Akal Sehat

Joko Intarto (penulis, paling kanan) bersama Dahlan Iskan (ke-2 dari.kanan). Foto: jokointarto.blogspot

COWASJP.COM – Satu nomor yang tidak saya kenal menelepon saya. Saya tidak angkat. Sedang rapat dengan direksi Bank Yudha Bhakti. Di kantor pusatnya. Presentasi persiapan akhir sehari menjelang acara signing ceremony perusahaan terbuka itu dengan PT Akulaku Finance Indonesia, perusahaan keuangan lokal berjaringan global itu.

Gagal menelepon, orang tak saya kenal itu kembali mengontak saya. Kali ini melalui whatsapp. Kali ini saya sempatkan waktu untuk membuka. Tertulis pada layar saya: Saya Hamid. Bisa saya konsultasi sebentar tentang webinar? Saya kemarin mengikuti webinar di BPJS Ketenagakerjaan.

Saya akhirnya menjawab pendek. ‘’Saya sedang presentasi di Bank Yudha Bhakti. Segera saya hubungi setelah selesai.’’ Pak Hamid membalas dengan icon jempol.

Selesai rapat di Bank Yudha Bhakti, saya melanjutkan pekerjaan lain. Ke kantor pusat PT Asabri. Mengarahkan tim produksi video untuk perekaman wawancara. Terkait signing ceremony Bank Yudha Bhakti dengan Akulaku Finance Indonesia tersebut.

Selesai acara sudah lewat magrib. Ada beberapa persiapan konten yang juga harus diselesaikan.

Tiba-tiba sudah pukul 23.00. Saya baru ingat: belum mengontak Pak Hamid.

Dengan agak ragu-ragu, saya putuskan mengirim pesan lewat whatsapp. Siapa tahu belum tidur. Hanya untuk meminta maaf, karena lupa tidak menghubungi seusai meeting siang tadi.

Ternyata Pak Hamid masih melek. Sedang ngopi di Starbuck. Di Merdeka Walk, Medan, Sumatera Utara. ‘’Silakan telepon,’’ jawab Pak Hamid.

Karena belum kenal, saya panggil saja Bro Hamid. Karena dari suaranya, saya menduga ia masih muda. Lihat fotonya di whatsapp juga tampak masih modis.

joko2.jpg

Singkat cerita, Bro Hamid mendapat nomor saya dari pejabat di BPJS Ketenagakerjaan. Entah siapa. Karena ada beberapa orang kenalan saya yang menjadi pejabat di sana.

Rupanya, pimpinan kantor Bro Hamid mengikuti webinar atas undangan BPJS Ketenagakerjaan itu. Dari kantor Medan. Tertarik dengan kualitas webinar yang berlangsung 6 jam itu, Bro Hamid mendapat tugas menghubungi saya sebagai penyedia webinar.

Hal penting yang menjadi catatan pimpinan kantor itu adalah kemampuan system dalam mengakomodasi ratusan peserta yang tersebar di kantor-kantor BPJS Ketenagakerjaan di seluruh Indonesia. Kualitas audio dan videonya clear pula.

Berangkat dari pengalaman tersebut, pimpinan itu ingin menerapkan webinar sebagai metode meeting jarak jauh di kantor pusatnya yang ada di Medan dengan semua kantor cabang dan cabang pembantu di seluruh Sumatera Utara. Penggunaan webinar diyakini bisa menurunkan biaya meeting kantornya secara signifikan.

Biaya meeting memang menjadi salah satu sumber kemahalan dalam perusahaan. Apalagi meetingnya selalu offline. Sudah boros biaya. Boros waktu pula. Webinarlah solusinya. Agar perusahaan bisa makin kompetitif di industrinya.

Penasaran dengan identitas kantor tempat Bro Hamid bekerja, saya pun bertanya: Apa nama kantor Bro Hamid? ‘’Bank Sumut. Saya di bagian sekretaris perusahaan,’’ jawabnya.

Waduh…. Tiwas saya panggil-panggil Bro… Ternyata ia pejabat bank. Untungnya ia senang-senang saja dengan panggilan gaul itu. ‘’Senin kami tunggu presentasinya ya,’’ pesan Pak Hamid. (*)

Pewarta : Joko Intarto
Editor : Slamet Oerip Prihadi
Sumber :

Komentar Anda