The Power Of Silaturahim

Safari Silaturahim Sambil CBS

DR Aqua Dwipayana di kediaman Imawan Mashuri di Lawang, Kabupaten Malang.

COWASJP.COM – Silaturahim merupakan salah satu misi di perkumpulan Cowas JP. Perkumpulan persaudaraan para mantan karyawan Jawa Pos tersebut dibentuk tiga tahun lalu (2015). Setiap saat anggotanya terus bertambah. Begitu pula kegiatan silaturahim antara sesama Cowaser semakin mantab. Sementara, tim penggerak CowasJP (Konco Lawas Jawa Pos), selalu mengadakan silaturahim antara Cowaser  di Surabaya maupun luar kota. Semuanya dilakukan dengan tulus ikhlas, tanpa pamrih dan tak kenal waktu. 

Haruskah silaturahim dilakukan berkunjung dari rumah ke rumah? Di perkumpulan ini ternyata tidak. Setiap saat para Cowaser bisa bersilaturahim sesama anggota melalui CBS (Coffe Break Sore). Ini istilah yang dipopulerkan rekan Cowaser Andi Soerijadi. Pria berambut coklat tersebut kini masih aktif di divisi iklan Jawa Pos. Ibadahnya rajin setelah mendapat fasilitas Umroh dari Dr. Aqua Dwipayana  bersama Mas Suhu, dan Om Sukma.

BACA JUGA: Ikut Merasakan Dahsyatnya Energi Silaturahim​

Andik Soerijadi dan Mas Slamet Oerip Prihadi (SOP), abah Mansur, Cak Haji Eko Kletek, Cak Haji Eko Dinar bergabung dalam tim penggerak. Mereka berangkat pada saat dibutuhkan. Dan tidak bisa dilupakan  bersilaturahim sambil  CBS. Baik itu siang  maupun malam hari. Mas Suhu (panggilan akrab SOP) selalu siap bila dihubungi lewat pesan singkat di WA Grup.  

lumajang.jpgDi rumah Subur Setyo Budi (paling kiri) di Lumajang.

Kalau ingin CBS bisa di mana saja, lihat situasi dan kondisi. Sering di CBS di Kafe Wong Java, kawasan Jalan A Yani. Juga pernah di Café Rolag, Jalan Khairil Anwar, Surabaya. 

Bahkan kalau lagi klinong-klinong di daerah Manukan mampir di Kedai Kopi Nusantara OS Manukan. “Di mana pun dan kapan saja kami siap silaturahim sambil ber-CBS”, kata Cak Soerijadi.

Saya sebagai Cowaser sangat bangga dengan aktivitas teman-teman. Di grup lain yang melakukan silaturahim sambil Ngopi Bereng  jarang sekali dilakukan. Apalagi kegemaran CBS sambil OOC (Obong Obong Congor = merokok). Misalnya di Group Paguyuban Budaya Jawa. Personilnya  bersilaturahim melalui pesan singkat WA. Mereka  yang uzur ini punya kegemaran mendengarkan Wayang Kulit dan Mocopat  di Radio Pertanian Wonocolo (RPW) Surabaya. 

BACA JUGA: Silaturahim Tanpa Batas​

Dr Aqua Dwipayana, penulis, penerbit buku “The Power of Silaturahim Rahasia Sukses Menjalin Komunikasi” juga sering melakukan Safari Silaturahim. Motivator handal terkenal tersebut setiap saat mengirimkan tulisan lewat WA mengenai perjalanan silaturahimnya.

SURYADI.jpg

Mas Aqua (panggilan akrab di Cowas), pekan lalu menghadiri acara di Denpasar, Bali. Sebelumnya, ayah dua anak ini membagikan  hadiah bagi pemenang karya tulis HUT III dan Reuni IX Cowas JP. Setelah acara usai tidak langsung terbang ke Denpasar, Bali. Dia tidak kembali ke Jakarta naik pesawat. “Dari Banyuwangi saya ingin jalan darat,” katanya,  saat silaturahim di Kedai Kopi OS milik penulis.

BACA JUGA: Silaturahmi Makin Marak Yang Berbagi Kian Banyak​

Di Lumajang yang terkenal dengan nama kota pisang tersebut, Mas Aqua bersilahturahim di rumah Cowaser Eyang Subur Setyo Budi. Dia adalah pensiunan wartawan yang kini beralih profesi. Depot sebagai usaha menyambung hidup ramai dan sukses. Eyang Subur ketika dikunjungi Mas Aqua wajahnya kelihatan sumringah. Ini terlihat ketika foto-foto yang dikirim lewat WA Grup. 

sukma1.jpgSilaturahim di Cafe Rolag, Jalan Khairil Anwar, bersama Hendraal dan Sukoto, bos koran Pojok Kiri.

Hari sudah menjelang malam. Safari  Silaturahim tetap dilanjutkan. Motivator  yang satu ini tak kenal lelah. Mas Aqua terus meluncur ke Pasuruan dengan dikawal Patroli Polisi. Di Pasuruan singgah ke rumah cowaser Tofan Mahdi. Mantan wartawan ini sukses meniti kariernya di Jakarta. Pada saat di Pasuruan, Mas Aqua masih  menyempatkan berziarah ke makam ibunda Mas Tofan pada malam hari itu juga.

Tanpa merasa lelah, Mas Aqua meneruskan perjalanan menuju Lawang. Di kota dingin ini dia bersilahturahim dengan Mas Imawan Mashuri. Di rumah salah satu tokoh CowasJP tersebut sempat berbincang santai hingga larut malam. 

Kamis malam dari rumah Mas Imawan, beliau mampir di rumah Ahmad Sukmana. Disuguhi makan malam yang uenak banget.

sukma.jpgAqua Dwipayana silaturahim di rumah Ahmad Sukmana, di gang agak sempit di Bareng, Malang.

Silaturahim sambil ber-CBS kini menular ke Cowaser yang lain. Pak Koesnan Soekandar, sahabat lama saya juga sering mengajak bersilaturahim sambil CBS.  Hendraal (nama akrab di Cowas) kali pertama silaturahim  di Café Rolag yang tak jauh dari rumahnya (Jalan Ronggowarsito 45 Surabaya). 

Hadir Mas Suhu, saya, Gus Ridwan, Sam Thomas, Cak Haji Eko Dinar, Cak Haji Eko Kletek. Sebagai tamu kehormatan hadir  Mas H. Sukoto, bos Koran harian POJOK KIRI dan ketua SPS Jatim.

sukma4.jpgOOC dan CBS di Warkop Wong Java Surabaya.

Guyub rukun antar sesama Cowaser juga terlihat sejak perkumpulan ini terbentuk. Di saat ada anggota yang mendapat cobaan sakit, tim penggerak cepat turun. Mereka langsung datang ke rumah sakit atau rumah yang bersangkutan. Gerakan cepat tanggap tersebut  ingin memberikan semangat dan dan sekedar menyampaikan santunan.  

Akhir-akhir ini banyak pensiunan di Jawa Pos Grup yang ingin bergabung di CowasJP. Pekan lalu Mbak Minar, mantan staf di percetakan Temprina masuk Cowas JP. Mbak Minar  merupakan karyawan JP generasi Kaliasin. Dia masuk di Jawa Pos, bersama dengan Mbak Mamik, mantan kasir di Jawa Pos.

sukma-3.jpgSilaturahim di Warung OS milik K. Sudirman (penulis kedua dari kanan), di Manukan Tengah, Surabaya.

Nama Mbak Mamik dan Minar cukup dikenal. Keduanya komunikatif sesama teman.  Mbak Minar yang tinggal di Perumahan Gunungsari Indah tersebut langsung mengundang  Cowaser untuk silaturahim dan makan siang bersama. 

Saya mohon maaf waktu itu tidak bisa hadir karena ada kegiatan yang tidak bisa ditinggalkan. “Ok untuk Mbak Minar”.

Ada kesempatan dan waktu mari kita tingkatkan bersilaturahim sesama Cowaser. Mumpung kita diberikan kesehatan yang barokah oleh Allah SWT.  Aamiin. (*)

Pewarta : K. Sudirman
Editor : Slamet Oerip Prihadi
Sumber :

Komentar Anda