Wisata Keluarga Panitia Reuni IX CoWasJP di Bali (11)

Wisata ke Bali Berasa seperti Pejabat Penting

Penulis (nomor tiga dari kiri) bersama keluarga berfoto di depan bus VIP dari Korem 163/Wira Satya.

COWASJP.COMSebagai bentuk terima kasih kepada Mas Aqua Dwipayana beserta keluarga dan rasa syukur ke hadirat Ilahi, Dyah Arba'atun (istri dari Ketua Panitia Reuni IX CowasJP, Erwan Widyarto) menuliskan pengalamannya mengikuti Wisata Keluarga Panitia ke Bali. Selamat menikmati.

***

‌TANGGAL 31 Agustus - 2 September 2018 akan menjadi hari yang tak akan terlupakan.  Pada hari-hari itu kami sekeluarga bisa kembali menikmati keindahan pulau Bali yang kedua kalinya setelah 14 tahun yang lalu. Namun untuk perjalanan kali kedua ini saya tak henti-hentinya mengucap syukur kepada Allah atas berbagai kenikmatan yang kami dapatkan. Sejak dari berangkat sampai pulang kembali. 

Semua ini tidak lepas dari budi baik Mas Aqua Dwipayana beserta keluarganya yang telah memfasilitasi semuanya. Sehingga kami tidak sepeser pun mengeluarkan uang untuk rekreasi kali ini. 

BACA JUGA: Rupiahku Tak Laku di Bali

Tgl 31 Agustus, hari yang ditunggu-tunggu tersebut tiba. Persiapan dari sore hari packing baju yang harus dibawa, kaos seragam untuk peserta dan spanduk. Semua sudah saya siapkan sejak sore. Malam makin larut tetapi saya berusaha untuk tidak tidur karena takut bangun paginya kesiangan. Jam menunjukkan pukul 02.30 mata tidak  kuat menahan rasa kantuk. Akhirnya tertidur di depan TV. 

nyonya-erwan8.jpg

Alarm HP bunyi pukul 03.30 WIB, saya langsung terbangun. Buru-buru saya menyiapkan keperluan untuk anak-anak dan suami. Azan subuh berkumandang saya bangunkan anak-anak untuk salat Subuh dan persiapan agar tidak terlambat ke bandara. Suami pun ke masjid salat Subuh berjamaah.

Tidak terasa jam sudah menunjukkan pukul 05.00 lebih. Buru-buru kami berangkat ke bandara karena masih harus menjemput Mak Ti di Rumah Mas Aqua di Sawitsari. Mak Ti juga ikut rombongan ke Bali. 

Sampai Bandara Adisucipto sudah menunjukkan pukul 05.30. Kami langsung cek in di terminal B, bandara sisi barat. Oleh  petugas diberitahu kalau sudah boarding. Kami diminta segera menuju ke pesawat. Maka kami langsung lari karena ternyata parkir pesawatnya di ujung timur di terminal A. 

nyonya-erwan1.jpg

Saya merasa bersalah karena MakTi harus ikutan lari dari ujung barat sampai ujung timur bandara. Mak Ti sampai ngos-ngosan. Alhamdulillah tempat duduknya sudah dibookingkan jadi dapat tempat duduk di deretan depan. Saat itu saya pun minta maaf sama Mak Ti.

Alhamdulillah, pesawat Nam Air yang kami tumpangi mendarat di Bali lancar. Dan ternyata mas Aqua sama putranya, mas Ero serta mas Darmadi sudah menunggu di ruang kedatangan. Kami langsung menuju bus hijau bertulisan Korem yang sudah disiapkan. 

Perjalanan wisata dimulai. Dan ternyata kami dikawal oleh vorijder handal yang siap menyibak kemacetan jalanan di Bali. Kami berasa seperti pejabat penting. 
‌Raungan sirine  motor dari vorijder membuka jalan. Pak Subiyono  dengan lihainya melenggak-lenggok di jalananan menyibak kemacetan. Sesekali melambaikan tangan kanan dan kirinya untuk meminta jalan kepada pengendara motor dan mobil. 

nyonya-erwan2.jpg

Alhamdulillah, Pak Wayan sopir busnya bisa mengikuti "atraksi" yang ditampilkan Pak Subiyono sehingga kami berasa sedang syuting film laga yang  sedang mengejar penjahat. Awalnya saya ngeri sampai nggak berani lihat jalan di depan. Namun lama-lama, akhirnya enjoy juga dan bisa menikmati perjalanan.

Dari bandara kita di bawa ke Museum Perjuangan Bali yang ada menaranya bisa untuk melihat kota Bali. Setelah puas foto-foto dan melihat museum kami melanjutkan makan siang di Be Sanur, spesial kepala Ikan yang ternyata sudah disiapkan oleh relasi Mas Aqua dari Bank BRI Bali. Alhamdulillah walaupun saya tidak bisa makan sop ikannya namun dari pihak rumah makan dengan cekatan mencarikan menu pengganti di warung sebelah sehingga saya bisa ikut menikmati makan siangnya.

Tujuan wisata selanjutnya di hari pertama di Bali adalah pantai Pandawa. Setelah puas bermain di pantai rombongan pulang menuju penginapan. Sebelum masuk kamar masing-masing, kami diminta ke kamar keluarga Mas Aqua untuk dibagi suvenir dan oleh-oleh dari Citilink, Jamkrindo, Lanal Denpasar, BRI, Bank Mandiri, PLN dan masih banyak lagi.

nyonya-erwan3.jpg

Malam harinya kami dijamu makan malam di rumah makan milik Bpk Naradha, bos Bali Post dan Bali TV. Kami disambut langsung oleh Bapak dan Ibu Naradha. Setelah  ramah tamah selesai kami pulang ke penginapan. Lagi-lagi kami dibagikan suvenir oleh Mas Aqua  dan Mas Ero. Alhamdulillah lagi.

Hari kedua, Sabtu (1/9), setelah salat subuh saya dan suami jalan kaki ke pantai Semawang, Sanur. Penginnya menikmati sunrise namun mendung menggelayut sehingga matahari enggan menampakkan diri. Kami menyusuri pantai sambil sesekali mengambil foto perahu-perahu yang masih bersandar. Usai jalan pagi ke Pantai Semawang yang jaraknya hanya sekitar 200 meter dari WISMA BAHARI milik Pangkalan Angkatan Laut, kami bersiap untuk jalan.

Sarapan pagi sudah disiapkan. Kami makan sarapan nasi boks bertulisan Arowana Foodstreet. Rupanya, kami dikirim sarapan dari rumah makan milik keluarga Pak Naradha, teman akrab Mas AQUA. 

nyonya-erwan4.jpg

Perjalanan hari kedua Alhamdulillah  lancar walaupun  di perjalanan sempat turun hujan lumayan deras, Kami menuju Danau Buyan dan Danau Beratan atau Bedugul. Makan siang di Ayam Taliwang seberang Danau Bedugul.

Malamnya kami dijamu makan malam oleh sahabatnya Mas Aqua di Hotel bintang 5 di Courtyard Marriott Seminyak sekaligus penyerahan hadiah menulis bagi anggota Cowas yang dimenangkan oleh Cak Fu, suami Mbak Anisah.

nyonya-erwan7.jpg

Ada surprise juga di malam itu ternyata Mas Aqua memberikan hadiah bagi yang lahir di bulan September dan dirayakan bersama-sama. Salah satunya anak kedua saya Tsany Raihan yang berulang tahun tanggal 17 September.

Agenda wisata di Bali hari ketiga atau hari terakhir adalah Garuda Wisnu Kencana, Pura Tanah Lot dan Pantai Kuta.  Alhamdulillah ini merupakan wisata keluarga yang sangat berkesan dan tidak akan terlupakan. Semua berkat kebaikan dan kemurahan hati Mas Aqua beserta keluarganya. 

nyonya-erwan5.jpg

Dalam Wisata Keluarga ini, kami juga semakin mengenal saudara kandung Mas Aqua yang ikut membersamai wisata kami di Bali. Yaitu Mas Ikhsyat Syukur dan istrinya Mbak Dini Savitri serta putrinya Mbak Fabia. Yang ternyata Mbak Dini itu kakak tingkatnya mas Erwan di Fisipol UGM dan sudah kenal baik dari sejak kuliah dulu sehingga menambah keakraban suasana wisata silaturahim kali ini.

Melalui tulisan ini, tak lupa juga kami haturkan terima kasih kepada bapak driver bus Korem, Pak Wayan, yang handal dan gesit, bisa mengimbangi Pak "Vorijder" Subiyono yang beratraksi sangat cantik di jalanan. Terima kasih juga kepada para donatur baik dari BUMN maupun Angkatan yang telah mendukung suksesnya acara wisata keluarga panitia Reuni Cowas JP IX dan ulang tahun Cowas JP yang ke-3. 

Semoga Allah Subhanahu Wata'ala membalas semua kebaikan dan ketulusan dari Mas Aqua Dwipayana dan keluarga serta para pendukung wisata keluarga di Bali ini dengan pahala yang berlipat ganda. Berkah barokah untuk semuanya.

nyonya-erwan6.jpg

Alhamdulillah, meski harus berangkat dalam dua rombongan, keluarga saya komplit bisa ikut bergabung dalam acara di Bali ini. Sehingga kami, terutama anak-anak, bisa mendapatkan ilmu kehidupan yang sangat luar biasa. Mereka bisa belajar langsung tentang syukur dan ikhlas tanpa pamrih dalam menebar kebaikan. Serta harus amanah, totalitas, dan komitmen yang kuat apabila diberikan tugas oleh siapapun.

Terima kasih Ya Allah. Semoga jalinan silaturahim ini semakin memperkuat dan memperkokoh ukhuwah kita. Keluarga besar CowasJP. Aamiin. (*)

Penulis adalah Dyah Arba'atun​, Istri dari seorang wartawan Senior Erwan Widyarto yang tinggal di Yogyakarta.

Pewarta :
Editor : Erwan Widyarto
Sumber :

Komentar Anda