Jahe Gajah Thailand dan Vietnam Serbu Indonesia

Foto-Foto: Istimewa

COWASJP.COM – Ini kabar buruk bagi dunia pertanian Indonesia. Tiap satu minggu 150 jahe gajah menyerbu Indonesia.

Sekarang Indonesia harus impor jahe gajah? Ini bencana. Atau bisa juga disebut pelecehan bagi masyarakat petani Nusantara.

 Tapi itulah yang terjadi sekarang. Status whatsapp teman pebisnis jahe ini membuat saya kaget. Dalam status tersebut ada video banyak orang yang tengah proses packing jahe. Melihat video tersebut mata saya langsung terbelalak. Karena yang diproses jahenya ukuran besar. 

Saya pikir, ini pastilah jahe gajah. Tanpa banyak pikir, langsung saya japri. Di mana dia lagi proses packing jahe gajah tersebut. Ternyata jawabannya membuat saya terkejut. "Ini proses di Thailand, Mas," jawabnya. Astaghfirullah...kenapa jauh banget. "Memangnya mau dikirim ke mana jahe Thailand itu, Pak," tanyaku lagi.

 "Ya masuk Indonesia, kita kan lagi langka jahe gajah," aku lelaki asal Malang ini. Sebut saja namanya Ujo. Karena maaf, saya tidak bisa sebutkan identitas asli. Proses tanya jawab pun terus berlangsung. 

jaheok.jpg

Beberapa data telah saya kantongi. Mulai musim jahe tahun ini, ternyata jahe gajah Thailand dan Vietnam telah menyerbu Indonesia. Menurut pengakuan Ujo, dalam seminggu, jahe gajah impor ini masuk ke Indonesia hingga 6 kontainer. Padahal dalam satu kontainer bisa mengangkut 25 ton. Ini artinya dalam seminggu, jahe gajah masuk ke Indonesia sekitar 150 ton. "Biasanya ini (kontainer, red) masuk di Malang dan Jakarta. Dua kontainer di Malang dan empat kontainer di Jakarta," jelas Ujo.

Padahal, sekitar tahun 2013-2015, Indonesia melakukan ekspor jahe gajah ke berbagai negara. Puluhan kontainer dilepas dari Surabaya, Medan, Semarang dan Jakarta. Jahe gajah Indonesia itu diekspor ke Pakistan, Bangladesh, Vietnam, India dan Singapura. Kenapa sekarang justru negara Indonesia mengimpor? Ujo menuturkan, kondisi tersebut dipicu dari tahun 2016 silam. Waktu itu harga jahe gajah di Indonesia turun drastis. Para eksportir yang beli jahe gajah mayoritas harganya murah. "Waktu itu harga di lahan sekitar seribu rupiah saja. Petani pun tak bisa memanennya, karena jelas merugi," paparnya.

Dengan kondisi merugi, lanjut Ujo, petani hanya mampu bertahan untuk jualan di pasar lokal. Setelah jahe gajah habis, petani banyak yang tidak menanam jahe gajah lagi. Mereka beralih ke tanaman lain yang lebih menguntungkan. "Inilah awal dari jahe gajah langka di Indonesia," tegasnya. Padahal, serapan (kebutuhan akan jahe) di pasar lokal tetap ada. "Barang di petani hampir tidak ada. Satu-satunya yang masih ada hanya di Medan. Tapi kuotanya tidak cukup untuk memenuhi kebutuhan pasar tradisional di seluruh Indonesia," paparnya. 

jaheok1.jpg

Kondisi langkanya jahe gajah inilah yang dimanfaatkan importir untuk mengambil jahe gajah dari Thailand dan Vietnam. 

"Jahe gajah Indonesia sudah tidak berkutik lagi. Kita diserbu jahe impor sekarang," katanya. Jika melihat bentuk fisiknya, jahe gajah impor memang lebih menarik. Bentuknya lebih besar dari jahe gajah Indonesia. "Pasar lokal senang dengan bentuk fisiknya," imbuhnya. Hanya saja, sambung Ujo, kalau kita coba rasanya, maka jahe gajah Indonesia lebih pedas. "Jahe impor ini kurang pedas. Tak seperti jahe gajah kita," pungkasnya. (*)

Pewarta : Timur Pradopo
Editor : Slamet Oerip Prihadi
Sumber :

Komentar Anda