Sang Juara dari Cilacap

Juara lomba da'i, juga dalang wayang kulit.

COWASJP.COM – Ulin Nuha, mahasiswa program studio Bimbingan Konseling (BK) Universitas Nahdlatul Ulama Al Ghazali, Cilacap, semester II berhasil menjuarai Grand Final di Studio Indosiar, Jakarta, Selasa (4/6) tadi malam. 

Ulin juara setelah melewati rangkaian audisi dan tampil di setiap babak panggung Aksi Indonesia 2019. Ulin merebut poin 44,64, tertinggi di antara peserta lain yang masuk tiga besar grand final. 
Dua pesaingnya: Suwandi han g ya mendapat poin 27,70; sedangkan Donidion dengan poin 27,65.          Atas keberhasilannya Ulin berhak mendapatkan hadiah Rp 100 juta dan paket perjalanan umrah ke Tanah Suci. Ulin juga berhak mewakili Indonesia di ajang Aksi Asia pada 2020 mendatang.

Saat pengumuman juara, dalang wayang kulit muda yang kerap mentas di berbagai kecamatan di Cilacap dan di luar Cilacap ini didampingi ayahandanya, M. Darto Wahab Noor. 
Sesaat setelah diumumkan, ia  dan ayahnya langsung bersujud menandai rasa syukur atas kemenangan yang diraihnya.

Ulin menyampaikan terima kasih kepada seluruh pihak yang telah memberikan dukungan, hingga ia bisa masuk ke grand final dan juara. Keberhasilan ini tak lepas dari doa orang tua dan seluruh pihak, terutama keluarga besar NU.

kusnin.jpgUlin Nuha dari Cilacap.

"Terima kasih kepada PBNU, dan seluruh lembaga di bawah naungan NU, PCNU Cilacap dan lembaga-lembaga yang telah mendukung. Terutama para pendukung kami dari Cilacap," kata Ulin.

Ia juga menyampaikan terima kasih kepada para guru, kiai, dan mentor Indosiar yang telah mencurahkan ilmunya. Ia memohon agar tidak bosan memberikan ilmu, ridho dan berkahnya.

"Ilmu tidak akan membawa manfaat tanpa ada barakah dari para guru," tegasnya.

Ulin Nuha merupakan putera Cilacap dari Desa Karangrena, Kecamatan Maos, Cilacap, Jawa Tengah. Putra dari pasangan M Darto Wahab Noor dan Siti Wastiati. Sangat terampil mendalang. Keterampilan mendalangnya ini diperoleh dari para tetangga yang kebanyakan seniman wayang kulit. Memang Karangrena dikenal sebagai desa budaya. 

Tampil di atas panggung juga sudah tidak asing lagi bagi Ulin. Sejak duduk di Sekolah Menengah Pertama (SMP) dia sudah biasa pentas sebagai dalang wayang kulit.

“Saya ingin menghidupkan kembali khasanah budaya wayang kulit sebagai salah satu budaya adiluhung yang perlu dilestarikan. Menjadikan wayang kulit sebagai media dakwah," tuturnya.

Hadir memberikan dukungan pada Grand Final tersebut, Ketua Umum PBNU KH Said Aqil Siroj yang sekaligus didaulat untuk menyerahkan hadiah kepada Ulin.(*)

Pewarta : Imam Kusnin Ahmad
Editor : Slamet Oerip Prihadi
Sumber :

Komentar Anda