Umroh The Power of Silaturahim III (15)

Mimpi Indah Thawaf Kelilingi Kabah

COWASJP.COM – Pengalaman menjadi keluarga Jamaah Umroh The Power of Silaturahim (POS) III telah memutarbalikkan peribahasa tentang nasib manusia yang selama ini berkembang dan cenderung hanya dimaknai dari satu sisi. Peribahasa itu ialah: “Mujur tak dapat diraih, malang tak dapat ditolak.” Memang demikianlah nasib yang telah ditakdirkan bagi setiap manusia.

Meski begitu, saya justru mengalami nasib di jalur “mujur  tak dapat ditolak”. Bagaimana bisa demikian? Beginilah ceritanya. 

Tapi sebelum memulai kisah ini, perkenankanlah saya menghaturkan segala puji dan syukur yang tak terukur atas segala nikmat rejeki yang tiada henti Allah berikan kepada kita. Salah satunya ialah seperti apa yang kita rasakan sekarang, yakni terpilih memenuhi panggilan-Nya untuk menuju Baitullah. Inilah hadiah sangat berharga pada 2019, yakni terpilih menjadi salah satu anggota Jamaah Umroh POS III.

Sebenarnya, pada 2017 Pak Aqua Dwipayana sudah memberikan hadiah terindah ini. Ketika itu,  Pak Aqua menghadiahi saya dan seorang rekan kerja saya berangkat umroh bersama jamaah POS I. Rekan kerja saya itu akhirnya berangkat bersama rombongan yang ketika itu juga dipimpin oleh Pak Nurcholis MA Basyari. Namun, saya menolak hadiah itu karena pada waktu saya sudah terdaftar sebagai jamaah umroh yang akan diberangkatkan dan dibiayai oleh perusahaan tempat saya bekerja. 

Namun ternyata Allah berkehendak lain. Saya tidak jadi berangkat umroh dari jalur perusahaan tempat saya bekerja. Saya pun dapat menerima kenyataan itu dengan lapang dada. Saya berpikir positif saja bahwa Allah mungkin punya rencana dan skenario terbaik untuk memperjalankan saya ke Tanah Suci. 

Dan benarlah adanya. Dua tahun kemudian, Pak Aqua kembali menawari hadiah istimewa. Lagi-lagi, saya merasakan tidak berlakunya peribahasa yang beredar di masyarakat selama ini. Yakni, kesempatan tidak datang dua kali. Nyatanya, kesempatan yang sama itu datang kembali. Kali ini bahkan lebih istimewa dan terasa amat indah. 

Pak Aqua ternyata menyodorkan dua tiket undangan umroh sekaligus bersama jamaah POS III yang insyaa Allah akan berangkat ke Tanah Suci 4 April 2019 dan kembali ke Tanah Air 12 April 2019. Satu untuk saya, dan satu lagi orangtua saya semata wayang: Bunda Saima Parusi Lamunri. 

Inikah Takwil Mimpi itu?

Mendapat kabar hadiah dua undangan ke Rumah Allah dari Pak Aqua itu, badanku seperti membeku. Mulut membisu, bibir pun hanya sanggup bergetar tanpa bisa berkata-kata. Saya seperti orang linglung dan tampak bingung. Saya sampai harus menelpon ulang Pak Aqua Dwipayana untuk memastikan kembali bahwa kabar gembira itu benar adanya. 

Hatiku serasa mengharu biru merasakan tangis yang mampu saya ekspresikan itu. Tangis akhirnya benar-benar pecah dan air mata tumpah tak terbendung saat shalat. Di atas bentangan sajadah, tangis itu akhirnya terekspresikan. Saya merasakan syukur mendalam yang tak cukup kata-kata untuk menggambarkannya.

Pikiran saya kemudian melayang ke belakang. Beberapa tahun lalu, dalam tidurku, Allah memperlihatkan Ka'bah dan membawaku berziarah ke makam-makam Nabi. Anehnya, mamun mimpi itu seperti nyata, sangat jelas. Dalam mimpi itu, kugenggam tangan Ibuku layaknya aku sedang menjadi pemandu bagi Bundaku itu. Kaki berpijak di atas bukit-bukit yang saya tidak tahu namanya. Kami mengelilingi Ka'bah. 

Dan yang paling indah ialah saat kami sampai di Hajar Aswad, saya melihat almarhum ayah, Bapak Mansjur, dengan senyum yang indah. Seolah Ayah di alam sana bahagia menyaksikan kami berdua dapat bertamu ke Baitullah secara bersama-sama. Sungguh, itulah mimpi teramat indah bagi saya. Dan Alhamdulillah, insyaa Allah tidak lama lagi mimpi itu akan benar-benar menjadi kenyataan. 


Allah tidak MEMANGGIL orang-orang yang MAMPU tapi Allah MEMAMPUKAN orang-orang yang TERPANGGIL untuk berkunjung ke Baitullah (Ka’bah).

Terima kasih Pak Aqua. Semoga apa yang Bapak cita-citakan selama ini dapat terwujud, diberikan kemudahan oleh Allah, dan mendapat limpahan rejeki yang tak terputus, terutama nikmat kesehatan. Semangat berbagi ke sesama makhluk Allah, Pak Aqua dan diberkahi umur yang manfaat. Barakallah.

“Sesungguhnya di dalam tubuh manusia ada segumpal daging. Apabila ia baik, baik pula seluruh tubuhnya. Apabila ia buruk, buruk pula seluruh tubuhnya. Ketahuilah, segumpal daging itu adalah qolbu.”  [HR Bukhari dan Muslim dari sahabat Nu’man bin Basyir]. (*)

Penulis: Lilis Pratiwi ialah anggota Jamaah Umroh POS III, tinggal di Jakarta

Pewarta :
Editor : Slamet Oerip Prihadi
Sumber :

Komentar Anda