Dokter THT Gelar Bersih-bersih Telinga

Para dokter spesialis sedang memeriksa pendengaran anak-anak dan bayi di Kuta, Lombok Tengah, Minggu pagi kemarin. (Foto: M Nasaruddin Ismail)

COWASJP.COM – Meski bersih-bersih telinga masalah sepele, ternyata banyak orang tua yang  kurang peduli dengan kebersihan telinga putra-putrinya. 

Buktinya, dari 500 lebih anak-anak yang datang pada acara bersih-bersih telinga dalam Hari Pendengaran Nasional, di Puskesmas Kuta, Lombok, Minggu kemarin, 9 September 2018, sebagian besar telinganya tidak bersih. 

Banyak kotoran telinga yang dikeluarkan oleh dokter spesialis THTKL yang berasal dari Jakarta,  Semarang,  Jogja, Solo, Surabaya dan dari NTB itu. 

dokter-gigi5.jpg

Tak tanggung-tanggung. Ada yang sebesar biji kedelai. Akibatnya, begitu kotoran telinganya dikeluarkan,  pendengarannya pun terasa plong alias terang. 

Bocah yang telinganya kotor itu pun nampak bingung. Sebab,  selama ini, kalau diajak bicara dengan dia harus dengan suara yang sedikit keras. "Gimana tidak budek, telinganya kotor seperti itu," kata Laksma (Pur) dr Sulantari Sp THTKL,  pensiunan kepala RS TNI Angkatan Laut Dr Ramelan, Surabaya yang membersihkan telinganya. 

dokter-gigi4.jpg

Pasien yang datang pada acara tersebut,  tidak saja dari Lombok. Bahkan dari Bima pun ada. Sebab,  di RSUD Bima,  tidak ada dokter spesialis THTKL.  Yang ada hanya di Sumbawa. Itu pun hanya satu orang. "Di Pulau Sumbawa hanya ada satu dokter spesialis THT, " kata dr Diah, Sp THTKL,  yang merupakan satu-satunya dokter spesialis di sana yang ikut dalam kegiatan tersebut kemarin. 

Selain dibersihkan telinganya,  anak-anak yang hadir diberi sebuah tas berisi satu bola lampu listrik, satu buku, pensil,  penggaris,  karet dan bolpoin. Semuanya sumbangan Rotary Club Surabaya,  yang juga ikut membantu dalam kegiatan tersebut. 

dokter-gigi3.jpg

Pada kesempatan itu, Perhimpunan Dokter Spesialis Telinga Hidung Tenggorok Bedah Kepala dan Leher Indonesia, mencanangkan NTB Bangkit,  yang ditandai dengan penyerahan bantuan secara simbolis berupa bola lampu dan alat tulis itu. 

Untuk menghibur anak-anak,  dokter spesilis THT ini,  mengajak bernyanyi dan berjoget bersama. 

dokter-gigi2.jpg

Dokter Sulantari, purnawirawan anggota Kowal TNI AL bintang satu itu,  juga tak mau ketinggalan. 

Dia naik panggung untuk berjoget bersama bocah-bocah siswa SD itu. "Ayo kita joget," ajaknya yang membuat bocah-bocah ingusan itu semangat. (*)

dokter-gigi1.jpg

ROTARY.jpgBingkisan dari Rotary Club Surabaya untuk Lombok.

Pewarta : Nasaruddin Ismail
Editor : Slamet Oerip Prihadi
Sumber :

Komentar Anda