Tiga Dalang Meriahkan Rakornas 3 Lesbumi

Banyak manfaat dalam Rakornas 3 Lesbumi (Lembaga Seni Budaya Muslimin Indonesia). (FOTO: Imam Kusnin Ahmad)

COWASJP.COM – Seratus raja dikumpulkan untuk dipenggal kepalanya. Dijadikan tumbal sebagai syarat pengakuan atas sebuah gelar maharaja, gagal dilakukan. 

Jaya Sundra harus menelan pil pahit atas kekalahannya dari Puntadewa.

Lakon Sesaji Raja Soya dipilih secara langsung oleh Ki Ardhi selaku dalang dan ketua pelaksana Rakornas 3 Lesbumi NU.

"Sesaji Raja Soya dalam pelaksanaannya membutuhkan persaksian 100 raja. Yang akhirnya didapatkan dari 97 raja tawanan Jaya Sundra untuk upacara bhirawa yang akan dijadikan tumbal," ujar Ki Ardhi.

Usai melakukan diskusi panjang berkaitan dengan peneguhan lslam Nusantara di era milenial, peserta Rakornas 3 Lesbumi disuguhi pertunjukan wayang yang apik. Tiga dalang binaan Lesbumi NU berkolaborasi memainkan lakon Sesaji Raja Soya.

Ki Ardhi Purboantono dari Malang, Ki M. Andri dari Trenggalek, dan  Aldewa Riskanadi dari Blitar. Aldewa Riskanadi menjadi dalang termuda dalam pergelaran wayang kulit ini. Usianya 19 tahun.

wayang1.jpg

Wayang merupakan budaya bangsa yang diwariskan oleh leluhur. Tidak hanya menyajikan hiburan bagi masyarakat. Akan tetapi juga membawa pesan nilai-nilai luhur kehidupan di dalamnya.

Aldewa mengatakan agenda Rakornas 3 Lesbumi ini merupakan kesempatan baginya untuk berkolaborasi dengan dalang-dalang profesional. Momentum Rakornas juga dimanfaatkan untuk sharing dengan banyak pelaku seni budaya yang datang dari berbagai penjuru Nusantara.

Aldewa mengaku sempat dilarang keluarganya untuk mengabdikan diri di jalan kesenian. "Mereka khawatir karena ujian sebagai seniman sangat berat. Utamanya menjaga keutuhan keluarga."

wayang.jpgRakornas 3 Lesbumi NU dimeriahkan pergelaran wayang kulit. (FOTO: Imam Kusnin Ahmad)

Aktivitas kesenian menuntut mobilitas tinggi dan pengabdian tulus. Banyak yang tidak kuat hidup di jalur seni.

"Bukan soal finansial, tapi banyak orang-orang di sekitar seniman yang tak kuat megabdikan diri di jalan itu," tambahnya.

Ki Andri juga mengatakan bahwa banyak manfaat yang dipetik dari momentum Rakornas 3 Lesbum ini. "Di dalam forum kita mendapatkan materi, di luar forum kita bisa saling bertukar cerita dengan pengurus Lesbumi dari banyak daerah di Indonesia," ungkap dalang yang juga piawai membuat wayang kulit itu.

Ia mengakui bahwa penggalian kesejarahan dan keilmuan banyak ia lakukan dengan sahabat-sahabatnya di Lesbumi. Mereka tak sekadar memainkan wayang, tapi juga menggali dan menginternalisasi nilai-nilai adiluhung yang terkandung di dalam seni wayang kulit. (*)

Pewarta : Imam Kusnin Ahmad
Editor : Slamet Oerip Prihadi
Sumber :

Komentar Anda