Content Agency Network

Joko Intarto (Foto: Kalteng Pos)

COWASJP.COM – Media konvensional boleh mati karena perubahan teknologi. Tapi konten akan selalu dicari. 

Saya punya sebuah grup whatsapp. Dulu namanya: Disway Media Network (DMN). Anggotanya para pimpinan media yang menerbitkan artikel karya Pak Dahlan Iskan, yang resminya terbit di website Disway.

Sejak pekan lalu, saya sebagai admin grup menggganti namanya menjadi CAN: content agency network. Menjadi jaringan penyedia konten. Anggotanya lumayan banyak. Dari seluruh Indonesia. Mewakili hampir semua provinsi.

Perubahan nama grup itu karena muculnya gagasan untuk membuat model bisnis baru sebagai agen penyedia konten untuk berbagai media. 

Konten yang disediakan berformat teks (artikel) dan foto. Penyediaan konten berformat video juga bisa dilayani, asal ada permintaan sebelumnya.

Meski digawangi para pimpinan media, CAN hanya akan menyediakan konten features (soft news). CAN tidak menerbitkan artikel tentang politik dan hukum khususnya kriminalitas. CAN akan fokus pada penyediaan konten bertema life style seperti pariwisata, kesehatan, pendidikan, kebudayaan, ekonomi kreatif dan humaniora.

Ada dua produk layanan yang disediakan CAN. Masing-masing: konten website dan konten buku.

Layanan konten website untuk melayani pengelola website, blog dan media sosial yang membutuhkan konten secara teratur. Misalnya, setiap hari atau seminggu sekali. Sedangkan layanan konten buku untuk melayani pelanggan yang ingin menerbitkan buku.

Model bisnisnya mirip kantor berita. Pelanggan bisa menikmati layanan CAN dengan sistem berlangganan. Bisa time base (bulanan). Bisa volume base (jumlah berita dan foto). Bisa juga dengan kontrak khusus untuk layanan yang bersifat spesifik.

Bagaimana menurut Anda? (*)

Pewarta : Joko Intarto
Editor : Slamet Oerip Prihadi
Sumber :

Komentar Anda