Wisata Keluarga Panitia Reuni IX Cowas di Bali (8)

Tidak Ada Macet di Bali

SIAP BERANGKAT: iwa dan kedua anaknya, Vattaya dan Haznan berada di dekat bus Korem 163/Wira Satya yang membawa kami menuju objek-objek wisata andalan Bali.

COWASJP.COM – Tamasya kami, sebagai simbolisasi pembubaran Panitia HUT III CowasJP dan Reuni IX CowasJP Jogja ke Bali pada Jumat-Minggu (31/8/2018-2/9/2018) sungguh istimewa. Pengalaman saya, anak perempuan saya Vattaya Zahra, dan anak lelaki saya Haznan Aqilla (sayang, istri saya, Yeni Rosilawati tidak bisa ikut karena ada kesibukan di UMY) piknik ke Pulau Dewata kali ini sangat berbeda. 

ika7.jpgSEDULUR: iwa bersama Mas Tofan Mahdi dan Cak Fuad Ariyanto sebelum berangkat menuju objek wisata di Bali.

Coba saya beri ilustrasi. Sebelumnya, jika kami ke Bali sekeluarga, pasti akan diributkan dan disibukkan dengan ‘’itinerary’’ (rencana perjalanan) yang berderet-deret. Menentukan objek wisata mana yang akan kami kunjungi. Termasuk memikirkan jam berapa berangkatnya, agar tidak terjebak macet.

BACA JUGA: Karya Kecil Berhadiah Heboh

Maklum, Denpasar merupakan kota yang ‘’traffic jam’’-nya sudah keterlaluan. Maka jika akan piknik ke Bali harus pintar-pintar memilih waktu dan harus memerhitungkan kemungkinan kemacetan jalan.

ika5.jpgKOMPAK: Keluarga besar CowasJP berfoto bersama di GWK Bali.

Kemacetan di Denpasar, bakal membuat ‘’itinerary’’ yang sudah disusun berderet-deret tersebut berantakan. Tidak bisa mencapai lokasi wisata tepat waktu. Sehingga tidak bisa mendatangi objek wisata sesuai ‘’itinerary’’ yang sudah tersusun rapi.

Nah, tamasya keluarga saya, keluarga Pak Erwan Widyarto, dan keluarga Pak Adib Lazwar Irkhami atas sponsor penuh motivator bertarif dua jam Rp 60 juta, Pak Aqua Dwipayana ke Bali kali ini sungguh mengubah pandangan saya tentang Bali yang macet. Bagaimana tidak, bus Korem 163/Wira Satya yang kami tumpangi dan dikemudikan Kopral Kepala Wayan Sulastra mampu menembus kemacetan lalu lintas di Bali. Iya, bener, Anda tidak salah baca, bus kami mampu menembus kemacetan Bali.

ika1.jpgTINGGI: iwa ikhwanudin dan kedua anaknya, Haznan dan Vattaya saat ada di Danau Kembar Bali.

Kemampuan menembus kemacetan tersebut tidak lepas dari peran ‘’voorijder’’ personel Polda Bali yang mengendarai motor gede berkapasitas 900 cc. Sang polisi tersebut, Ajun Inspektur Polisi Satu (Aiptu) Subiyono. Dia dengan gesitnya membuka lalu lintas yang macet di depan bus kami. Kendaraan di depan kami otomatis minggir ke kiri dan ke kanan, memersilakan bus kami lewat di tengah.

Berkat kedekatan Pak Aqua Dwipayana dengan petinggi TNI dan Polri, serta kerendahhatiannya dengan menggratiskan motivasi yang digelar institusi TNI/Polri, menyebabkan hal yang tidak mungkin menjadi mungkin. ‘’Impossible is possible’’.

ika2.jpgBERCENGKERAMA: Haznan Aqilla dan Vattaya Zahra saat berada di rumah makan Ayam Taliwang di kawasan Bedugul Bali.

Kapolda Bali Irjen Pol Dr Petrus Reinhard Golose dan Komandan Korem 163/Wira Satya Denpasar Kolonel Arh Suharyadi, menugaskan Pak Wayan dan Pak Subiyono mengawal kami, yang dianggap sebagai saudaranya Pak Aqua Dwipayana, para sipil yang naik bus TNI dikawal motor gede ‘’voorijder’’ Polda Bali. Luar biasa. Wujud nyata dari The Power of Silaturahim (buku best seller karya Pak Aqua Dwipayana).

ika3.jpgBAHAGIA: Mas Erwan Widyarto menyerahkan doorprize tiket pesawat gratis Sriwijaya Air (Jogja-Jakarta PP) kepada Haznan Aqilla.

Sungguh tamasya kami ke Bali bersama keluarga besar CowasJP kali ini tidak akan mungkin saya lupakan. Kami bertiga sampai di rumah, tepatnya di Gang Pangkur, Jalan Kaliurang KM 5, Jogja, disambut Yeni. Setelah mendengarkan cerita saya, Yeni pun bilang, ‘’Kapan aku bisa merasakan piknik di Bali yang istimewa seperti itu?’’ ujar Yeni. ‘’Semoga masih ada lagi kesempatan yang sama di lain waktu,’’ hibur saya. (*)

ika8.jpgLEZAT: Kopral Kepala Wayan Sulastra (paling kiri) saat makan siang bersama di rumah makan sop ikan Be Sanur Denpasar. Pak Wayan ini yang menjadi driver kami selama di Bali.

ika6cb03d.jpgSENANG: Dari kiri, Vattaya Zahra, Iwa Ikhwanudin, Justin Maurits Herman, dan Haznan Aqilla saat berada di Kompleks Wisata Garuda Wisnu Kencana (GWK) Bali.

Pewarta : akhmad 'iwa' ikhwanudin
Editor : Slamet Oerip Prihadi
Sumber :

Komentar Anda