Sabar, Resep Bunda Hartimah Capai Usia 101 Tahun

Dari kiri: Aris Suryati, Minar, Ibu HartiMah usia101 tahun, Arif Bambang Rahardjo, Slamet OP di teras rumah Pakis Tirtosari IX/4 Surabaya. (FOTO: Istimewa)

COWASJP.COM – Keluarga besar Arif Bambang Raharjo (ABR), 6 November 2018  lalu patut berbahagia. Ibu Hartimah, ibunda Mas Arif genap berusia 101 tahun. Alhamdulillah dalam usia yang uzur ini, Bunda Hartimah masih diberi barokah sehat oleh Allah SWT.

Ulang tahun ke 101 tahun yang dihelat di rumah Pakis Tirtosari IX/4 Surabaya tersebut dirayakan secara sederhana. Anak, menantu, cucu dan cicit berkumpul memberikan ucapan selamat kepada Ibunda Hartimah. Keluarga yang berbahagia  bersyukur kepada Allah SWT, karena ibunda Hartimah diberikan usia yang panjang, 

Keluarga Mas Arif tergolong keluarga besar. Ibunda Hatinah dikaruniai 8 orang putra/putri. Mereka adalah Sri Lestari, Endang Prihardianti, Tri Yuni Astutik, Arif Bambang Rahardjo, Djoko Koentjoro, Didi Hardjanto, Basuki Wuryanto dan Yuli Purnaningrum. Ayah Mas Arief, bernama Djadio Hanom Tapsir meninggal dunia tahun 1994. Almarhum adalah pensiunan karyawan Perhutani Jatim. Kantornya di Jalan Gentengkali, Surabaya.

BundaHartinah.jpg

Sementara Ibunda Hartimah semasa masih muda pernah bekerja di Universitas Gajah Mada, sebagai staf tata usaha. Begitu menikah, Ibunda Hartimah mengikuti Bapak Djadio, tugas dari satu daerah ke daerah lain, sampai akhirnya menetap di Surabaya. 

Ibunda Hartimah ketika muda termasuk salah satu aktivis pejuang wanita di Solo. Waktu Indonesia belum merdeka, Ibunda Hartimah bergabung dengan para pejuang. Meski tugasnya di dapur umum. Dia mendampingi tentara dari Solo ke Jogja jalan kaki bolak balik lewat rel kereta api. 

Sebagai ilustrasi di Surabaya waktu itu juga ada seorang pejuang wanita bernama Bu Dar Mortir.  Beliau  mendapat kepercayaan mengurusi dapur umum. Bahkan menurut cerita para veteran, meski Bu Dar Mortir hanya sebatas tugas di garis belakang, beliau sangat disegani oleh para pejuang. Kalau Bu Dar Mortir sedang marah tidak hanya mengumpat, tapi susur (dianggap mortir = peluru) yang lagi dikunyah dilempar ke arah pejuang yang lagi kena marah. Begitu seorang veteran bercerita kepada penulis.

Apa resep Ibunda Hartimah yang masih energik di usia 101 tahun? CowasJP.com yang berkunjung ke rumah Mas Arif sempat ngobrol ringan dengan Ibunda Hartimah.

BundaHartimah.jpg

Ibunda Hartimah mendapat perhatian khusus dari Mas Arif. Kamar Ibunda Hartimah ada di bagian depan. Dalam kamar berukuran sekitar 3 X 4 meter tersebut tersedia dipan, sebuah almari ukuran sedang. Kamar menghadap ke selatan.

Begitu jendela dibuka terlihat berbagai tanaman, sehingga membuat suasana nyaman bagi Ibunda Hartimah.  

"Kalau bangun tidur, Ibu langsung membuka jendela sendiri. Terkadang sebelum Subuh  jendela sudah dibuka," kata Mas Arif.

Ibunda Hartimah masih kelihatan energik di usia tuanya. Tiap hari berpakaian rapi. Seusai mandi dia mengenakan jarit dan kebayak, layaknya wanita Jawa tempo doeloe. 
Kadang jalan-jalan di dalam rumah atau di halaman depan rumah.

BundaHartinah2.jpg

Di meja kecil ruang keluarga sudah tersedia kopi, makanan ringan, roti dan terkadang ada pisang rebus. Sambil menikmati makanan kecil Ibunda Hartimah duduk di kursi pojok dekat kamar tidurnya. Tak jauh dari kursi yang ditempati ada sebuah TV berukuran 17 inci.

“Ibu remen mirsani TV sinetron nopo berita?" tanya CowasJP.com. Dengan tersenyum dan suara pelan beliau menjawab: "Sedoyo (semua acara)."

"Kalau bosan melihat TV, Ibunda Hartimah tidak diam. Ia masih sempat berzikir: Allah.. Allah sampai lama," kata Ibu Endang Prihardianti, putri nomor dua. 

SABAR

Menurut Ibu Endang, soal makan ibundanya tidak merepotkan. Menu apa saja suka, namun nasinya hanya sedikit. Ibunda kalau lagi nganggur sering ngemil. Karena itulah di meja kecil di ruang keluarga selalu ada roti kaleng.

Sewaktu Bapak Djadio masih bekerja, Ibunda bergabung dengan ibu-ibu Perhutani aktif mengikuti semua kegiatan  di Perhutani. Dari senam sampai pengajian. 

Kini Ibunda Hartimah cukup jalan-jalan pagi di sekitar rumah.

Meski Ibunda Hartimah kini sudah berusia  satu abad lebih pandangannya masih tajam. Namun, indera pendengaran sedikit berkurang. Ingatannya masih bagus. Ketika ditanya apa resep Ibunda Hartimah bisa berusia panjang.  Dia hanya menjawab:  Sabar...sabar. 

Ibu Endang mengatakan, ibundanya sejak muda memang sabar dan tidak neko-neko (tidak macam2) dan  nerimo ing pandum  (menerima apa adanya dari Gusti Allah). 

Selain sabar, resep panjang umur Ibunda Hartimah juga ditunjang dengan pola makan yang teratur. Semua menu makanan  disukai, tapi dalam batas wajar. Kondisi beliau juga cukup baik di usianya yang ke-101. Check up jarang dilakukan. Namun kondisi organ tubuhnya semua baik, misalnya jantung, tensi darah, paru dan lain-lain.  

"Ibu kalau sakit hanya pilek dan batuk" kata Ibu Endang. (*)

Pewarta : K. Sudirman
Editor : Slamet Oerip Prihadi
Sumber :

Komentar Anda