Eks Napi Teroris yang Jadi Duta Perdamaian (3)

Mandi Seminggu Sekali, Menu Makan Roti Cane

ILUSTRASI: Roti Cane yang biasa disantap saat sarapan pagi dan Foto kanan Ali Fauzi Manzi saat di wawancarai wartawan.

COWASJP.COMTidak mudah bisa bergabung pasukan Mujahidin dalam menjalani perang gerilya. Modalnya tak hanya cukup kuat secara fisik, mental tangguh tapi harus siap hidup serba terbatas. Mulai mandi, makan dan kebutuhan lainnya sangat dibatasi karena medan wilayah gerilya pasukan Mujahidin di daerah gurun dan padang tandus.  Satu lagi harus siap beradaptasi dengan beragam bangsa yang tergabung pasukan Mujahidin.

***

SAAT bergabung pasukan Mujahidin ada dua hal yang membuat Yusuf Anis sedikit shock selama menjalani kehidupan sebagai seorang gerliya. Yakni,  soal mandi dan buang hajat. 

Sudah menjadi kebiasaan di Indonesia  soal mandi dan buang hajat mungkin masalah kecil, bahkan dianggap sepele. Umumnya orang bisa melakukan mandi tiga kali sehari. Bahkan lebih. Begitu juga masalah buang hajat biasa di tempat khusus, toilet yang tempatnya tertutup.

Tapi, tidak demikian saat bergerilya bersama pasukan Mujahidin di Afghanistan. Urusan mandi bisa jadi barang mewah. Sebab, medan gerilya pasukan Mujahidin di perbatasan Pakistan-Afghanistan wilayahnya berupa padang pasir, padang tandus yang  sangat kering. Sumber air hanya di tempat tertentu. Karenanya air begitu berharga. Air hanya untuk minum dan keperluan vital seperti memasak.

Makanya, bisa mandi seminggu sekali saja sudah untung. Bahkan kalau lagi pas perang dua minggu  sekali baru bisa mandi. 

BACA JUGA: Rampas Tank Rusia, Tak Bisa Kendarai, Diledakkan​

Apa tidak gatal? ‘’Tidak. Karena udara di Afghanistan sangat kering. Jadi, jarang keringatan. Kalau pun pakaian kotor hanya kecipratan debu. Dikibaskan saja sudah hilang,’’ aku Yusuf Anis.

cali.jpgKERAP DIANCAM. Ali Fauzi (kiri) dan penulis Bahari di kantor YLP di Tenggulun, Solokuro, Lamongan (Foto: Bahari/CoWasJP)

Yang juga mengagetkan Yusuf saat buang hajat besar. Tidak ada WC seperti umumnya di Indonesia atau negara lainnya. Buang hajat bisa dilakukan dimana saja tempat terbuka. Yang penting tidak kelihatan, di rerimbunan jauh dari kamp pejuang.

BACA JUGA: Ikrar Kesetiaan NKRI, Laris Diajak Selfie Pejabat Muspida​

Apakah kotoranya ditanam di tanah? ‘’Dibiarkan bengitu saja. Wong daerahnya panas dan sangat berdebu. Sebentar juga kotoran akan tertimbun debu,’’ terangnya. 

Karena air sangat terbatas untuk cebok pun dengan istinjak. Pakai benda apa saja. Batu, kayu  dan benda keras lainnya. Untuk keperluan salat biasanya bersucinya pakai tayamum karena air sangat terbatas. Walau pun situasi perang para pejuang tidak pernah meninggalkan salat lima waktu. Bahkan saat terjadi kontak senjata pun salatnya dijamah dan diqashar secara bergantian.

Selain itu, para pejuang yang bergabung Mujahidin harus bisa cepat beradaptasi. Selain umumnya warga Pakistan dan Afghanistan, kelompok Mujahidin datang dari pelosok penjuru dunia. Afrika, Asia, Eropa dan negara lainya di dunia. ‘’Kami para pejuang diikat satu tujuan membantu rakyat Afghanistan mengusir penjajah Rusia,’’ aku alumnus ekonomi Universitas Brawijaya (UB) tahun 1988 Malang itu.

ali1.jpgMUSYAWARAH. Ali Fauzi memmimpin rapat dengan anggota Yayasan Lingkar Perdamaian (YLP) di Pendopo kantor YLP. (Foto: Bahari/CoWasJP)

Anis sendiri selain menguasai bahasa Arab, Inggris, juga paham bahasa Farsi Idari, bahasa yang banyak digunakan kaum terpelajar suku Pasthun dari Afghansitan maupun Pakistan. Selain  bahasa Pasthun dan Urdu. Anis juga paham bahasa Tagalog, bahasa nasional kedua Philiphina karena Yusuf Anis pernah menjadi instuktur di kamp pelatihan militer milik pemberontrak Moro di Pulau Mindanao.

‘’Setiap bertugas di wilayah baru, saya berusaha belajar dan mendalami bahasa setempat. Itu bisa memudahkan bergaul dan menyatukan kita dengan warga setempat,’’ aku bapak enam anak itu.

Satu lagi soal makan. Para pejuang yang bergabung dalam kelompok Mujahidin mendapat jatah makan tiga kali sehari. Sarapan dan makan siang cukup dengan roti cane. Baru malam hari mendapat jatah makan nasi atau gandum. Saat awal awal berjuang Yusuf Anis mengaku sedikit kaget karena tidak terbiasa sarapan roti. 

salmanokre.jpgTERTEMBAK DI POSO. Abid di kantor YLP Tenggulun, Solokuro, Lamongan. (Foto: Bahari/CoWasJP)

Kurang kenyang. Tapi, lama lama biasa bahkan lebih praktis apalagi saat perang. Roti yang bisa bertahan berahri hari itu bisa dibawa saat perang dan dimakan ketika lapar. Bentuk rotinya tidak menarik. Tapi, itu makanan terbaik saat perang.

Belakangan Yusuf Anis baru tahu begitu bergabung dengan pasukan Mujahidin tiap bulannya mendapat bayaran. Jangan bayangkan bayarannya besar apalagi jutaan. Sebulan pejuang Mujahidin dapat bayaran 200 rupee atau sekitar Rp 200 ribu. Sangat kecil. Tapi, bayaran itu bukan yang dicari para pejuang seperti Yusuf Anis. Tapi, membantu rakyat Afghanistan mengusir penjajah Rusia. Kalau pun harus gugur di medan pertempuran itu lebih baik. ‘’Kami datang ke Afghanistan untuk jihad, mencari mati syahid. Bukan mengejar bayaran,’’  aku Yusuf Anis.

Saat itu para ribuan pejuang muslim seluruh dunia mengalir, masuk ke Afghanistan untuk membantu rakyat Afghanistan mengusir Rusia. Secara kasat mata di lapangan Amerika lewat CIA, Pakistan, Arab Saudi bahkan China memasok aneka senjata kepada Mujahidin. Sebab, negara negara itu juga berkepentingan agar Rusia tidak bercokol di Afghanistan karena bisa mengganggu geopolitik keseimbangan kekuatan di Asia Tengah.

ali2.jpgSalman (kanan) saat makan bersama di rumah Mulyono,mertuanya. (Foto: Bahari/CoWasJP)

Bahkan di Saudi Arabia lanjut Yusuf Anis,  perekrutan para pejuang yang akan diterjunkan ke Afghanistan dilakukan secara terbuka, dimobilisasi  lewat pengumuman di masjid masjid. Makanya, jangan heran banyak pejuang dari Saudi Arabia bergabung Mujahidin termasuk Osama bin Laden.

Masuknya para pejuang muslim dari manca negara ke Afghanistan sepertinya secara kasat mata ‘’dipermudah’’ melewati negara tetangganya seperti Pakistan. Sebab Pakistan yang bersekutu dengan Amerika juga menginginkan Rusia segera hengkang dari Afghanistan. Sebab, Afghanistan menjadi beranda belakang Pakistan sekaligus pertahanan mendalam bagi Pakistan. 

Afghanistan begitu penting bagi Pakistan. Selain kedua negara memiliki garis perbatasan darat amat panjang 2400 kilometer, penduduk kedua negara adalah mayoritas suku Pasthun. Ketidakstabilan Afghanistan imbasnya ke Pakistan. Sebaliknya Afghanistan yang tidak memiliki pantai sangat tergantung Pakistan. Hampir semua kebutuhan Afghanistan harus dipasok dari Pakistan. Itu terlihat dari truk truk besar hilik mudik dari Islamabad menuju perbatasan Thourkam selanjutnya ke Jalalabad sampai Kabul, ibukota Afghansitan  membawa aneka sembako dan barang kebutuhan rakyat Afghanistan lainnya.

Jika Afghanistan kisruh apalagi diduduki musuh Pakistan sangat terancam. Makanya, Pakistan membutuhkan para pejuang muslim seluruh dunia untuk bergabung mengusir Rusia bersama pasukan Mujahdin.

ali3.jpgTABAH ILMU. Para Istri mantan napi terorisme mengajar ngaji di Masjid di komplek kantor YLP Desa Tenggulun, Solokuro, Lamongan. (Foto: Bahari/CoWasJP)

Makanya, perubahan politik apa pun di Afghanistan, negara Pakistan berusaha ikut menentukan. Baik berperan terang terangan maupun berada di balik layar. Karena itu berbicara perdamaian  di Afghanistan tanpa melibatkan Pakistan tidak ada artinya. Sebab, tokoh tokoh kunci pejabat Afghanistan umumnya binaan, atau dibesarkan Pakistan. Pendeknya Pakistan ‘’bisa’’ berbuat apa saja agar kepentinganya di Afghanistan tidak terganggu. 

Contohnya, saat faksi faksi Mujahidin di Afghanistan saling berperang, tidak ada kedamaian, tidak ada kestabilan politik, Pakistan  pun menbidani lahirnya Taliban di Kandahar. Dengan dukungan penuh Pakistan, para talib atau pelajar madrasah dibawa kepemimpinan Mullah Muhamad Oemar berhasil menguasai Kandahar, Jalalabad dan mengusir kelompok Mujahidin pimpinan Ahmed Shah Masood dari Kabul, ibukota Afghanistan ke perbatasan Tajikistan atau lembah Pansjir.

Meroketnya kekuasaan Taliban  sejak kelahirannya 1994 yang berhasil menguasai 90 persen wilayah Afghanistan dalam kurun waktu dua tahun karena dukungan penuh Pakistan.

Kembali ke Yusuf Anis mulai bergabung pasukan Mujahidin diawali tahun 1988. Yusuf  bersama tiga rekannya dari Indonesia dari Jakarta menuju Pulau Batam, lalu menyeberang ke Malaysia. Dari Malaysia terbang ke Karachi, Pakistan. Disambung naik kereta api dua hari, tiga malam menuju Islamabad. Lalu dijemput kawan menuju Peshawar, kota di Pakistan yang berbatasan dengan Afghanistan. 

Tak lama di Peshawar, Yusuf Anis diboyong ke Kandahar sebagai salah basis perlawanan Mujahidin melawan Rusia. ‘’Di akademi militer milik Mujahidin kami dilatih secara militer dan langsung dipraktikan dalam perang,’’ aku Yusuf.

ali4.jpgKELUAR MASUK BUI. Iqbal Khusaeni alias Reza napiter pemasok handak pada kelompok radikal. Kini sadar dan fokus dakwa.(Foto: Bahari/CoWasJP)

Osama bin  Laden yang berlatar belakang keluarga kaya raya di Saudi Arabia tak hanya ikut berperang mengusir Rusia dari Afghanistan. Tapi, juga menggolontorkan miliaran dana untuk dibelikan aneka senjata yang kemudian didistribusikan ke para pejuang Mujahidin.

Dengan kekayaan melimpah Osama ikut membangun jalan jalan yang rusak di seantero Afghanistan, mendirikan sekolah, rumah sakit dan memasok bahan makanan bagi penduduk Afghanistan yang umumnya sangat miskin. ‘’Itu yang saya saksikan di lapangan,’’ aku Yusuf Anis.

Karena itu jangan heran kalau Osama bi Laden begitu diidolakan, begitu  dihormati rakyat Afghanistan. Osama dianggap sebagai pahlawan, tak hanya membantu mengusir tentara Rusia tapi juga membantu rakyat Afghanistan dengan jiwa dan hartanya saat dunia abai penderitaan mereka. 

Makanya, begitu Amerika menuduh Al-Qaedah dan pimpinannya Osama bin Laden terlibat pengemboman menara kembar World Trade Center (WTC)  pada 11 September 2001  hampir semua rakyat Afghanistan tidak percaya.

Apalagi kemudian Amerika meng-ultimatum agar pemerintahan Taliban menyerahkan Osama. Jelas  Taliban tak menggubrisnya. Osama adalah tamu istimewa, tamu kehormatan bagi rakyat Afghanistan.

Tamu bagi pandangan rakyat Afghansitan harus dijaga keselamatannya dan dilindungi sesuai adab Islam. Apalagi Osama bin Laden  sangat berjasa bagi rakyat Afghanistan. ‘’Penolakan menyerahkan Osama sebagai bentuk balas budi rakyat Afghanistan terhadap jasa jasa besar beliau,’’ ujar Yusuf Anis.

Ketakutan Senjata RPG Mujahidin 

Tapi, angin cepat berubah. Begitu Rusia terusir dari Afghanistan tahun 1989, entah mengapa Amerika dan sekutunya mulai menjaga jarak dengan pejuang Mujahidin. Bahkan Amerika dan sekutunya mulai was-was , ketakutan terhadap kekuatan Mujahidin yang memiliki aneka senjata berat yang sebenarnya juga dipasok Amerika  dan sekutunya saat mengusir Rusia dari Afghanistan. 

ali5.jpgFoto bersama seusai upacara ((Foto: Bahari/CoWasJP)

Karena itu Amerika secara diam diam minta pasukan Mujahidin menyerahkan senjata anti pesawat atau RPG. Bahkan Amerika berani membeli dengan harga selangit. Empat sampai lima kali lipat dari harga normal. ‘’Tapi, Mujahidin tidak tertarik dan tetap mempertahankan RPG tetap di tangan mereka,’’ jelas Yusuf Anis.

Kalau senjata lain seperti AK 47 dan senjata ringan lainnya melimpah. Hampir semua negara bahkan China punya modifikasi senjata sejenis AK 47 ikut memasok para pejuang Mujahidin lewat jalan memutar dan pasar gelap.

Rupanya Amerika dan negara sekutunya khawatir dengan keberadaan senjata RPG di tangan para Mujahidin. Sebab, RPG bisa merontokan pesawat musuh termasuk milik Amerika. (bersambung)

Pewarta : Bahari
Editor : Slamet Oerip Prihadi
Sumber :

Komentar Anda