Soft Launching Buku “Trilogi Teater Alam”

Tiga buku total sekitar 900 halaman penting buat referensi.

COWASJP.COM – Buku “Trilogi Teater Alam”, akan melengkapi perjalanan Teater Alam yang menginjak usia 47 tahun pada 4 Januari 2019 nanti. Buku satu berjudul “Azwar AN, Manusia Teater”, buku kedua “Teater Alam di Panggung Zaman”, dan buku ketiga “Potret Teater Alam, Warna-warni Testimoni”. 

Menyongsong puncak acara ulang tahun Teater Alam, 4 Januari 2019, panitia mengadakan setidaknya dua kegiatan. Pertama, pementasan Montserrat Sabtu (8/12/2018) di Concert Hall, Taman Budaya Yogyakarta (TBY). Pementasan yang berlangsung sukses, luber penonton dan diapresiasi banyak pihak. Kedua, bedah buku “Trilogi Teater Alam”, Minggu (23/12/2018) di Amphi Teater TBY. Kedua kegiatan itu di-support sepenuhnya oleh Dinas Kebudayaan Provinsi Daerah Istimewa Yogyakarta.

Soft launching yang dibarengi bedah buku itu, menampilkan tiga narasumber. Mereka adalah Prof Dr Yudiaryani MS, Dekan Fakultas Seni Pertunjukan, Institut Seni Indonesia (ISI) Yogyakarta, Roso Daras (jurnalis), dan Bambang J. Prasetya (praktisi media seni publik).

roso1.jpgUdik Supriyanta, panitia acara bedah buku.

Ketiga pembicara akan membahas tiga buku. Prof Yudiaryani membahas buku “Teater Alam di Panggung Zaman”, Roso Daras mengupas “Azwar AN Manusia Teater”, dan Bambang J. Prasetya mengulik soal “Potret Teater Alam, Warna-warni Testimoni”.

Udik Supriyanta, panitia acara bedah buku itu mengatakan, pihaknya akan membagikan 10 set buku kepada 10 pengunjung beruntung. “Kami akan undi, dan kami akan bagikan di tempat acara,” kata Udik. Selebihnya, buku akan dibagikan kepada para narasumber, instansi terkait, perpustakaan kampus dan sekolah, dan tentu saja stakeholder teater Yogyakarta khususnya. “Bahkan kami ingin juga membaginya ke komunitas teater yang ada di Jakarta, Bandung, Malang, dan kota-kota lain di Indonesia,” tambahnya.

Tiga buku dengan ketebalan total sekitar 900 halaman itu, diharapkan bisa menjadi referensi bagi pelaku teater, sekaligus proses pembelajaran, bagaimana sebuah kelompok teater bisa bertahan lama. “Saat ini, anggota Teater Alam tersebar di mana-mana. Tetapi sebagai keluarga Teater Alam, sejatinya kami tidak kemana-mana,” tegas Udik. (*)

Pewarta : Roso Daras
Editor : Slamet Oerip Prihadi
Sumber :

Komentar Anda