CocoVine Diperjuangkan Go International

Dra Hj Noviantika Nasution (kiri) dan penulis, Arif Novantadi.(FOTO: CowasJP)

COWASJP.COM – Ada secercah harapan besar dalam lubuk hati Dra. Hj. Noviantika Nasution, M.Si. Ini terekam jelas dalam peristiwa sangat bersejarah di Kota Bogor, Juma’t pagi (5 April 2019) lalu. Saat itu, terjadi aksi ‘’Sosialisasi Penggunaan CocoVine® sebagai alternatif pangan sehat bagi Kelompok Tani Kota Bogor.’’ 

‘’Saya sudah biasa dalam banyak pertemuan. Baru kali ini saya merasa agak grogi. Merinding. Dada saya bergetar. Macam-macam,’’ katanya.

Calon lesgislatif (Caleg) nomor urut 2 dari Partai Amanat Nasional (PAN) Daerah Pilihan Kota Bogor dan Kabupaten Cianjur itu memang menggelar pertemuan dengan para petani kota di Gedung Pool, Jalan Merdeka, Kota Bogor. Pertemuan kali ini agak istimewa. Bukan hanya kampanye politik. Apalagi menjelang Pemilu 17 April mendatang. Kali ini Novi justru memprakarsai pertemuan guna sosialisasi sebuah produk inovasi teknologi hasil pertanian, 

Produknya merek CocoVine®. Sebuah produk pengawet alami hasil inovasi teknologi temuan AgroInovasi, Balitbangtan, Kementerian Pertanian RI.  Produk itu mampu mengawetkan bahan baku pangan, seperti daging sapi, daging ayam, tahu, juga mie. ‘’Hebatnya, CocoVine® ini mampu mengawetkan selama tujuh jam suhu ruang,’’ ungkap Wiwik Puntorini, SPd selaku produsen tunggal CocoVine® dan pemegang lisensi/hak tunggal produksinya.

CocoVine-3.jpg

Yang lebih menarik, CocoVine® tidak hanya mampu mengawetkan bahan baku pangan. Namun, juga mampu membuat bahan baku pangan tersebut memiliki kualitas jauh lebih baik. Rendang daging sapi, misalnya, bumbunya jauh lebih meresap. Rasanya pun bisa jauh lebih nikmat. Untuk daging ayam, justru bisa terasa lebih gurih dan lebih renyah setelah digoreng. ‘’Mungkin karena bahan baku utamanya berupa air kelapa,’’ kata Wiwik.

Wiwik mengungkapkan bahwa CocoVine® sebenarnya bisa dijadikan solusi nasional. Ini mengingat formalin sebagai pengawet bahan baku pangan sudah dilarang pemerintah selama puluhan tahun. Tapi, tidak ada solusi cerdasnya.  Formalin sudah menghadirkan puluhan triliun rupiah untuk beredar di masyarakat Indonesia.  Ini sebabnya dia bersyukur dan berterima kasih kepada Noviantika yang telah sudi turun tangan dalam kegiatan sosialisasi CocoVine® ini. 

Prestasi CocoVine® pun sebenarnya tidak sederhana. Oktober tahun 2018 lalu CocoVine telah berhasil menjadi Juara 2 Nasional Kemenristekdikti.  Kiprahnya menjadi juara itu saat diselenggarakan Inovasi Inovator Indonesia Expo 2018 di CityMall Jogjakarta. ‘’Ini tadi yang membuat saya agak grogi. Ada prestasi nasional di Kota Bogor. Prestasi ini harus dikembangkan secara nasional. Bahkan, juga di tingkat internasional,’’ tegas Novi.

CocoVine-2eeff6.jpg

Formalin sebagai pangawet bahan pangan sudah dilarang Pemerintah c/q Kementerian Kesehatan sudah sejak 29 tahun lalu. Tidak ada solusi cerdas hingga sekarang. Inovasi teknologi cuka kelapa ditemukan Kementerian Pertanian pada tahun 2015 lalu. Melalui proses hilirisasi teknologi cuka kelapa itu jatuh pada pilihan CV Loji Laju Inovasi pimpinan Wiwik Puntorini selaku IKM produsen  Minuman Relaksasi yang pertama di dunia, merek: PalaBoo®.

Novi mengaku bahagia bisa hadir dalam sosialisasi CocoVine® ini. Di hadapan 110 peserta yang hadir dalam pertemuan itu dia berkisah, bahwa awalnya bertemu PalaBoo® saat hadir di Puspiptek-Serpong, dalam sebuah pertemuan Kemenristekekdikti. Hingga kini dirinya berlangganan PalaBoo® sejak 4 tahun silam. Namun, tidak menyangka dalam perjalanan berikutnya ada CocoVine®. ‘’Setelah PalaBoo®, ternyata kini ada produk yang jauh lebih hebat lagi: CocoVine®. Ini hebat, mampu mengatasi masalah nasional,’’ katanya.

Sebagai Calon Legislatif tentunya tidak ingin berpangku tangan belaka. Saatnya nanti duduk di DPR-RI,  Novi mengaku akan berjuang sekuat tenaga. ‘’Jangan hanya dikenal di Kota Bogor saja. CocoVine® harus berkembang secara nasional. CocoVine® wajib berkembang secara internasional. Masalah pengawet bahan pangan ini sangatlah penting, terutama kesehatan,’’ tegasnya optimistis. 

Sementara itu, Titik Purwati, Ketua Umum Aswatani (Asosiasi Wirausaha Tani) Kota Bogor menegaskan bahwa CocoVine® ini sudah menjadi produk kebanggaan Aswatani dan Pemerintah Kota Bogor. Selain inovatif dan sudah berprestasi nasional, CocoVine® pun sebenarnya merupakan solusi nasional. ‘’Ini solusi larangan pemerintah terhadap formalin sebagai pengawet bahan baku pangan. Apalagi, CocoVine® lebih alami dan back to nature,’’ katanya.

Pertemuan anggota Aswatani itu juga dihadiri Kepala Bidang Penyuluhan Dinas Pertanian H. Dian Herdiawan, dan Kepala Seksi Peternakan Lilis. ‘’Saya ini termasuk saksi mata kehebatan CocoVine®. Saat sosialisasi di rumah potong ayam beberapa waktu lalu, saya membuktikan sendiri. Daging ayam dicelup CocoVine® saja. Direndam sebentar. Tanpa bumbu apa-apa lagi. Digoreng. Wooww lezatnya, luar biasa,’’ paparnya. (*)

Pewarta : Arif Novantadi
Editor : Slamet Oerip Prihadi
Sumber :

Komentar Anda