : Slamet Oerip Prihadi
Sumber :

Komentar Anda