Wisata Keluarga Panitia Reuni IX CoWasJP di Bali (10)

Rupiahku Tak Laku di Bali

Adib Lazwar Irkhami bersama keluarga di Bali. (Foto-Foto: CoWasJP)

COWASJP.COM – Uang di dompet tak pernah keluar dari sarangnya. Lembaran-lembaran rupiah seolah tidak laku selama kami sekeluarga liburan di Bali. Bukan karena rupiah melemah seiring menguatnya dolar yang sempat menyentuh angka Rp 15 ribu. Tapi karena rupiahku “dipaksa” tetap ada di tempatnya, di saku celana belakang.

Yang menjadikan rupiahku “ora payu” selama tiga hari di Pulau Dewata, adalah pakar komunikasi dan motivator nasional Dr Aqua Dwipayana. Mas Aqua dan keluarganya ini yang mengundang sekaligus menjadi tuan rumah selama para panitia reuni IX dan ulang tahun III Konco Lawas Jawa Pos (CoWasJP) di Jogjakarta 11-12 Agustus 2018 lalu, berlibur ke Bali.

BACA JUGA: Doa Terjawab di Courtyard Marriott

Tiga orang panitia reuni alumni Jawa Pos di Desa Wisata Pentingsari (Dewi Peri), Umbulharjo Cangkringan, Sleman, itu memang diajak dan diundang khusus oleh Mas Aqua untuk berlibur ke Bali. Ini sebagai bentuk apresiasi mantan wartawan Suara Indonesia dan Jawa Pos itu kepada panitia reuni Jogja, karena acara yang dihadiri sekitar 130 orang dan datang dari berbagai kota di Indonesia ini dinilai sukses.

adibnyar.jpg

Saya berangkat dengan “kekuatan” penuh lima anggota keluarga: saya, istri dan tiga anak saya. Demikian pula Ketua Panitia Reuni Erwan Widyarto (Pak Erwan) yang sama dengan saya, berlima dengan istri dan tiga puteranya. Hanya Akhmad Ikhwanudin (Pak Iwa) yang bertiga dengan dua anaknya, sementara sang istri tidak bisa ikut karena ada tugas kampusnya. 

“Delegasi” dari Jogja belakangan bertambah dengan bergabungnya Sumarti (Mak Ti), asisten rumah tangga (ART) di rumah Mas Aqua di Perumahan Sawitsari, Depok, Sleman. Mak Ti inilah yang “mengantarkan” Fuad Ariyanto (Cak Fu) sebagai juara pertama lomba penulisan seputar reuni IX CowasJP ke Bali, untuk menerima hadiah dan jalan-jalan bersama panitia reuni beserta keluarganya.

BACA JUGA: Tidak Ada Macet di Bali

Rupiahku seolah menjadi tidak laku di Bali karena praktis selama di Bali (31 Agustus-2 September), mulai transportasi, akomodasi, termasuk oleh-oleh berikut souvenir telah ditanggung dan disediakan Mas Aqua berikut dukungan sejumlah koleganya. Doktor lulusan Universitas Padjajaran (Unpad) Bandung ini benar-benar total dalam menjamu tamunya. Bersama putera keduanya Savero Karamiveta (Ero) dan istri Mbak Retno Setiasih,  Mas Aqua seperti sedang menjadi EO untuk kami-kami ini.

Berangkat dengan pesawat Nam Air dari Bandara Adisutjipto, rombongan dari Jogja pun menempati deretan kursi nomor 3 dan 4 yang memang sudah diblok oleh Mas Aqua. Tiba di Bandar I Gusti Ngurah Rai setelah mengudara sekitar 70 menit, kami dijemput di ruang kedatangan oleh Mas Aqua, Ero, Mas Ikhsyat Syukur (kakak kandung Mas Aqua)  dan istri (Mbak Dini Rahim) beserta putrinya (Fabia).

narko.jpgDari kiri: Ny Anisah (istri Cak Fu, Cak Fu, Mas Sunarko (Pemred Tribun Bali yang menjadi tour guide selama di Bali), Mas Nurcholis MA Basyari (ketua dewan juri lomba penulisan reuni Jogja).

Juga ada Cak Fu dan istri (Ny Anisah), Mas Sunarko (Pemred Tribun Bali yang menjadi tour guide selama di Bali), Mas Nurcholis MA Basyari (ketua dewan juri lomba penulisan reuni Jogja) Mas Darmadi dan staf dari Korem 163/Wira Satya.  Barang-barang bawaan kami pun diangkut dengan truk, sementara kami naik bus Korem.

BACA JUGA: Karya Kecil Berhadiah Heboh

Kami pun dibuat kaget karena di depan ternyata ada vorijder yang mengawal dari pihak kepolisian. Jadi betul-betul istimewa, karena vorijdernya polisi, sementara bus yang dikawal dari Angkatan Darat (AD), meski penumpangnya orang-orang sipil. Satu mobil di belakang ternyata berplat dari Angkatan Laut (AL). Nyaris komplet empat matra…hehe..

Karena memakai pengawalan lengkap dengan sirenenya, maka perjalanan kami dari bandara pun menjadi lancar. Pemandangan dari dalam bus melihat kegesitan Pak Subiyono yang mengendarai moge vorijder membelah jalanan yang padat, menjadi hiburan tersendiri, terutama anak-anak. Celotehan menirukan aksi viral seorang polisi pun terlontar. “Masuk Pak Eko” . Semua tertawa, semua gembira.

adibnyar2.jpgLaskar CowasJP Junior.

Di Bali, kami menginap di Wisma Bahari di daerah Semawang, Sanur. Bergabung pula Mayor Muhadjir (rombongan umrah POS I) berikut istri dan anaknya. Sehingga dalam  berwisata menikmati keindahan Pulau Bali, rombongan keseluruhan menjadi sekitar 30 orang. Semua pun terlayani dengan baik. Sejumlah restoran dan rumah makan enak menjadi singgahan kami selama di sana. Misalnya

Be Sanur, RM As Shidiq  dengan menu utama ayam taliwang di Bedugul, RM Ayam Betutu di depan pusat oleh-oleh Krisna, RM Arowana milik pengusaha dan tokoh pers di Bali ABG Narada, dan makan malam di Courtyard Marriot Hotel di Seminyak, Bali.

Kejutan demi Kejutan 

Selain dilayani secara total oleh sang tuan rumah,  kejutan demi kejutan terus kami rasakan selama di Bali. Tas berisi souvenir yang diberikan pun tidak untuk per keluarga, tapi per kepala. Jumlahnya benar-benar banyak. Mulai kaos, topi, payung, jam dinding, handuk, power bank, berikut oleh-olehnya yang menjadikan anak-anak saya “repot” saat membawanya. “Wah, bisa buka kios nih,” ujar Muhammad Rifky Gibran Irkhami (Gibran), anak saya nomor dua saat mengomentari  saking banyaknya barang-barang yang kami terima.

adibnyar3.jpg

Saat acara makan malam di Courtyard Marriot Hotel atas undangan teman akrab Mas Aqua, Ventje Suardana, Mas Aqua pun membuat sejumlah kejutan. Misalnya ia memberikan hadiah tambahan  untuk Cak Fu berupa umrah. Ia akan diikutkan bersama 49 orang lainnya pada tahun 2019 dalam umrah POS (The Power of Silaturahim) III. Dari program ini, sudah ada dua peserta umrah yakni Ny Diyah (istri almarhum Redaktur Olahraga Jawa Pos Kholili Indro), Ny Herman Rivai, dan Pak Yanto (driver BRI yang sering melayani Mas Aqua). Cak Fu sendiri dalam lomba penulisan reuni Jogja mendapatkan hadiah uang tunai Rp 3 juta. Tapi ia kemudian membagikan sebagian rezekinya, Rp 500 ribu untuk Mak Ti dan Rp 1 juta untuk CowasJP.

Kejutan lainnya, saat di tengah acara, tiba-tiba muncul beberapa petugas hotel dan pemusik membawa roti dan menyanyikan lagu “Selamat Ulang Tahun”. Ternyata itu ditujukan kepada peserta yang berulang tahun di bulan September. Ada dua yang ultah di bulan itu, yakni anak pertama saya, Sylvia Ayu Aulia (Via) di tanggal 12 September dan putera kedua Pak Erwan (Tsany) yang ultah lima hari kemudian. Kedua CowasJP Junior ini kaget sekaligus senang, apalagi Mas Aqua kemudian memberikan bonus uang masing-masing Rp Rp 500 ribu.

adibnyar1.jpgKejutan kue tart ulang tahun.

“Alhamdulillah, senang dan nggak menyangka akan dapat rezeki dari Om Aqua malam ini,” ujar Via yang diamini Tsany. Rezeki dari buah silaturahim ini pun belum berhenti. Mas Aqua memberikan aneka doorprize lewat undian kepada peserta. Dan kebetulan, Via dapat “tiket” bermalam di Courtyard Marriot Hotel, Seminyak, Bali. Sementara  yang lain ada yang dapat tiket pesawat Jogja-Jakarta, Jogja-Surabaya, tas sekolah, dan lain-lain.

Kejutan lain, lima “pengawal” dari kepolisian dan TNI selama rombongan wisata keluarga di Bali juga mendapatkan rezeki. Mereka diundang bersama isteri masing-masing. Selama di Jogja, seluruh transportasi, akomodasi plus uang saku, Mas Aqua siapkan. “Terima kasih Pak Aqua, kami terharu dan senang atas undangan ke Jogja ini,” ujar Pak Subiyono (vorijder) yang diamini Pak Wayan (driver bus Korem). 

Mereka bahagia, kami pun bahagia. Terutama anak ragil saya, Muhammad Khadafi Irkhami (Dafi), yang akhirnya bisa menikmati keindahan Pulau Bali. Ia pun tak lagi bermimpi bisa berwisata ke Bali dengan ayah, ibu dan kedua kakaknya. Ia benar-benar sudah ke Bali untuk menjemput dan merealisasikan mimpinya itu.  Alhamdulillah. Terimas kasih Mas Aqua dan keluarga. Inilah dahsyatnya tali silaturahim. **

Penulis adalah: Adib Lazwar Irkhami, Cowaser, tinggal di Jogja.

Pewarta : Adib Lazwar Irkhami
Editor : Slamet Oerip Prihadi
Sumber :

Komentar Anda