Hari Kelima Ikut Aqua Keliling Sumbar

Kekayaan Non-Materi Aqua Dwipayana

Dengan orangtua Kapolda Sumbar Irjen Pol Fakhrizal yakni Bapak Sabri (80 tahun) dan Ibu Asmi (75 tahun).

COWASJP.COM – KEKAYAAN NON-MATERI AQUA DWIPAYANA? Entah mengapa, judul ini seperti terus menari-nari di benak saya dalam beberapa hari ini. Saya yakin, Anda semua tentu bingung. Apa pula maksudnya kekayaan non-materi? Ada-ada saja. Tapi tidak mengapa! Yang pasti, saya memang selalu ingin menulis tentang kekayaan non-materi ini. 

Satu bentuk kekayaan, yang menurut saya, selalu dibagikan pakar Komunikasi itu kepada setiap orang. Secara totalitas. Setiap saat dan di setiap tempat. Sepanjang hari. Sepanjang bulan. Sepanjang tahun.

BACA JUGA: Telusuri Jalan Darat di Sumbar Bersama dua Pria Hebat

Itulah yang saya pelajari paling tidak selama lima hari mengikuti perjalanan kelilingnya, dalam rangka sharing Komunikasi dan Motivasi di sejumplah Resort Kepolisian (Polres) se-Sumatera Barat (Sumbar). Sesuatu yang merasuk ke dalam pikiran saya hari-hari ini.  Satu hal positif, yang menurut saya perlu ditiru banyak orang. 

BACA JUGA: Memberi Teladan, Kunci Sukses Komunikasi​

Usai sharing Komunikasi dan Motivasi di Polres Dharmasraya, sekitar pukul 10.00 pagi waktu setempat, Kamis 11 Oktober lalu, motivator nasional ini langsung mengajak kami bergerak cepat. Dengan membuntuti mobil Patwal Polres Dharmasraya, yang sirinenya berbunyi tiada henti untuk meminta jalan kepada pengguna yang berada di depan, kami bergerak menuju Polres Muaro Sijunjung. 

NASMAY1.jpg

Jadwal sharing motivasi serupa di tempat ini adalah pukul 01.00 siang. 

Dan bila selesai di Muaro Sijunjung, jadwal sharing motivasi selanjutnya di Polres Sawahlunto adalah pukul 04.00 sore. 

BACA JUGA: Belajar Kiat Ampuh Jalin Komunikasi​

Menyusuri jalan lintas Sumatera dari Dharmasraya terasa nyaman. Jalanan yang halus mulus yang dihiasi bukit-bukit rimbun pepohonan yang masih perawan di kiri dan kanan jalan. Apalagi dipandu mobil Patwal polisi yang dapat menyibak kemacetan di beberapa lokasi. 

Di sepanjang perjalanan itu, saya ingat perbincangan kami bersama Kapolres Dharmasraya, AKBP.  Roedy Yoelianto, S.IK, MH. Sebelum memasuki gedung tempat sharing Komunikasi dan Motivasi dilaksanakan.

NASMAY2.jpg  
Ceritanya tentang ulah dua teroris yang membakar habis gedung perkantorannya, Minggu dini hari, 12 November 2017. “Pada dasarnya kami rugi, karena peralatan banyak yang rusak. Tapi kami tetap bersyukur, karena akhirnya kami bisa punya kantor yang baru,” katanya sambil tersenyum simpul. 

Aqua mendengarkan paparan Kapolres itu sambil mengangguk-anggukkan kepala. Kami kemudian melangkah bersama menuju gedung pertemuan. Tidak ubahnya seperti sebuah bedeng berukuran besar. 

BACA JUGA: Menyusuri Medan Paling Berat

Meskipun sudah dipasangi kipas angin di sana-sini, suhu udara yang panas tetap saja membuah gerah. Apalagi gedung ini tak dilengkapi plafon. Hanya atap seng dengan posisi yang agak tinggi yang melindungi dari terpaan panas matahari. 

Berbagi Tanpa Pamrih dan Tanpa Pandang Bulu
Sebelum mulai sharing Komunikasi dan Motivasi, motivator kelahiran Pematang Siantar itu menanyakan harga satu set komputer kepada seorang petugas. Jawabannya adalah Rp 5 juta. Lalu kepada Kapolres dia pun menyatakan keinginannya menyumbangkan dana Rp.10 juta untuk membeli dua set komputer. 

NASMAY3.jpg

Saya yakin, Kopolres Roedy Yulianto sama sekali tak mengira akan mendapatkan bantuan itu. Apalagi dia tahu, anggaran untuk pembangunan kantor baru berikut sarana prasarananya sudah tersedia dari jalur institusinya sendiri. 

Batin saya, motivator kondang ini memang tidak pandang bulu kalau mau membantu. Bantuan 2 set komputer untuk Mapolres Dharmasraya itu adalah salah satu contohnya. 

Sebelumnya, dia juga menjanjikan akan memberikan hadiah umrah kepada salah seorang peserta sharing Komunikasi dan Motivasi di Polres Solok Kota. Dia serahkan kepada Kapolresnya AKBP Dony Setiawan untuk menentukan siapa orangnya. 

Selain itu, setiap kali sharing selalu diberi kesempatan kepada hadirin untuk bertanya. Nah, setiap orang yang bertanya selalu diberinya sebuah buku, plus uang Rp 100.000. Di setiap tempat minimal ada 10 orang penanya. Dengan begitu, di setiap sesi dia harus keluarkan minimal Rp 1 juta.

Berbagi Kekayaan Non-Materi
Kebiasaan Aqua yang dengan mudahnya berbagi, diakuinya mendapatkan tanggapan beragam. Ada yang beranggapan, itu sesuatu yang wajar. Karena Aqua itu kaya raya. Tapi tak urung ada juga yang sinis. “Mentang-mentang banyak duit dan harta berlimpah,” kata mereka yang iri hati, “selalu saja bersikap ria. Selalu saja mempertontonkan perilaku berbuat baik kepada banyak orang.”

NASMAY4.jpg

Di beberapa tempat sharing Komunikasi dan Motivasi, ada orang yang mempertanyakan sikap motivator yang lahir dari pasangan Ibu asal nagari Bungus dan Bapak dari Ombilin, Tanah Datar, Sumbar itu. Dan Aqua memberikan jawaban dengan kata-kata yang lugas. 

“Buat saya, biar saja orang menanggapi seperti itu. Saya tidak peduli,” begitu dia menanggapi. “ Yang penting, saya melakukan apa yang saya anggap baik itu dengan niat lillahi ta’ala. Membantu orang lain dengan niat tulus ikhlas, tanpa pamrih. Allah SWT maha tahu semua isi hati dan pikiran saya. Dan saya tidak sungkan-sungkan memberitahu orang lain. Dengan harapan orang lain juga termotivasi untuk melakukan hal yang sama. Saya ingin menularkan perbuatan baik itu kepada orang lain. Bukan untuk ria atau sombong-sombongan.”

Setelah menyaksikan hal ini berulang kali, barulah saya ambil kesimpulan: Aqua telah berbagi begitu banyak kekayaan secara material kepada mereka yang membutuhkan. Tapi di lain kesempatan, dia juga tak henti berbagi kekayaan non-material. Yaitu, kekayaan dalam bentuk saran, bimbingan, motivasi dan pembelajaran untuk melakukan hal-hal yang baik, dengan mencontohkannya sendiri. Dengan niat menularkannya sebanyak-banyaknya. Agar hari demi semakin banyak orang yang tertular keinginan baik untuk berbuat baik. Lalu menularkannya pula kepada orang lain. 

Hal ini mengingatkan saya akan ayat suci Al-Qur’an: “Dan orang yang  minta-minta janganlah kau bentak dan kau usir. Dan nikmat Tuhanmu hendaknya kamu beritakan (kepada yang lain).” Surah Adh-dhuha 10-11.

NASMAY5.jpg

Aqua telah membuktikan bahwa perbuatan menularkan kebaikan – saya istilahkan dengan berbagai kekayaan non-material – melahirkan dampak yang sangat dahsyat. Sejak 11 tahun terakhir, begitu dia pernah cerita, dia telah melakukan kegiatan silaturahim tanpa henti dan tanpa kenal lelah. Dia telah mewakafkan sebagian besar waktunya untuk kegiatan sosial. 

Dari semua ini dia telah memetik buahnya. Dia memiliki teman yang sangat banyak. Dari jenderal bintang empat sampai prajurit di level terendah. Para Dirut BUMN atau swasta sampai pegawai paling rendah. Dari konglomerat sampai rakyat miskin yang papa.  

Uniknya, setiap kegiatan sosial yang dia jalankan, selalu saja mendapatkan bantuan dari orang-orang yang dia beritahu lewat apa yang dia istilah “jaringan Komunitas Komunikasi Jari Tangan”. Mereka itu justru kecewa bila tak diberitahu atau tak mendapatkan kesempatan untuk ikut berbagi.

NASMAY6.jpg

Meskipun hujan lebat dan sempat terhalang karena ada tiang listrik yang rubuh di tengah jalan, akhirnya kami sampai di Polres Tanah Datar di Batusangkar. Awalnya hanya berniat untuk silaturahim dengan Kapolres Tanah Datar, AKBP Bayuaji Yudha Prajas. Tapi Kapolres yang bersama jajarannya sedang mengemasi barang-barang bantuan untuk korban gempa Palu-Donggala itu malah mengajak kami makan nasi kotak bersama. 

Kemudian perjalanan kami berlanjut ke Bukit Tinggi. Silaturahim ke kediaman orangtua Kapolda Sumbar Irjen Pol Drs. Fakhrizal di Kamang Mudik. 

NASMAY7.jpg

Malam itu juga kami lanjutkan “cross country” ke Polres Kabupaten Agam di Lubuk Basung. Melewati Kelok 44 Maninjau dalam kondisi gelap gulita sekitar pukul 01.00 dinihari. 

Siangnya, melanjutkan perjalanan menuju Polres Pariaman Kota. Lalu Polres Padang Pariaman di Bukit Malintang. 

Perjalanan penuh kenangan dan penuh pembelajaran. (Habis)

Pewarta : Nasmay L. Anas
Editor : Slamet Oerip Prihadi
Sumber :

Komentar Anda