Bantul Tawarkan Investasi Wisata Halal di Indonesian ExpoJeddah

COWASJP.COM – Para pengusaha Bantul ingin menawarkan peluang investasi Wisata Halal di Indonesian Expo and Trade Mission di Jeddah pada 28 November – 1 Desember 2018. Salah satu lokasi yang ingin dikembangkan menjadi destinasi wisata halal atau family friendly adalah Pantai Goa Cemara, Bantul. 

Lokasi di kawasan ini dinilai strategis untuk pengembangan wisata halal. Baik untuk wisata alamnya hingga wisata kuliner yang halal.

Peluang investasi Wisata Halal di Bantul tersebut hanya salah satu yang akan ditawarkan guna merebut peluang pasar Arab Saudi. "Banyak produk unggulan dari Bantul yang kami tawarkan. Ada batik, fashion, furniture, aksesoris dan sebagainya," tegas Taufik Ridwan dari Kadin Bantul, Kamis (25/10).

Taufik menjadi salah satu peserta dalam ekspo di Jeddah ini. Sebagai Wakil dari asosiasi pengusaha, Taufik akan membawa banyak produk dari anggotanya. Baik dari anggota KADIN sendiri maupun dari IWAPI maupun HIPMI. 

bantul2.jpg

Menurut Taufik, dari asosiasi pengusaha, selain Kadin ada juga Timbul Raharjo dari Asmindo (Asosiasi Pengusaha Mebel Indonesia). Lalu dari eksportir aksesoris dan wakil dari asosiasi industri minuman ringan. "Kami akan berangkat bersama Wakil Bupati Bantul, Kepala Dinas Perindustrian dan Perdagangan serta beberapa orang dari jajaran Pemkab Bantul," tambah Taufik.

Untuk pasar ekspor Timur Tengah, selama ini Bantul mengandalkan furniture. Pasar untuk furniture ini diantaranya Dubai, Uni Emirat Arab dan Oman. "Untuk pameran di Jeddah ini kami juga membidik pasar furniture di Saudi maupun pasar fashion. Perempuan-perempuan Saudi sepertinya makin suka dengan pakaian warna-warni. Maka, kami tawarkan batik yang colorful," tandas Taufik.

Sementara itu, Konsul Ekonomi I KJRI Jeddah, Bachtiar Saleh pada acara Welcoming Session dan Press Conference dalam rangka penyelenggaraan Indonesian Expo and Trade Mission di Jeddah menegaskan peluang pasar Arab Saudi masih perlu dimaksimalkan. Acara Welcoming session ini diselenggarakan di sela-sela Trade Expo Indonesia (TEI) ke-33 (Jakarta, 24 Oktober 2018).

Konsul Bachtiar menjelaskan bahwa lebih dari 100 pengusaha Indonesia dan Arab Saudi telah mendaftar untuk berpartisipasi pada Indonesian Expo dan Misi Dagang di Jeddah. Bachtiar optimis, berdasarkan kegiatan pameran yang sering diselenggarakan oleh negara lain di Jeddah, pengunjung yang hadir dapat mencapai 10 ribu orang. “Kami berharap transaksi yang akan terjadi pada Indonesia Expo and Trade Mission Jeddah tahun 2018 mencapai lebih dari USD 100 juta,” pungkas Bachtiar.

Dalam kesempatan terpisah, Konjen RI Jeddah, Dr. M. Hery Saripudin menjelaskan bahwa Indonesian Expo dan Misi Dagang merupakan upaya yang tepat untuk meningkatkan kontak bisnis antara Indonesia dan Arab Saudi guna memperbaiki kinerja ekspor non-migas Indonesia ke negara ini.

bantul1.jpg

Konjen juga mengungkapkan beberapa upaya KJRI Jeddah untuk meningkatkan nilai ekspor non-migas Indonesia. “Bekerja sama dengan Pusat, kami upayakan agar pelayanan jamaah haji dan umroh Indonesia dapat secara optimal menggunakan produk-produk Indonesia,” terang Konjen Hery yang melihat potensi 1,4 juta jamaah haji dan umrah Indonesia setiap tahun di Saudi sebagai peluang pasar produk Indonesia di negara tersebut.

Lebih lanjut, Konsul Ekonomi II KJRI Jeddah, Agus Muktamar, melihat bahwa ekspor Indonesia ke Arab Saudi juga didukung oleh para pengusaha mitra yang dengan loyal mengimpor produk Indonesia masuk ke pasar Saudi. Menurut Agus, kiprah pengusaha Arab Saudi dalam meningkatkan ekspor Indonesia di pasar Arab Saudi perlu mendapatkan apresiasi Pemerintah Indonesia.

“Sangat tepat pada TEI tahun ini, Pemerintah Indonesia kembali memberikan Primaduta Award pada sejumlah pengusaha asing,” jelas Agus. “Penghargaan Primaduta Award menjadi salah satu pengakuan negara atas peran para pengusaha asing mitra eksportir Indonesia dalam meningkatkan ekspor Indonesia ke Arab Saudi,” sambung Agus.

Melengkapi penjelasan ini, Konsul Indonesian Trade Promotion Centre, Dr. Gunawan menunjukkan trofi Primaduta Award yang diterima, KJRI Jeddah tahun ini yaitu untuk Abdul Latief Jamiel Ltd., Jareer Bookstore dan Said Bawazier Trading Coorp. Ketiga perusahaan Arab Saudi ini memiliki kontribusi besar dalam peningkatan nilai ekspor non-migas Indonesia ke Arab Saudi. (*)

Pewarta :
Editor : Erwan Widyarto
Sumber :

Komentar Anda