Kampung Tematik Buah Pala Pertama di Indonesia

Arif Novantadi (kedua dari kiri) penggagas kampung pala.

COWASJP.COM – Setelah dikunjungi petugas dari Badan Perencanaan Pembangunan Daerah (Bappeda) Kota Bogor Dadang Suhandi dan penyuluh dari Dinas Pertanian Kota Bogor Natalia, kini Kampung Pala sudah membentuk kelompok tani. Terkait dengan kegiatannya yang sangat spesifik khusus pada tanaman pala, maka kelompok tani itu dinamai Kelompok Tani Dewasa (KTD) Kampung Pala.

‘’Ini sesuai arahan dari penyuluh pertanian,’’ kata Arif Novantadi, humas KTD Kampung Pala.
Kampung Pala yang digagas mantan wartawan Jawa Pos ini berada di wilayah Kelurahan Loji, Kecamatan Bogor Barat, Kota Bogor. Kampung tematik hanya khusus buah pala itu merupakan kali pertama di Indonesia. Untuk Diresmikan Walikota Bogor DR. Bima Arya Sugiarto pada Senin, 12 Februari 2018. Saat peresmian dihadiri Kepala Bappeda Kota Bogor, Kepala Dinas Koperasi dan UMKM Kota Bogor, Kepala Dinas BPMPPA Kota Bogor, Direksi Bank Syariah Mandiri, dan Direksi Laznas BSMU.

Semula, lanjut Arif, kelompok tani itu akan diberi nama Kelompok Warga Tani Pala Loji. Namun dijelaskan Natalia bahwa dalam lingkungan Dinas Pertanian, kelompok tani itu hanya mengenal istilah: KTT (Kelompok Tani Taruna), KWT (Kelompok Wanita Tani), dan Kelompok Tani Dewasa). Kelak KTT dan KWT bisa meningkat menjadi KTD. Kelompok tani yang professional. ‘’Jadi Kelompok Tani itu sebenarnya berjenjang, dan akan selalu diperlombakan. Tiap kelompok juga harus dinamai,’’ kata Natalia.

Berdasar paparan tersebut, maka dibentuklah KTD Kampung Pala. Kelompok yang dicetuskan innovator teknologi ramuan Minuman Relaksasi yang pertama di dunia, merek PalaBoo® ini diketuai Mamat bin Atjim, seorang Ketua Rt 02/Rw 11 Kelurahan Loji. Mamat (73 tahun) selama ini dikenal sebagai penggiat kampung yang sangat menguasai sejarah pohon pala di Kota Bogor. ‘’Di Loji ini pernah ada pohon pala sebesar rangkulan dua orang dewasa. Itu pohon pala terakhir di Loji ini. Sekitar tahun 1990-an,’’ kata Mamat.

Masih menurut Mamat, Kelurahan Loji merupakan wilayah pertama di Kota Bogor yang membudidayakan pohon pala. Dalam sejarahnya, pohon pala kali pertama keluar dari daerah asalnya di Pulau Ru, Ambon, dibawa Belanda untuk ditanam di Sukabumi. Hasil panen buah pala dari Kota Bogor ternyata malah lebih unggul yang di Loji ini daripada daerah asalnya. Itu sebabnya, buah pala asal Loji menjadi begitu terkenal di masa lalu.

Peminat buah pala asal Loji biasa dari Depok, Jakarta, Bandung, bahkan Lampung. Namun, seiring dengan perkembangan zaman, sekitar tahun 1980-an pohon pala di Loji kian berkurang. Hingga habis sekitar 1990-an. Loji yang menjadi tujuan banyak orang mencari buah pala, sudah beralih menjadi tujuan orang membangun rumah. Bahkan, pohon pala sangat besar yang diceritakan Mamat tadi terpaksa digusur karena akan dibangun masjid. 

Dengan terbentuknya KTD Kampung Pala ini diharapkan bisa tercipta pelestarian sejarah pohon pala di Kelurahan Loji. Pembelian bibit yang disediakan sekitar 3.000 pohon didanai oleh Laznas BSMU hingga ratusan juta rupiah. Dan, ratusan juta rupiah pula disediakan PalaBoo® untuk merawat pohon-pohon pala tersebut. Kini telah melibatkan sekitar 27 orang yang aktif, dengan didukung Pramuka Kota Bogor, anggota Karang Taruna Bogor Barat, anggota kelompok Gerakan Tanam Pohon, dan forum Ketua RW Kelurahan Loji, beserta para Ketua RT. (*)

Pewarta : Arif Novantadi
Editor : Slamet Oerip Prihadi
Sumber :

Komentar Anda