Antarkan Jus Jamu Buah Dengan Motor Gerobak Sunarno Sembuhkan Aneka Penyakit

Sunarno Djaja Kusuma produsen Jus Jamu Buah. (FOTO: Istimewa)

COWASJP.COM – Hari masih gelap. Jarum jam masih menunjukkan pukul tiga dinihari. Udara dingin yang menusuk tulang tak mengalangi seorang pria untuk mulai bekerja. Sebuah box stereofoam yang dibalut lakban diangkut dimasukkan ke motor  gerobak Viar warna kuning. Sejurus kemudian motor itu melaju menerjang kegelapan malam.

Itulah kesibukan Sunarno Djaja Kusuma yang harus mengantar barang yang dipesan pemesannya di kota Malang. Dia harus berangkat pagi buta, sebelum matahari terbit, dari rumahnya di Simojawar Surabaya agar bisa sampai segera di tangan pemesan. Pagi hari masih sepi, jalan lebih lancar, bebas macet. Dengan motor gerobak Viar itu dia menyusuri jalan dari Surabaya sampai Malang. Istrinya dengan setia menemani sambil duduk di dalam gerobak.

Apa yang dikirim Sunarno? Jus Jamu Buah produksinya untuk pemesannya di luar kota. Dia melayani dan mengantar sendiri pesanan tersebut. Menggunakan motor gerobak Viar, dia kirim Jus Jamu Buah itu ke berbagai daerah di Jatim dan Jateng.

‘’Saya pernah mengirim pesanan ke Yogyakarta,Solo, Semarang, Boyolali, Kudus dan kota lain di Jateng,’’ terangnya. 

Pengiriman menggunakan motor gerobak Viar sejak enam tahun lalu. Selain itu, dia juga punya motor Honda Legenda yang dimodivikasi dengan gerobak di belakangnya agar bisa mengangkut barang lebih banyak.

Sunarno bersama istrinya, Sugiharti adalah produsen Jus Jamu Buah. Jus yang dikemas dalam botol plastic 500 ml itu berisi berbagai buah yang sudah diblender dan dibekukan dalam freezer. Itulah sebabnya jus itu harus dalam keadaan dingin dan beku saat diterima oleh pemesannya. Jus Jamu Buah itu berasal dari  buah Bit, Sirsat, Bengkoang, Jeruk Lemon, Rumput Laut, Delima Putih, Lidah Buaya, Daun Sirsat, Daun Jeruk, Daun Salam. Untuk memberikan rasa yang enak, diberi gula jagung. Semua bahan itu diblender bersama dengan es batu. Setelah diblender, dimasukkan dalam botol plastik dan dibekukan.

Jus-Jamu-Buah-2.jpg

Ternyata ramuan Sunarno ini memiliki khasiat yang luar biasa. Bermula saat istrinya mengalami kecelakaan, tertabrak kereta api tahun 1998. Sekujur tubuhnya luka parah, bahkan beberapa bagian seperti tangan dan kaki menurut dokter harus diamputasi, batok kepalanya harus dibelah karena posisinya bergeser. Tapi Sunarno menolak, dia bawa istrinya pulang dan dirawatnya sendiri di rumah. Tak bisa dibayangkan kala itu, sang istri sudah tidak bergerak sama sekali, hanya tergolek di tempat tidur. Darah keluar dari beberapa bagian tubuh. Sepertinya tidak ada harapan lagi. Tapi Sunarno tidak menyerah. 

Dia ingat ramuan yang dipelajarinya dari dua orang guru ahli pengobatan Tiongkok dan dari ibunya sendiri. Ramuan itu adalah sari buah yang diberikan secara rutin. Tahun 70 an, saat Sunarno masih duduk di bangku SD, dia belajar dari dua orang ahli pengobatan tradisional Tiongkok. Selain itu, ibunya juga ahli membuat ramuan untuk penyembuhan. Pelajaran yang dia peroleh saat kecil di kota kelahirannya di Tegal itulah yang melandasi pembuatan Jus Jamu Buah yang kini dikembangkan bersama istrinya.

Ramuan itulah yang kemudian dia berikan kepada istrinya yang saat itu tidak berdaya karena luka yang sangat parah. Dengan sabar dan telaten dia berikan ramuan berisi aneka buah dan daun itu kepada istrinya. Memang kesabaran itu tanpa batas. Selama tiga tahun Sunarno merawat istrinya yang tak berdaya dengan penuh kasih sayang. Jus Jamu Buah diminumkan kepada istrinya, tiga kali sehari, pagi, siang dan sore. Semuanya diberikan saat perut kosong sebelum makan. Setelah tiga tahun itu akhirnya istrinya sembuh total, sudah bisa berjalan dan beraktivitas seperti biasa. 

Rupanya penderitaan istrinya tidak berhenti . Istrinya jatuh di supermarket dan terjatuh saat ada angin lisus. Akibatnya, tulang ekor retak dan bengkak. Istrinya lumpuh, kembali mengakrabi tempat tidur. Kelumpuhan itu bisa disembuhkan dengan Jus Jamu Buah buatannya sendiri. Kini, Sugiharti sudah pulih, bahkan bisa menyertai Sunarno pergi ke luat kota mengantarkan pesanan. ‘’Memang harus sabar agar bisa sembuh,’’ kata ibu dua orang anak itu.

Berbekal pengalaman menyembuhkan istrinya itulah maka Sunarno membantu orang lain. Dimulai dari tetangga satu RT dan RW yang menderita berbagai penyakit diberi Jus Jamu Buah. Dia bersyukur karena semuanya bisa sembuh.

Umumnya mereka sakit berat seperti lumpuh, kanker – berbagai jenis – asma, batuk darah,  jantung, diabetes asam urat dan aneka penyakit berat lainnya. Setelah berhasil menyembuhkan para tetangganya, Sunarno bergeser membantu teman sekerjanya di sebuah pabrik baja di Simojawar Surabaya. Kebetulan rumahnya tak jauh dari pabrik tersebut. 

Dia merasa prihatin karena teman sekantornya banyak yang menderita stroke. Mereka ditawari untuk minum jus ramuan buatannya. Para rekan sejawatnya itu merasakan manfaatnya, mereka bisa sembuh dari stroke yang membuat penderitanya tidak mampu beraktivitas. ‘’Banyak teman di kantor yang sembuh setelah minum jus buatan saya,’’ jelasnya. Semua itu dia berikan gratis.

Akhirnya banyak orang yang tahu tentang ramuan Jus Jamu Buah buatannya. Dimulai dari teman sekolah dan teman kuliah yang merasakan kemudian menyebarkan kepada yang lain. Sunarno mulai harus berpikir untuk mengirim jusnya ke luar kota. Kalau sebelumnya para pemesan hanya datang dari seputar Surabaya, kini pesanan banyak datang dari luar kota.

Sejak delapan tahun ini dia mulai melayani pesanan dari berbagai daerah. Uniknya, Sunarno sendiri yang mengirim jus itu kepada pemesannya. Setidaknya untuk wilayah Jateng dan Jatim, dia kirim sendiri pakai motor gerobak Viar miliknya. Itu dilakukan karena dia ingin jusnya sampai kepada pemesan dalam keadaan baik. Selain itu, dia ingin mengenal pemesannya dengan baik. Berdiskusi tentang sakit yang diderita dan solusi yang diberikannya. Dia sudah tidak ingat lagi berapa orang yang sudah sembuh setelah minum jus buatannya.

Sunarno juga menawarkan kepada siapa saja yang mau membuat jus tersebut. Tidak ada yang dirahasiakan. Semuanya terbuka. Dia berharap semakin banyak orang yang bisa sembuh berkat jus tersebut, baik yang dibuatnya maupun dibuat oleh orang lain. ‘’Saya akan ajari sampai bisa agar semakin banyak orang yang bisa menyembuhkan sakitnya sendiri maupun orang lain,’’ jelas alumni STM Pembangunan Semarang tersebut. Dari teman-teman alumni itulah produknya mulai banyak dikenal.

Meskipun punya khasiat yang bagus, jus buatan Sunarno itu tidak dijual mahal. Satu botol dia jualnya Rp 8.000 tapi harus membeli sebanyak 23 botol agar pas satu box stereofoam. Harga itu masih ditambah biaya packing dan ongkos kirim. Bukan soal harganya, tapi soal manfaatnya. Pengiriman dia lakukan pada hari Sabtu dan Ahad, saat dia libur dari pabrik. (*)

Pewarta : Husnun Djuraid
Editor : Slamet Oerip Prihadi
Sumber :

Komentar Anda