Lebih Dekat dengan Dhimam Abror (5)

Jurnalis Tanpa Target Karier

Dhimam Abror (kanan) dan Cowaser Abdul Muis.(FOTO: CowasJP)

COWASJP.COM – Mantan redaktur senior Harian Jawa Pos, Didik Pujiyuwono, memberikan catatan khusus terhadap Dhimam Abror, mantan Pemimpin Redaksi Jawa Pos yang kini menjadi Caleg DPR RI Dapil Jatim 1 (Surabaya dan Sidoarjo) nomor urut 2 dari Partai Amanat Nasional (PAN). Berikut ini tulisannya dengan gaya bertutur:

---

Dhimam Abror Djuraid, Ror—saya lebih suka menyebutnya begitu-- karena 'karakter' yang melekat pada inisial itu memang 'kunci' untuk mengenalnya. 

Ror, orang baik, bukan dalam pengertian biasa. Ror, sosok yang kompleks. Dalam istilah anak muda sekarang, dia berisi 'paket lengkap'. Bisa jadi ustadz, intelektual yang mumpuni, organisatoris yang dinamis, namun jauh dari oportunis.

Dhimam-Abror-4.jpgDhiman Abror Djuraid. (FOTO: Istimewa)

Dan, yang baru belakangan saya tahu, Ror juga seorang ayah yang demokratis dengan anak-anaknya yang sangat merdeka dengan pilihan-pilihan kehidupan mereka yang penuh warna.

Jurnalis Tanpa Target

Tentu saja, Ror pertama-tama adalah seorang jurnalis. Juga bukan dari jenis yang biasa , yang melihat karier di ranah ini sekadar jadi birokrat media. Yang hidupnya cuma dari mematok target hari ini jadi wartawan, besok jadi redaktur, dan tahun depan redaktur pelaksana, lantas kalau mujur dan disukai pemilik modal menjadi pemimpin redaksi. 

Ror jauh dari itu. Meski tercatat beberapa kali jadi pemimpin redaksi di berbagai media, tetapi Ror bukanlah tipe yang 'disukai'  pemilik modal. Sebab, bagi Ror jurnalistik tidak berhenti pada kulakan warto dan adol jare. 

Jurnalistik adalah perkara nilai. Baca saja tulisan-tulisan Ror. Tentu kita tak akan menjumpai gaya-gaya narsistik tentang diri sendiri yang berpelancongan kesana-kemari namun tanpa isi. 

Yang saya sukai dari tulisan-tulisan Ror adalah berbagai perspektif yang selalu meninggalkan 'bahan' untuk direnungkan. Tulisan Ror cocok dengan motto yang hampir hilang itu: enak dibaca dan perlu.

Berbeda dengan tulisan lainnya yang lebih sering muncul, mungkin memang enak dibaca, tetapi tak ada gizinya.

Doa Sahabat

Kini, Ror --sang sahabat-- mencoba menapaki dunia baru: 'dunia persilatan' yang sebetulnya pernah bersinggungan sedikit-sedikit pada masa lalu. 

Ruang publik yang bakal terhampar di depannya  jelas lebih luas dan menuntut tanggung jawab yang bukan main. 

Saya pribadi, percaya Ror akan mampu mengemban ini dengan baik. Saya juga percaya, Ror bisa mempersempit jurang menganga di ranah ini; antara apa yang diucapkan dan apa yang dilakukan!

Untuk Ror, doa saya sekeluarga menyertaimu. Aamiin. (*)

Pewarta :
Editor : Slamet Oerip Prihadi
Sumber :

Komentar Anda