Avocado Hope

COWASJP.COM – Ini sekadar wawasan bagi yang pingin pindah ke kampung halaman (desa). Siapa tahu ada yang memiliki tanah seluas sekitar 1 hektar.

Tanah tersebut bisa dibudidayakan dengan tanaman alpukat (avocado). Cukup menjanjikan jika dibudidayakan dengan baik.

Tulisan ini lebih berupa petunjuk teknis. Tapi insha Allah jika dilaksanakan akan menguntungkan.

Dikurangi biaya bibit, pupuk, biaya tanam dan lain-lain bisa menghasilkan keuntungan sekitar Rp 45 juta per bulan. Di bawah ini kalkulasinya.

Avocado Hope
Potensi hasil alpokat sipit asia 300-500 kg per pohon per tahun.

darul1.jpg

Alpokat sipit asia adalah salah satu jenis alpokat yang lagi tren. (Penjelasannya di bawah).

Ambil produksi terendah per tahun 300 kg saja.

Per ha bisa ditanami 200 pohon

Hasil buah per tahun = 300 x 200 = 60.000 kg per tahun.

Garap pasar tradisional harga ambil Rp 10.000/kg = *Rp 600 juta per tahun per ha (Rp 50 juta per bulan).

Dahsyat kan....?

Cara berkebun alpukat modal hemat:
1. Tak perlu beli pupuk kimia.
2. Buat lubang saat musim kemarau ukuran 1 x 1 x 1 mtr.
 Panjang 1 meter, lebar 1 meter, kedalaman 1 meter.
3. Buat bokashi yang kaya akan NPK (kohe atau kotoran hewan 70% + dedaunan 30% berupa sabut kelapa + batang pisang + eceng gondok + cangkang telur + kulit pisang dan lain-lain).
4. Buat ramuan cairnya juga dari air kelapa + air cucian beras + urin

**

Biaya Analisis Alpukat-nya:
Bibit + tanam + pupuk + penyiraman.
Perawatan tiap 3 bulan sekali, pembersihan  1,5 mtr dari batang + pupuk bokashi + pupuk cair + penyiraman.

Biaya dangir/koret + pupuk + siram tergantung daerah sih. Kalau sistem borong dengan biaya Rp 5000/batang.
Jadi 1 ha 200 batang biaya rawat Rp 1 juta per 3 bulan. Per tahun Rp 4 juta biaya rawatnya.

Perkiraan Biaya per Ha di Luar Tanah
1. Bibit Rp 100.000 x 200 = Rp 20.000.000
2. Perawatan per tahun Rp 4 juta.
3. Biaya untuk pengadaan bokashi + ongkos pembuatannya taruhlah Rp 6 juta.

Jadi diperlukan anggaran Rp 30 juta per ha per tahun untuk tahun pertama.
Tahun ke 2 dan seterusnya Rp 10 juta per tahun.
Indahnya menikmati pensiun di kebun alpokat. 

Alpokat Sipit Asia

Alpokat sipit asia, seperti diberitakan Cendananews.com, kini populer di Lampung. Dusun di tepi laut, Dusun Kayu Tabu, Desa Kelawi, Kecamatan Bakauheni, memiliki potensi kekayaan alam yang cukup tinggi. Baik dalam bentuk potensi wisata alam seperti Pantai Batu Alif, perbukitan serta perkebunan buah pisang, kelapa, dan yang paling dikenal adalah potensi buah alpokat (persea americana mill).
Kepala Dusun Kayu Tabu, Samsul Maarif, mengungkapkan, masyarakat Dusun Kayu Tabu mengembangkan jenis alpokat sipit asia dengan ciri khas buah berbentuk oval dan nyaris tanpa biji.

Sejarah perkebunan alpukat di Dusun Kayu Tabu itu, berawal pada 1973, Mbah Hartowo (alm) dan Mbah Harjo (alm), warga asal Jakarta dan Yogyakarta, membawa bibit alpokat dari Pulau Jawa dan dikembangkan di Dusun Kayu Tabu sebagai tanaman depan rumah, yang kemudian berkembang menjadi tanaman perkebunan.

”Jadi, awal mulanya ditanam di depan rumah atau saat itu kamp pekerja, lalu mulai menyebar ke penduduk sekitar dan dikenal sebagai sentra pembudidaya alpukat terbesar di Lampung Selatan,”ungkap Samsul.

darul2.jpg

Samsul juga menyebut, kondisi tanah dan kontur tanah di Dusun Kayu Tabu yang terletak di ketinggian 1500 meter di atas permukaan laut, memilikio kandungan ziolit yang berdasar penelitian berasal dari material Gunung Krakatau, yang meletus pada 1883. Hal tersebut bahkan telah diteliti oleh ahli geologi asal Jepang  bernama Profesor Hargiamemiliki menyebut kandungan zeolit memang cocok untuk tanaman alpkat. Profesor Hargianto melakukan penelitian tentang dampak ledakan Gunung Krakatau dan penelitian di wilayah Dusun Kayu Tabu pada sekitar 2008. Jenis alpokat di wilayah Dusun Kayu Tabu, bahkan diketahui memiliki ciri khas yang tak dimiliki oleh alpokat dari daerah lain.

Potensi perkebunan alpukat yang merupakan buah kaya gizi dan kaya manfaat tersebut, dibenarkan pula oleh salah seorang pekebun sekaligus peneliti tanaman alpokat sekaligus pelaku bisnis agro, Syahbana Abdul Rohman (36). Suami dari Enti Lasmiati (37) ini setiap hari mengirim buah alpokat ke sejumlah gerai komoditas buah di wilayah Jawa, khususnya untuk pasar premium dengan jumlah kiriman mencapai 4 ton per minggu.

Umur berapa tahun alpokat sipit asia mulai berbunga dan berbuah? Mulai tanam sampai produksi bunga diperlukan waktu 3 tahunan. Mulai bunga sampai siap petik kisaran 4 bulan. (*)

Pewarta : Darul Farokhi
Editor : Slamet Oerip Prihadi
Sumber :

Komentar Anda