Pemerintah Bantu Ratusan Ponpes Bangun BLK, Ponpes Langitan Ketinggalan

Pondok Pesantren Langitan di Desa Widang, Kecamatan Widang, Kabupaten Tuban, Jawa Timur.

COWASJP.COM – Pondok Pesantren (Ponpes) tertua Indonesia, Falahiyah Langitan, ternyata belum terpercik bantuan pemerintah pembangunan BLK (Balai Latihan Kerja). Padahal, sudah ratusan Ponpes menerima bantuan masing-masing Rp 500 juta-an tersebut.

Program bantuan pembangunan BLK ini dirintis Kementerian Tenaga Kerja sejak 2017. Presiden Jokowi menginstruksikan, Ponpes perlu dibantu untuk meningkatkan kualitas sumber daya manusia. Antara lain, membangun BLK.

Menteri Ketenagakerjaan M. Hanif Dhakiri mengatakan, bantuan pembangunan BLK ini merupakan program rintisan di Kemnaker sejak 2017.

Pada 2017 diberikan kepada 50 lembaga. Pada 2018 diberikan kepada 75 lembaga. Pada tahun ini, direncanakan diberikan kepada 1.000 lembaga. Tahun depan direncanakan 3.000 lembaga.

Rencana pemberian bantuan kepada 3.000 Ponpes itu dikatakan Presiden Jokowi, baru-baru ini.

Jokowi mengatakan: “Saya kira kalau cuma seribu masih sangat kurang. Tahun depan minimal 3.000 karena jumlah pesantren di Indonesia mencapai 29 ribu,” kata Jokowi.

Presiden menyatakan, Indonesia dihadapkan pada bonus demografi, di mana penduduk usia produktif jauh lebih banyak. 

langitan1.jpgPonpes Langitan di Dusun Mandungan, Desa Widang, Kecamatan Widang, Kabupaten Tuban. Foto: steemkr.com

Bonus demografi akan menjadi masalah bagi Indonesia jika angkatan kerja tidak memiliki keterampilan kerja. Indonesia harus siap menyongsong bonus demografi dengan menyiapkan angkatan kerja yang terampil.

Penyiapan angkatan kerja terampil melalui BLK Komunitas di pesantren, menurut Presiden Jokowi adalah langkah yang sangat efektif serta menghasilkan pelatihan yang lebih baik. 

Hal ini dikarenakan pelatihan dilaksanakan langsung di dalam pesantren yang pesertanya menetap. Sehingga proses pelatihan bisa dilakukan kapan saja, siang atau malam.

Selain itu, pesantren diberi kebebasan menentukan jurusan keterampilan sesuai dengan kebutuhan pasar kerja di daerah setempat, sehingga betul-betul terjadi link and match. 

“Selanjutnya Saya akan melihat langsung ke lapangan guna memastikan BLK di pesantren berjalan baik,” ujar Presiden Jokowi.

Menaker Hanif Dhakiri mengatakan:

“Bapak Presiden langsung memberikan arahan untuk membangun 1.000 BLK Komunitas tahun ini. Saya kaget karena senang sekali melihat komitmen Presiden terhadap dunia pesantren yang begitu konkret."

Menurut Menteri Hanif, adanya terobosan BLK di pesantren karena Presiden Jokowi paham betul bahwa dulu orang mondok di pesantren itu gratis. Santri numpang makan di rumah kiai.

Konsekuensinya, selain mengaji, santri harus membantu kegiatan ekonomi kiai. Kiainya berdagang, santri ikut bantu kiai berdagang. Kiainya bertani, santri ikut bantu kiai bertani. 

langitan2.jpgLokasi Ponpes Langitan dilihat dari atas. Foto: wikipedia

Dampaknya, selesai dari pesantren, santri tak hanya menguasai ilmu agama, namun juga menguasai keterampilan kerja.

Ponpes Langitan Ketinggalan

Sementara itu, gebyar bantuan ini memang belum mampu menyentuh semua Ponpes, yang menurut Presiden Jokowi, ada sekitar 29 ribu Ponpes. 

Bahkan, Ponpes paling tua di Indonesia, Ponpes Falahiyah Langitan, pun belum dapat. Padahal, Ponpes yang berdiri tahun 1852 ini sudah bersiap-siap menyiapkan lahan yang akan dibangunkan BLK dari dana bantuan pemerintah.

Pendiri Ponpes Langitan, KH Ahmad Adieb ketika ditemui wartawan CowasJP di Jakarta, mengatakan, dia memahami kesibukan pemerintah dalam menggerakkan roda pembangunan. "Begitu banyak yang diurus pemerintah, sehingga kita juga harus sabar," katanya.

Ponpes Langitan adalah kebanggaan masyarakat Jawa Timur. Lokasi di Dusun Mandungan, Desa Widang, Kecamatan Widang, Kabupaten Tuban, Jawa Timur. 

Komplek Ponpes Langitan berdiri di atas areal tanah seluas kurang lebih 7 hektare. Terletak di samping Bengawan Solo.

Penduduk di wilayah tersebut kebanyakan bergerak di sektor pengolahan hasil perikanan, selain tentu saja petani. Bahkan, warga di sekitar Ponpes banyak yang mengolah hasil perikanan.

KH Ahmad Adieb menjelaskan, Ponpes Langitan memang membutuhkan BLK. Tersebarnya kabar bantuan pemerintah untuk pembangunan BLK di ratusan Ponpes, membuat warga sekitar Ponpes Langitan bergairah.

Mungkin warga mengira, Ponpes Langitan bakal mendapat bantuan dana untuk pembangunan BLK. "Namun kita harus bersabar. Hingga sekarang belum dapat," kata Adieb.

Menurutnya, paling tepat di situ dibangun BLK untuk mendidik warga tentang proses pengolahan hasil perikanan. "Untuk itu kami sebenarnya sudah siap," ujarnya.

Apa saja yang sudah dipersiapkan? "Kami sudah siap semuanya. Tenaga pengajar berjumlah cukup banyak, lahan cukup luas, dan warga yang siap belajar di BLK," jawabnya.

Adieb menyatakan, pihaknya sudah menyiapkan semua berkas yang akan diajukan ke Kemenaker untuk mengurus bantuan pembangunan BLK. "Kami sudah siapkan," ujarnya. (*)

Pewarta : Djono W. Oesman
Editor : Slamet Oerip Prihadi
Sumber :

Komentar Anda