Sang Begawan Media

Tawa Duka

SUASANA sarasehan para perusuh Disway dengan Dahlan Iskan di Kampung Agrinek, Cikeusik, Pandeglang, Banten, 31 Desember 2022. (FOTO: Raka Denny)

COWASJP.COMDUKA akhir tahun pun hilang di Cikeusik. Terutama setelah bertemu 21 ''Perusuh'' Disway di Banten Selatan itu. Kemarin. Khususnya setelah mengenal satu per satu siapa mereka.

Meski 21 orang itu hasil undian, ternyata cukup mencerminkan profil pembaca Disway secara keseluruhan. Wanitanya, 6 orang. Yang Tionghoa 5 orang.

Latar belakang pendidikan mereka pun mencerminkan profil pembaca Disway: ada sarjana fisika ITB, ada sarjana matematika murni, ada alumni UIN Pekanbaru dan Jakarta. Ada sarjana ilmu komputer. Ada akuntansi. Ada seorang dokter. Yang lulusan SMA hanya satu orang –dua dengan saya. Ia asli wong kito Palembang. Pedagang. Sudah punya 4 toko. Tokonya tetap berkembang meski diserbu Indomart dan Alfamart. Pertanda ia sudah siap memasuki persaingan kelas berat. 

Juga ada satu orang mantan TKW. Perusuh lulusan SMP ini dikawini perusuh laki-laki jauh sebelum ada rubrik komentar. Hebatnya Sang TKW mempunyai data berharga di negara tempatnyi bekerja. Info itu disampaikan kepada sang suami. Lantas info itu pun jadi ladang bisnis suami-istri ini.

Bisnis itu menghasilkan. Belakangan dia sering diajak suami mondar-mandir ke negara tempat dia jadi TKW dulu. Kali ini dalam status yang sudah sebagai juragan bisnis.

Hidupnya pun kelihatan bahagia. Wajahnya ceria. Banyak senyum. Tinggi. Langsing. Perusuh lain pun salah sangka berapa umurnya.

Rupanya ia sadar: tampangnya jauh lebih muda dari umurnya. Maka di depan para perusuh itu ia mengadakan sayembara: siapa yang bisa menebak berapa umurnya.

Tebakan itu berhadiah: yang bisa menebak dengan benar diberi hak memilih hadiah. Yang mana? Yang di dalam kantong kanan atau kantong kirinya.

Akhirnya ada satu yang benar: Si pedagang dari Palembang itu. Tebakannya tepat: umurnya 50 tahun. Maka ia memilih hadiah yang di kantong kanan. Ternyata isinya uang dua lembar warna merah. Nilainya ternyata lebih besar dari isi kantong kiri: dua lembar juga tapi warna biru.

Ada juga yang membawa hadiah tanpa harus diundi. Ia perusuh dari Pekalongan. Ia membawa barang yang lagi top-hot di rubrik komentar: kopi tahlil. Jadilah kopi tahlil rebutan. Banyak yang ingin mencoba seperti apa rasanya. 

Sayang tidak ada yang membawa hadiah berupa kopi sachetan yang naik daun dua minggu terakhir. Saya sendiri tidak begitu paham mengapa kopi sachetan bikin heboh. Saya sampai minta salah seorang perusuh untuk menceritakan asbabun nuzul isu sachetan itu.

Salah seorang perusuh Tionghoa berpendidikan marketing di Los Angeles. Ia dapat tawaran kerja di sana, tapi pilih pulang ke Indonesia: untuk membuat program satu juta kacamata untuk anak orang miskin yang memerlukannya.

Latar belakangnya mengharukan. Ada anak kecil. Nilai rapornya buruk. Dimarahi terus oleh orang tuanya. Sampai si anak depresi. Belakangan baru diketahui bahwa pandangan anak itu blaur. Ia tidak bisa membaca huruf-huruf yang ditulis guru di papan tulis.

Perusuh yang satu lagi lulusan Toronto. Ilmu komputer. Ia memilih terjun ke pertanian organik. Istrinya seorang dokter. Lima tahun lagi pensiun dari BRIN. Sang istri juga ikut terjun ke pertanian organik.

Yang sarjana matematika murni tadi, juga terjun ke pertanian: holtikultura. Di Blitar. Mula-mula sewa lahan orang lain. Sekarang sudah punya lahan pertanian sendiri.

Pak Thamrin Dahlan adalah salah seorang perusuh tertua. Usianya 70 tahun. Ia pensiunan polisi. Pangkat terakhirnya kolonel. Satu tingkat lebih tinggi dari pangkat Polwan istrinya. Pak Thamrin sudah menulis lebih 70 buku. Juga ribuan puisi.

Sedang perusuh termuda berumur 23 tahun. Masih semester 5. Agak telat. Selama pandemi ia istirahat kuliah. Ia juga melakukan sayembara. Sayembaranya disambut meriah: barang siapa punya kenalan wanita yang ingin nikah agar dihubungkan kepadanya.

Ada satu lagi yang juga masih bujangan. Tionghoa. Kerja di bidang real estate. Tapi ia sudah punya calon S3. Ia tidak perlu adakan sayembara.

Mengapa pilih kerja di real estate? "Saya sudah bertanya ke tiga orang suhu. Tiga-tiganya sama: hoki saya di bisnis yang terkait dengan tanah," katanya. Ia memang pernah bisnis pakaian. Gagal. Dagangan bajunya laris sekali, tapi tidak bisa jadi uang. "Ternyata pakaian itu masuk kategori kayu. Saya diramal tidak sukses di bisnis yang terkait dengan kayu," tambahnya.

Begitu total ia terjun ke bidang real estate, sampai-sampai harus belajar fengsui. Ia harus tahu rumah seperti apa, menghadap ke mana, tangganya berapa, dan di sebelah mana diletakkan pintunya.

perusuh1.jpgKESERUAN para perusuh Disway saat berfoto bersama di Kampung Agrinek. (FOTO: Raka Denny)

Kini ia tidak hanya mengerti fengsui. Sudah mulai banyak yang bertanya kepadanya soal fengsui rumah konsumennya. Siapa tahu kelak ia lebih kaya karena ramalannya daripada real estatenya. 

Ternyata ada satu orang ''penyelundup'' ke forum ini. Penyelundup tengah malam. Dia datang pukul 22.30, ketika semua perusuh sudah terlelap. Dia adalah Jenny Wijaya, Si pejuang sagu. Dia bilang hanya untuk ikut senam-dansa. Tapi rasanya dia juga ingin tahu sosok para perusuh yang lagi kumpul di Agrinex. Dia merasa pernah jadi korban perusuh. Yakni ketika fotonyi bersama saya diramesi agak seronok sampai foto itu diganti. Padahal hanya foto rangkulan.

Tentu ada satu topik yang dibahas dengan gelak tawa sampai air mata berderai-derai: mengapa ada satu perusuh yang batal datang. Saya pura-pura tidak mendengarnya tapi ternyata tidak berhasil menyembunyikan tawa. 

Pagi-pagi, sebelum senam, saya keliling villa-villa di Agrinex. Saya ingin tahu apakah banyak ular di sekitar villa. Saya memang sudah bangun pukul 02.45: sstttt Liverpool main lawan Leicester City.

Acara Perusuh pun ditutup dengan pesta durian. Teman-teman dari PLN Banten Selatan datang membawa durian Badui. Banyak sekali. 

Maka lengkaplah kegembiraan akhir tahun. Bisa menghardik duka sepanjang 2022. (*)

Komentar Pilihan Dahlan Iskan
Edisi 31 Desember 2022: Tahun Perusuh.

Leong putu

Mungkin Mbak Pipit memang ndak kepingin kalau Pak Pry datang. Takut acara yg udah dirancang meriah, berubah kacau. Jadi dihembuskanlah kabar tidur di tenda itu. Titik berangakat diubah dan Pak Pry diibaratkan wortel dalam sup. Dia sudah tau kalau Pak Pry pastiiiiiiiiii bakal over reacted. Dan ternyata benar, Pak Pry gak datang. Acarapun lancar. Terkadang memang perlu menghilangkan satu ekor ayam ditengah kumpulan Harimau, agar tidak terjadi caos. Dan trick dari Pipit berhasil dengan gemilang. .... #edisi kompor² Wkwkwk

Amat Kasela

Perusuh terkuat di Disway itu cuma takut air dingin saja

Jhelang Annovasho

Desember ini genap setahun membaca disway via situs, setelah 3 tahun membaca via FB. Di kantor bertemu rekan kerja, namanya pak Malik, yang sering membahas kabar dari Disway. Awalnya saya tidak punya ekspektasi apa-apa sampai kemudian beliau mem-WA, "Selamat pak, dipilih Abah DI komentar Pian jadi komentar terbaik". Semenjak itu sering kami membahas Disway, termasuk perusuhnya, termasuk Pak Pry. Tindak-tanduk kaum perusuh memang lucu, khas bapak-bapak. Tidak apa-apa saya yang baru akan umur 31, pak Malik yang lebih muda lagi, senang membaca juga komentar kaum perusuh. Toh kami juga akan menjadi bapak-bapak (meskipun sekarang baru di bagian pengantarnya). Selamat berkumpul dan berbahagia di Agrinex, peluk jauh semuanya. Selamat menikmati akhir tahun, selamat Tahun Baru 2023. Salam dari Palangka Raya.

Warung Faiz

Saya tuh yakin,yg lain pun jg yakin kalo Abah DI bukanlah anggota suami takut istri.... Soalnya beliau ketuanya... Ha..haa..ha

Leong putu

Perusuh. Itu julukan bukan gelar. Semacam pelakor atau pebihor namun bukan koruptor apalagi Profesor (HC)...wkwkek. .... Awalnya, seingat saya mendapat julukan Alay and the gangs dari Pak Mirza. Merujuk kepada tingkah polah sekelompok komentaror yang komen selalu di luar topik /artikel. Komennya beragam mulai dari plesetan, gojlokan dan humor. Kelompok itu awalnya digawangi oleh Anak Alay, Mbah Kliwon, Mbah Mars dan Donwori (kurang lebih itulah). Sampai suatu saat masuk satu orang. Setelah itu mulai komennya tambah gak karuan. Cenderung porno atau ngeres. No reken lah pokoknya, "seperti" menganggap bos disway itu gak ada. Asik komen sendiri mengaburkan inti artikel. Sampai suatu saat, Mbah Mas nyeletuk "dasar perusuh", entahlah kira² begitu. Mulai saat itu istilah "perusuh disway" mulai eksis. Lalu makin lama makin rusuh dengan bergabungnya : Amat K, Padas Gempal, Udin S, Parikesit, Otong S dan seterusnya... Semoga Mbah Mars bisa menambahkan.

Jo Neka

Kata PERUSUH mendapat arti yang berbeda di Disway..Kata ini sering saya pakai pada saat membalas komen Anak Alay Kliwon dan Leong Putu.walau saya tidak berani menagaku kata itu dari saya.Tujuan saya hanya untuk lucu2an.Dan kami memang Nyambung di disway walau tidak kenal secara pribadi..Apalagi saat saya bilang Sodokan om Leong lembuuut.Anak Alay langsung.NGERESSS..Btw selamat berbahagia para Perusuh.Hal kecil akan menjadi indah saat di kerjakan dengan Cinta yang besaaar.

Leong putu

Selamat Pagi Pak Jo... Saya masih ingat kata² itu....semoga kita diberi umur panjang serta kesehatan sehingga tetap bisa berbagi keceriaan bagi sebagian orang. Dan kami minta maaf untuk yang sebagiannya lagi. Karena kami yakin pasti ada yg risih dengan celotehan kami yang "rusuh".

Jokosp Sp

Kumpul perusuh di Agrinex telah menghilangkan kesedihan. Itu jadi penutup tahun yang harusnya Abah ikut dapat dari gegap gempitanya BAYAN yang menjadi orang terkaya no.1 di Indonesia. Ada janji kah Bah kemarin - kemarin saat diendors di Disway, kalau sahamnya melejid dapat sekian % ? Perjalanan nun jauh sampai pedalaman Kalimantan darat dan sungai dilalui ? Mudahan beliaunya belum ingat saja Abah. Bisa buat nanti di tahun 2023. Sekarang nikmati dulu dengan perusuh dan teman Disway, semoga lebih hangat dan meriah karena ketidak hadiran Pak Pry. Mboh Pak Pry akan komen gag hari ini ? Saya berharap tetap komen. Salam.

Kalender Lengkap

Kalo taun depan rencana ada camp perusuh lagi, sy usul lokasinya di titik nol ibu kota baru, biar bisa semacam napak tilas. Oh ya, metodenya jangan diundi kayak sekarang, tapi para perusuh terpilih berdasarkan jumlah suara. Jadi bisa diliat keberhasilan para perusuh tersebut berkampanye. Untuk sponsor gampanglah, tinggal WA orang terkaya di Indonesia, Om Low.

Otong Sutisna

Pak Pry memang perusuh sejati, kalau komen selalu di rusuhi ...ga komen semua pada kangen.... betul - betul manusia langka harus di awetkan... ups' maksudnya dilestarikan...ups' salah lagi.,apa yang cocok ya.,... Salam sehat dan happy new year 2023

Jimmy Marta

Menjadi pembaca aktif chd disway, saya mungkin sekitar dua tahun. Dan ikut aktif komen sekitar setahun. Tapi kalau "kenal" abah itu sy sudah bertahun tahun. Saya baca catatan Dahlan Iskan sudah sejak di Jawa Pos. Dan juga via koran daerah yg belakangnya expres, masih grup JP juga. Gk ingat lg persisnya, tp mungkin lebih dari satu dekade yg lalu. Gegara di harian daerah itu cdi nya gk lg muncul, sy penasaran. Coba2 searching, akhirnya nyasar ke chd disway ini. Tak baca dari disway versi lama, manufacturing hope, hingga pindahan ke rumah baru disway versi yg skrg. Seperti si mawar, mulanya bc artikel dan komen saja. Gk berani ikut komen -wong basic e teknik-. Apalagi jk melihat komen terpilih sekelas pak Mirza, mbah Mars...Wuih... tampang mu jauh.. Dg mengumpulkan segenap kekuatan dan segala keberanian, lalu ikut nyoba2 komen. terpilih...wuiiih.. bisa men... ................ Usah berteduh dipohon talas/ Baju basah jemur di lantai/ Sejarah perusuh sudahlah jelas/ Itu kisah saya nyasar di disway #catatan akhir tahun

Amat Kasela

Tersandar Di Sudut ruang Setengah muka Di balik tiang penyangga Kaukah itu? Mana kumismu? At, aat .... The jomlo

Kliwon

Pak DI yang sedang berduka.. Singkirkan dulu duka lara nya.. Buang dulu gundah gulana nya.. Simpan dulu bermuram durja nya.. Pak DI yang tamvan mempesona.. Badan sehat begitu bugarnya.. Sate gule & durian tetap dilahapnya.. Bisa makan enak tak ada pantangannya.. Mobil & rumah satupun tiada cicilannya.. Tabungan melimpah begitu banyaknya.. Anak²nya sukses begitu hebatnya.. Sungguh.. Satu duka tak kan menghapus sejuta nikmat-Nya.. --Dari perusuh Disway yang belum banyak tabungannya--

Amat Kasela

Empat lima kuriding patah/ Kuriding banjar patah sebilah/ Sekadar foto bersama Abah/ Kuda bima pun juga pernah

ASHARI ASHARI

Pingin bergabung dengan Perusuh Disway, sayangnya terkendala kista - 5 hari tersandera di RSUD dengan pelayanan ala BPJS Kesehatan. Pernah WA pak DIS waktu menjadi "sesustu" dulu, dan dibalas. Senangnya...sampai kini WA masih disimpan. Satu saat jika mampir di Sleman DIY, bisa sua. Sehat selalu pak dan keluarga. Nat Tahun baru 23, sukses selalu

Haruntri Purnomo

Apakah tadi malam Abah dan Para Perusuh menikmati hangatnya kopi tahlil yang saya pesan ke Pak MZ Arifin UZ untuk dibawa ke Agrinex ?☕

ALI FAUZI

Kalau saja ada peserta camping perusuh CHD di Agrinex yang bikin tulisan reportase seputar camping itu: Dari berangkat sampai bubar. Kalau tulisannnya menarik dan tidak terlalu mbulet, Pak DIS mungkin menjadikannya tulisan CHD besok (Minggu, 1 Januari 2023). Kalau tulisannya mbulet banget, susah mengeditnya. "Dari pada mengedit tulisan yang super mbulet, lebih baik menulis sendiri. Lima menit kelar," kira-kira begitu gerundelan Pak DIS saat mau mengedit tulisan super mbulet itu. 

*) Dari komentar pembaca http://disway.id

Pewarta : -
Editor : Slamet Oerip Prihadi
Sumber : Disway.id

Komentar Anda