Ramadhan Kareem

Makkah Royal Clock Tower

Di bawah jarum hijau (FOTO: Arini Jauharoh/CoWasJP)

COWASJP.COM – Tarawih di Masjid Haram selesai pada pukul 23.00. Kehidupan di sekitar  Masjid Haram di Mekkah Al Mukarromah, tak  ada jeda. Toko-toko dan mall buka non stop. Seakan mencerminkan kehidupan dunia akhirat. Usai berdoa, bertafakur dan menangisi diri, ditambah menghayati suara merdu menyayat hati suara Imam Besar Masjid,  jamaah  bisa menyeberang ke  hotel depan masjid yang bersatu dengan mall, atau toko-toko kecil di sekitar masjid.

Di situlah transaksi dunia terjadi. Sayapun demikian tak akan mau tertinggal untuk kehidupan di dunia di sana, untuk melengkapi kehidupan akhirat. Usai tarawih pukul 23.00 saya menyeberang ke Mekkah Royal Clock Tower yang memiliki 120 lantai, untuk  melihat clock tower museum atau Museum Menara Jam.

arini2.jpgPenulis saat berada di belakang mesin jam hijau.

Untuk masuk ke sana, peminat harus menyiapkan uang 150 riyal atau jika dikurskan dengan rupiah setara Rp 600 ribu.

Tak terlalu antre. Hanya  7-an orang saat itu. Calon penonton harus sabar menunggu penonton lain, hingga memenuhi kuota sekitar 10 orang satu slot. Maklum akan diputarkan video pengantar sebelum diajak naik ke lantai 120. Saat menonton video pengantar, sekilas ada pak Dahlan Iskan dalam video tersebut saat melihat museum.

Setelah itu calon penonton diberi alat penerjemah beserta earphone. Tinggal memencet menu bahasa yang dipilih.  Alat ini  yang akan menjelaskan semua alat peraga, dan  video  4 dimensi yang menjelaskan bumi dan galaksi lain di sekitar bumi. Alat ini cukup menarik, meski hanya mesin, penjelasan yang diberikan bisa berubah sesuai kaki kita berada di lokasi mana.

Setiap penjelasan akan mengutip beberapa ayat Alqur'an yang terkait dengan obyek. Misal saat saya menginjak tentang obyek bulan, dia akan menjelaskan tentang bulan dengan lengkap, diawali dengan nukilan ayat Alqur'an tentang bulan.

arini1.jpgAlat peraga bulan.

Lalu saya akan pindah ke matahari, alat ini otomatis  menjelaskan tentang matahari. Di sela-sela sambil jalan, di dalam museum kita bisa melihat langsung lewat kaca transparan, mesin jam yang terus bergerak. Jam ini biasanya terlihat hijau jika malam hari.

Usai melihat  bumi dan galaxi lain, terakhir penonton disuguhi pemandangan  spektakuler. Berada di bawah jarum jam hijau, kita bisa menyaksikan jutaan manusia berada di Masjidil Haram dan ribuan orang seperti semut sedang melaksanakan thowaf. 

Gedung setinggi 1.972 kaki atau sekitar 601 meter ini adalah gedung tertinggi ke 3 setelah Shanghai Tower di China dan Burj Khalifa di Uni Emirat Arab. 

Gedung ini memiliki fungsi utama sebagai hotel dengan 120 lantai, namun di dalamnya juga terdapat conference center, museum Islami, serta ruang ibadah yang mampu menampung hingga 10.000 orang.

Luangkan ke sana saat di Mekkah...(*)

Pewarta : Arini Jauharoh
Editor : Slamet Oerip Prihadi
Sumber :

Komentar Anda