KSG 30 Tahun Ketemu Kembali

Anggota KSG Orari yang hadir dalam acara Silaturahim.

COWASJP.COM – Siang itu udara di Surabaya cukup panas. Angin bertiup agak kencang. Buah mangga yang bergelantungan itu terlihat di samping sebuah rumah tinggal Jalan Lempung Perdana. Rumah yang halamannya luas tersebut ada beberapa pohon mangga. Puluhan buah mangga yang siap petik tersebut terkena hembusan angin berayun-ayun, seakan menyambut tamu yang hadir di sana.  

Rumah yang besar dan berhalaman luas tersebut  milik Bu Menik. Ibu yang sudah punya beberapa cucu ini adalah mantan breaker Orari Surabaya.  Minggu Legi 23 September 2018 merupakan hari bersejarah bagi perkumpulan Orari (Organisasi Radio Amatir Indonesia) Surabaya di Frekuensi 146.680 Mhz. Personil  Orari di frekuensi ini menggunakan nama KSG (Kulo Seneng Goyon). Ketika  mereka berkomunikasi yang dibicarakan berbagai informasi, santai dan sambil guyonan. Dalam acara silaturahim tersebut dihadiri sekitar 30 mantan breaker KSG

Di saat mereka berkomunikasi juga tidak ketinggalan melakukan kegiatan sosial. Ada tim penggerak. Tugas tim ini adalah menyampaikan informasi yang diperlukan masyarakat dan perorangan yang membutuhkan bantuan. Misalnya ada musibah keluarga yang beritanya lewat Orari, maka tim penggerak meluncur ke tempat tujuan. Selain itu,  beberapa instansi yang perlu Bantuan Komunikasi (Bankom) Tim langsung memberikan pertolongan. Mereka memberikan bantuan dengan rasa iklas dan tulus.

Sejak 30 tahun yang lalu anggota Orari “KSG” satu per satu menghilang. Mereka tidak lagi ngebrik (istilah komuikasi lewat pesawat HT 2 meter band)  di waktu senggang. Selain itu, setiap anggota mempunyai kesibukan yang lain. Anggota Orari KSG terdiri dari para ibu dan bapak. Sewaktu masih aktif sering bersilaturahim. Mereka sering mengadakan “Kopi Darat” dari satu anggota ke anggota yang lain. Nah, kalau di perkumpulan Cowas JP sering mengadakan CBS (Coffee Break Sore).

Mengumpulkan anggota Orari yang tergabung dengan KSG tidak begitu mudah. Mereka kini usianya sudah banyak di atas 60 tahun. Dua anggota Senior yang kini telah tiada adalah Bapak Sugeng Hariono  (mantan Camat Dukuh Pakis), dan Bapak Supardi (mantan PNS-BKKBN). Selain itu masih ada lagi beberapa anggota lain yang sudah meninggal dunia dan tidak termonitor. 

Pertemuan kali pertama setelah 30 tahun lalu, masih kelihatan guyub rukun. Baik ibu maupun bapak saling bercerita pengalamannya. “Saya mendengar ada pertemuan senang sekali. Kalender yang ada di rumah selalu saya lihat, bahkan ingin saya robek  setiap hari kalender di rumah  agar cepat sampai tanggal pertemuan terlaksana,” kata Bambang Satriana.

Khususnya ibu-ibu breaker banyak bercerita tentang keluarga. Tak ketinggalan menceritakan cucu dan pekerjaan sehari-hari. Sementara Bapak Sogol, menceritakan kesibukan mengisi waktu senggang. Ia mengaku sekarang masih bekerja di perikanan. “Kantor Perikanan di mana Pak?” tanya Ibu Didik. Sambil tertawa Pak Sogol menjawab: “Tiap hari saya mancing di kolam ikan. Kan ini kantor saya di perikanan,” ujar Pak Sogol.  Mendengar jawaban yang plesetan ini para mantan breaker yang hadir tertawa.

ksg1.jpgBpk Ardali duduk tengah bertopi saat memberikan petunjuk Aplikasi RAO

Breaker Bambang Satriana yang di udara akrab dipanggil Pak Jemblem ini adalah breaker yang terkenal. Baik Bapak dan Ibu yang tergabung dalam KSG selalu berkomunikasi dengan beliau. Setiap ada copy darat, dia selalu hadir untuk bertemu dengan sesama anggota breker yang lain.

 “Alhamdulillah hari ini kita bisa bertemu lagi” ujar mantan bos distributor gula tersebut.

KENALKAN APLIKASI RAO

Pertemuan hari itu sangat gayeng. Sebelum hidangan makan siang, mantan para breaker ini menerima informasi  tentang penggunaan aplikasi RAO (Radio On-net). Radio ini bisa disebut radio Online.  RAO adalah aplikasi yang dikembangkan Genius PTT untuk menjembatani  komunikasi antar pengguna  RAO berbasis telepon pintar yang terkoneksi dengan internet dengan radio Analog melalui MG-RAO.

Bapak Ardali yang akrab dipanggil Pak Meo menjelaskan bahwa RAO dikembangkan oleh team Genius PTT yang terdiri dari pakar teknologi komunikasi, jaringan  IT, komputerisasi dan jaringan awam yang fokus kepada layanan publik. 

“Melalui aplikasi RAO client, suara dikirim melalui internet layaknya data. Kemudian akan diterjemahkan menjadi suara kembali di telepon genggam penerimanya,” jelasnya.

Di sela-sela perkenalan RAO, Pak Ardali mengatakan, ia ditunjuk sebagai LC di dalam aplikasi RAO  satu-satunya yang dipercaya oleh pengembang. Tugas dari mantan PNS Pemprov Jatim ini adalah mengendalikan semua kanal reguler atau kanal RPU pancar ulang Geteway yang berdomisili di Jatim. 

Hari itu, pertemuan yang mengesankan. Pak Ardali menjelaskan secara detail aplikasi RAO dan syarat untuk menggunakan aplikasi ini. Sementara para mantan breaker sangat antusias di HP nya diisi aplikasi tersebut. “Wah….. dulu ngebrik pakai pasawat HT, power suply, dan antena. Aplikasi ini sangat bermanfaat,’’ kata para breaker yang hadir. (*)

Pewarta : K. Sudirman
Editor : Slamet Oerip Prihadi
Sumber :

Komentar Anda