Kunjungan di Kabupaten Bulungan

Ajak Silent Majority Bersuara

Naik perahu motor ke Tanjung Selor.

COWASJP.COM – Setelah singgah semalam di Kota Tarakan, Tim Kirab Satu Negeri pagi harinya berangkat menuju Kabupaten  Bulungan, Provinsi Kalimantan Utara (Kaltara), dengan naik perahu speed.
Sambutan luar biasa ditunjukkan oleh keluarga besar Dewan Adat Tidung Kabupaten Bulungan.
Saat rombongan Tim Kirab Satu Negeri yang dipimpin oleh Wakil Ketua Umum PP GP Ansor Mohammad Haerul Amri tiba, disambut seni japin sholawat dan tari Niksin dan sambut tamu.

"Terima kasih saudara-saudara mau singgah ke daerah ini. Desa Salim Batu ini desa tertua dan  merupakan pusat penyiaran agama Islam di wilayah Bulungan dan sekitarnya. Di tempat ini ada makam Syech Maghribi, Da'i yang menyebarkan agama Islam di sini," ujar Datuk Ilham.

BACA JUGA: Kirab Satu Negeri di Area Tugu Dwikora​

"Jadi rombongan sangat pas bila singgah di daerah ini. Untuk itu sekali lagi kami sampaikan terima kasih," tambahnya.

Sementara itu, Abdul Hakam selaku Ketua Pimpinan Wilayah GP Ansor Kaltara menerangkan, melalui kirab ini GP Ansor mengajak masyarakat untuk semakin memahami dan menghargai kemajemukan dan keberagaman yang dimiliki bangsa Indonesia. 

"Kirab ini tujuannya untuk mengokohkan konsensus berbangsa, yakni NKRI, khususnya di Kaltara sebagai wilayah perbatasan, dan di Indonesia secara umum," papar Abdul Hakam, yang juga Ketua Bidang Hukum Pimpinan Pusat GP Ansor, Senin 17 September 2018.

kusnin.jpgSalah satu aktivitas Tim Kirab Satu Negeri di Kabupaten Bulungan.

Rombongan Kirab Satu Negeri Zona Nunukan ikut serta dalam rombongan Wakil Ketua Umum PP GP Ansor M. Haerul Amri, Affan Rozi selaku koordinator zona, Imam Kusnin Ahmad sebagai asisten lapangan.

Selain itu, lanjut Abdul Hakam, Kirab Satu Negeri ini juga bertujuan mengajak mayoritas masyarakat (silent majority) yang cenderung diam agar berani bersuara menghadapi ancaman sekelompok pihak yang ingin mengubah konsensus kebangsaan, terutama mempolitisasi agama demi tujuan-tujuan politiknya. "Terutama di media sosial, ayo kita yang mayoritas ini bersama-sama menyuarakan kebenaran, agar media sosial kita tidak didominasi oleh berita hoax dan fitnah," ajaknya kepada seluruh hadirin.

Dilanjutkan, lewat kirab ini tentu saja Ansor ingin merawat keberagaman keragaman suku, adat, agama, dan bahasa. "Ini adalah kekayaan yang sangat berharga nilainya untuk anak cucu kita nanti," pungkas pria asal Cirebon ini.

kusnin1.jpg

Usai ramah tamah, rombongan langsung menuju Makam Syech Maghribi sekitar 300 meter dari lokasi untuk ziarah dan doa tahlil.

Setelah itu rombongan melakukan bhakti sosial pengecatan makam. Kemudian langsung menuju ke pusat kota Tanjung Selor,  perjalanan 1,5 jam dengan kendaraan tujuh perahu Tambangan.

kusnin3.jpg

Tim pembawa bendera dengan luar biasa, meski dalam perjalanan turun hujan lebat, mereka tidak pindah dan tetap  berdiri kokoh  di tempatnya di ujung depan perahu.
"Anak-anak luar biasa.Tidak geser dari tempatnya meski hujan lebat," kata Hakam.

kusnin4.jpg

Di Tanjung Selor tim tidak laha-leha. Usai Isya'  langsung menggelar NGOBAT (ngobrol bersama sahabat) yang melibatkan anggota Ansor, PMII, dan komponen pemuda dan mahasiswa. (*)

Pewarta : Imam Kusnin Ahmad
Editor : Slamet Oerip Prihadi
Sumber :

Komentar Anda