Kirab Satu Negeri Zona Rote

Dimeriahkan Wayang Golek Ki Sengkek

COWASJP.COM – Wayang Kebangsaan meneriahkan acara Kirab Satu Negeri Zona Rote di Kabupaten Tulungagung, Rabu 10/10 2018. 

Seni budaya ini  dimainkan grup wayang golek pimpinan Ki Sengkek Suharno anggota Banser dari Tegal Jawa Tengah.

Sesuai dengan namanya Wayang Kebangsaan banyak mengambil tema dan cerita yang bernuansa cinta tanah air. Hubbul Wathon Minal Iman.

Hampir serupa dengan Wayang Santri yang biasa dimainkan oleh Almarhum Ki Enthus Susmono Bupati Tegal dan Ki Sudrun dari Blitar.

Bedanya kalau Ki Enthus banyak bercerita tentang sejarah santri mulai dari mondok sampai jadi ulama dan kiai. Wayang yang dimainkan Ki Suharno menceritakan   tentang sejarah bagaimana bisa menjadi santri yang patriotik. Yang berguna bagi nusa dan bangsa.

Malam itu ki dalang membuat lakon Jaka Banser. Sebuah lakon inovasi yang banyak menyitir perjuangan Banser dalam membela NKRI. Maka tidak heran bila malam itu juga ditampilkan dua tokoh Ansor dan Banser  yang mirip  dengan Gus Yaqut Cholil Qomas dan Alfa Isneini serta  tokoh lain  pendukung cerita, seperti Kiai Abdullah Makruf.

kirab.jpg

Cerita lebih ger dibumbui dengan tampilan kocak dua tokoh   punokawan Darmo dan Sugeng. Darmo sehari-hari bekerja sebagai  Hansip. Sugeng temannya sebagai tukang becak.

Joke joke kocak meluncur dari bibir dua tokoh fiktif ini. Inilah yang membuat ribuan penonton yang hadir dalam acara  itu ketawa ngakak.

Dibarengi dengan tembang dan lagu religi yang biasa dilantunkan para santri di pesantren .

"Semua nama yang ada dalam cerita ini hanya tokoh fiktif belaka. Itu hanya sebagai pendukung cerita saja, " ujar Ki Suharno usai pentas tadi malam.

Dari cerita  berdurasi 3 jam itu, tersaji pesan: penyebab tokoh berhasil menjadi manusia sakti bukan karena dia tekun berpuasa atau tirakat. Tapi karena takdzim sang tokoh pada guru dan ikhlas menjalani proses hidup. 

Selain pergelaran wayang kebangsaan juga disajikan Orkes Gambus Bintang Sebilan dari GP Ansor  Pacitan. (*)

Pewarta : Imam Kusnin Ahmad
Editor : Slamet Oerip Prihadi
Sumber :

Komentar Anda