Penjelasan Ilmiah Mengapa Minum Harus Duduk

Minumlah dalam posisi duduk. Foto: Akurat.co

COWASJP.COM – Mengapa Rasulullah SAW melarang kita minum sambil berdiri? Simak ulasan berikut ini.

Diriwayatkan ketika Rasulullah SAW di rumah, Aisyah R.A. sedang makan daging yang dikeringkan di atas talam sambil duduk bertekuk lutut. Tiba-tiba masuk seorang perempuan yang keji mulut melihat Rasulullah SAW duduk sedemikian itu. Lalu berkata: "Lihatlah orang itu duduk seperti budak.'"
Dijawab oleh Rasulullah SAW: "Saya seorang hamba, maka duduk seperti duduk budak dan makan seperti makan budak." 
Lalu Rasulullah SAW mempersilakan wanita itu untuk makan. Duduk bertelekan (bersandar pada sesuatu) telah dilarang oleh Rasulullah sebagaimana sabdanya, 'Sesungguhnya aku tidak makan secara bertelekan." Hadist ini diriwayatkan oleh HR. Bukhari & Muslim.

Air sangat penting bagi kehidupan manusia. Hidrasi memastikan fungsi proses biologis berjalan lancar di dalam tubuh. Karena itu, penting untuk mengetahui yang terbaik sumber alam paling kuat yang berguna bagi tubuh.
Tapi, sering kita minum air dengan cara yang tidak tepat. Karena ingin cepat-cepat, minum dalam posisi berdiri. Padahal cara ini tidak dianjurkan.

Di dalam tubuh manusia ada sebuah jaringan penyaring yang disebut juga dengan sfringer. Yaitu sebuah struktur maskuler yang dapat membuka dan menutup. Air yang kita minum akan disalurkan ke pos-pos penyaringan di dalam ginjal. Penyaring ini terbuka saat kita duduk, dan secara otomatis tertutup saat kita berdiri. Ketika penyaring berada dalam posisi tertutup, maka air yang kita konsumsi sambil berdiri akan masuk hingga ke kantong kemih. Tanpa proses penyaringan! Akibatnya bisa terjadi pengendapan di dalam saluran ureter. Jika terus-menerus seperti itu, akan terjadi gangguan pada organ ginjal kita.

Manusia saat berdiri berada dalam keadaan yang tegang. Organ keseimbangan dalam pusat saraf sedang bekerja keras agar mampu mempertahankan semua otot pada tubuhnya. Inilah yang membuat kita bisa berdiri stabil dengan sempurna. Sebaliknya, ketenangan dapat dirasakan saat kita duduk. Syaraf berada dalam kondisi yang tidak tegang, sehingga posisi ini sangat baik untuk menerima makanan dan minuman yang akan dicerna.

minum1.jpg

Refleksi yang terjadi secara tiba-tiba dapat menyebabkan tidak berfungsinya saraf. Begitu pula makan dan minum dengan posisi berdiri yang dilakukan secara terus-menerus dapat membahayakan dinding usus, dan memungkinkan terjadinya luka pada lambung. Banyak dokter yang mengatakan bahwa luka pada lambung 95% terjadi pada tempat-tempat yang biasa berbenturan dengan makanan atau minuman yang masuk. 
Kondisi keseimbangan saat berdiri disertai pengerutan otot pada tenggorokan yang menghalangi jalannya makanan ke usus dapat menyebabkan rasa sakit yang mengganggu fungsi pencernaan.

Walaupun dampak negatif dari makan dan minum sambil berdiri tidak langsung terjadi saat itu juga, tidak ada salahnya kalau kita mencegahnya mulai dari sekarang? Dan tidak ada ruginya memperhatikan kesehatan tubuh mulai dari hal kecil seperti ini.

Karena itu, cara terbaik adalah duduklah kemudian minum air. 
Dengan demikian, aliran air akan pelan dan tubuh Anda dapat mencerna air dengan saraf-saraf yang relaks. Ketegangan akan terjadi di saraf ketika tekanan air tinggi, sehingga menyebabkan gangguan pada cairan yang sudah ada di dalam tubuh. (*)

Pewarta :
Editor : Slamet Oerip Prihadi
Sumber :

Komentar Anda