Penerbitan Buku Reuni IX CowasJP

Perlu Sinergi Para Pakar

Dari kiri: Aqua Dwipayana, Pangdam V Brawijaya Mayjen TNI Arif Rahman, Savero Karamiveta Dwipayana.

COWASJP.COM – Alhamdulillah, semua sedulur CowasJP patut bersyukur. Berita yang diposting Dr. Aqua Dwipayana sangat mengejutkan. Setelah silaturahahim dengan Dirut BNI Bapak Achmad Baiquni, ada kabar yang menggembirakan. Orang nomor satu di bank BUMN tersebut  menegaskan siap mensponsori penerbitan buku Konco Lawas Jawa Pos (CowasJP). Karena itulah bersyukur saya ucapkan lagi. Sebab jarang sekali pihak perbankan yang mudah memberikan sponsor ke pihak lain, tanpa ada kaitannya dengan kegiatan perbankan.

Lagi, silaturahim yang dilakukan oleh Mas Aqua membuahkan hasil yang luar biasa. Ini berkat silaturahim yang tak pernah berhenti. Bagaimana pun kesibukan Mas Aqua sebagai motivator tak lupa silaturahim dilaksanakan secara intens. Baik terhadap relasi, teman akrab, dan guru sewaktu masih sekolah.  

“Alhamdulillah Pak Baiquni sponsori buku CowasJP. Dapat sponsor bagi Pak Aqua biasa, tapi bagi CowasJP istimewa”, komentar Mas Hakim  lewat pesan singkat WA. Salah satu bos harian Duta Masyarakat ini adalah juara 3 lomba karya tulis Reuni IX dan HUT III Cowas  di Desa Wisata Pentingsari 11-12 Agustus 2018 lalu. Sementara juara I adalah Cak Fu, Juara II Dik Toni Widjojo Hartono.

Beberapa posting baru dari sedulur Cowas bermunculan. Misalnya, pesan singkat Mas Tofan Mahdi. “Selamat atas penerbitan buku CowasJP yang digagas Mas AQUA dan didukung sepenuhnya oleh Dirut BNI Bapak Achmad Baiquni. Salam dari Jakarta.” 

Masih banyak komen lagi dari sedulur CowasJP lewat pesan singkat melalui WA.

dir.jpgK. Sudirman di Warkop OS miliknya.

Kabar gembira dari sang motivator handal ini perlu mendapat dukungan dari semua pihak. Rencana penerbitan buku CowasJP tersebut merupakan kepercayaan dari relasi Mas Aqua. “Mari kita laksanakan amanah tersebut dengan sebaik-baiknya, sehingga beliau (Pak Achmad Baiquni) puas dan memberikan amanah lagi kepada kita”, ujar Mas Aqua.

Berdasarkan catatan, sejak CowasJP dibentuk 3 tahun lalu (2015) ada dua buku yang sudah diterbitkan. Buku perdana adalah “Sepak Bola Gajah”. Penulismya  redaktur senior Olahraga yakni Mas Slamet Oerip Prihadi (SOP), dan Abdul Muis (Cak Amu). Buku ini disponsori Cowaser Sholihudin yang waktu itu  jadi GM Radar Kediri. Sekarang GM Radar  Bromo.

Buku monumental dari Kesebelasan Green Force Persebaya ini dilaunching di  Gedung JX Jalan Ahmad Yani Surabaya. Disponsori Mas Hendy Mustafa (Cowaser mantan iklan Jawa Pos).

Buku kedua “Api Revolusi Jawa Pos Kembang Jepun” yang dilaunching saat reuni  ke-8 di markas bersejarah Jawa Pos, Jalan Kembang Jepun. Cover buku setebal 194 halaman ini dikerjakan oleh ilustrator senior Jawa Pos, Mas Budiono. Di WA akrab dipanggil Mas Gedebug. Sebagai editor buku tersebut adalah Djono W. Oesman, mantan wartawan JP yang bertugas di Jakarta. Koordinatornya Mas Roso Daras (mantan wartawan Jawa Pos era Kembang Jepun). 

dir1.jpgDari kiri: M. Fathony, Dr Aqua Dwipayana, K. Sudirman, Widjojo Hartono.

Sementara isi buku ditulis secara keroyokan oleh para mantan wartawan JP saat berjuang untuk memajukan Jawa Pos ketika  berkantor dekat Jembatan Merah (Jembatan  Revolusi Perjuangan). 

Saya masih ingat benar. Waktu itu Pak Dahlan Iskan (DI) hadir dalam reuni tersebut. Pak Koesnan Soekandar (Hendraal)  dan Mas Suhu memberikan sambutan. Disusul Pak DI didaulat memberikan sambutan juga. Pak DI kala itu menyampaikan ucapan selamat kepada CowasJP . Mendengar CowasJP akan menerbitkan buku, spontan berkata “Dicetak berapa, saya yang akan membayar ongkos cetaknya.”

Setelah Pak DI memberikan lampu hijau, CowasJP menerbitkan buku, teman-teman  rajin mengirim tulisan. Tak ketinggalan sahabat kita Aalmarhum Mas Yok Soedarso membuat artikel yang cukup bagus, tulisannya mengalir dan enak dibaca. Sayang Mas Yok, telah mendahului kita, menghadap sang Khaliq. “Selamat jalan Mas Yok." 

DUKUNGAN TERUS MENGALIR

Rencana membukukan tulisan sedulur-sedulur CowasJP banyak mendapatkan sambutan hangat. Menulis dan menerbitkan buku bukan pekerjaan yang mudah. Tidak semua wartawan yang biasa menulis berita tiap hari bisa menulis buku dengan baik. Apalagi kalau menerbitkan buku perlu biaya yang cukup besar. Namun demikian di CowasJP bukan halangan untuk menulis dan menerbitkan buku.

Di perkumpulan CowasJP kini sudah banyak para intelektual muda. Di antaranya Dr Imron Mawadi, Dr Aqua Dwipayana, Dr. Dhimam Abror Djuraid, yang kini sebagai caleg DPR-RI dari PAN. O ya,  sahabat saya yaitu Mas Maksum dan Cak Fu. Dua Cowaser terakhir ini sudah mempersiapkan buku Bayi tabung dan Biografi Kapolda jatim. 

Ustadz Ir Agus Mustofa juga penulis buku handal. Buku “Putaran Energi Ka’bah”  salah satu buku karya sarjana  jurusan teknik  Nuklir Universitas Gajah Mada Jogjakarta. Selain menulis buku agama, Mas Agus juga rajin mengirim Renungan Hikmah Pagi di Grup WA CowasJP . Hikmah Pagi yang dikirim ke Cowas sampai hari ini sudah ke 382. Mantab Mas Agus. 

dir2.jpgHendraal Koesnan Soekandar (kiri) saat memberikan hadiah kepada K. Sudirman, pemenang harapan lomba tulisan Reuni IX CowasJP.

Sementara Cowaser kita di Jogja, Mas Erwan Widyanto juga penulis buku. Judul bukunya : “ Produktif Sampai Mati “ Kiat Sukses Pasca Pensiun. Koordinator Cowas Jogja, Solo dan Semarang tersebut aktif dalam merawat dan melestarikan lingkungan hidup dengan Proyeknya Bank Sampah di Jogja. 

Selain banyak pakar menulis buku, di CowasJP ada pakar marketing. Ada Mas Supriyanto yang dulu sebagai pejuang marketing Jawa Pos, saat masa perjuangan. Dia berhasil meningkatkan oplah Jawa Pos, bersama Bapak Imam Suroso (Alm). Saat mereka berjuang oplah 6000 exemplar per hari meningkat terus hingga mencapai lebih dari 100 ribu exemplar per hari. Program mereka kala itu jelas. Mengadakan pementasan Ketoprak dengan Cerita “Ampak-Ampak” dan Tret-tret mengantar Persebaya ke Final Divisi Utama di Jakarta. 

Keberhasilan Mas Supriyanto ini tak luput dari dukungan rekan sedivisinya. Mereka adalah Cak Sohib (alm), Cak Rais (alm), Mas Agus (suami Mbak Minar), Mas Pii,  dan Aba Mansyur. O ya hampir lupa Abah Ridwan yang kini bergabung dalam Tim Penggerak CowasJP .

Mas Priyanto kini beralih profesi. Dia banyak berkecimpung dalam dunia usaha, nonmedia. Mas Pri juga pernah eksis di Harian Memo sebagai direktur. Dia tahu persis bagaimana cara memasarkan media dan buku, meski zaman sudah berubah. Mungkin ini merupakan tantangan bagi Mas Pri untuk memajukan CowasJP .    

Bukan saja masalah menulis buku. Di CowasJP juga ada ahli desain. Seperti yang saya tulis di atas adalah Mas Budiono dan Mas Muchtar Mujani yang akrab dipanggil Mister. Mas Bud (pangglan akrab Budiono) pria asal Jogjakarta bergabung dengan JP sejak generasi Kembang Jepun. Dia kini masih aktif bekerja di Jawa Pos.

Penerbitan buku CowasJP sudah di depan mata. Amanah dari Dr Aqua Dwipayana dan Dirut BNI Achmad Baiquni harus kita kerjakan dan laksanakan secara serius. Penerbitan buku kali ini perlu ditangani secara bersama. Tim penggerak yang biasanya sering Silaturahim perlu tambahan tugas ektra. Maaf  bukan perintah lo hehehe. Ini adalah untuk membantu menyukseskan amanah yang harus dikerjakan secara IKHLAS dan TULUS. Cowaser yang kini punya tugas berat di Tim Penggarak: Mas Suhu, Sam Thomas, Cak Haji Eko Kletek, Cak Haji Eko Dinar, Aba Mansyur, Cak Andi Soerjadi, dan  Aba Ridwan. 

Penerbitan buku CowasJP ini penuh dengan amanah. Baik dari Mas Aqua maupun dari Dirut BNI Achmad Baiquni. CowasJP paling tidak bisa menunjukkan kerja Team Work yang baik dan penuh keterbukaan. (*)

Penulis: K. Sudirman, mantan wartawan Jawa Pos, kini GM Majalah Jayabaya.

Pewarta : K. Sudirman
Editor : Slamet Oerip Prihadi
Sumber :

Komentar Anda