Wisata Keluarga Panitia Reuni IX CowasJP di Bali (6)

Mak Ti dengan Jins Baru dan Sepatu Kanvas

COWASJP.COMHari itu, Jumat 31 Agustus 2018. Sekitar pukul 08.00 Wita, bro Aqua Dwipayana, putranya, Savero Karamiveta Dwipayana, dan drivers dari Korem 163/Wira Satya Wayan Sulastra dan dari Lanal Bali Ahmad W sudah berada di Bandara Ngurah Rai, Denpasar. Ada juga kakak motivator kondang itu, Ikhsyat Syukur, istri Dini Rahim dan anaknya Fabia, serta saya dan istri Anisah.

Pagi itu kami menjemput rombongan besar dari Jogjakarta. Mereka adalah pantia Reuni IX Cowas di Jogja. Erwan Widyarto beserta istri dan dua putranya, dua putra lainnya menyusul. Adib Lazwar Irchami, istri, dan tiga anaknya, serta Ikhwanuddin dengan dua anaknya. Selain itu, ada Mak Ti, subyek tulisan yang mengantar saya menikmati kemewahan di Courtyard Marriott Hotel, Seminyak, Bali.

BACA JUGA: Seorang Driver Belajar Ikhlas​

Mak Ti yang biasa mengenakan kaus oblong —dan hampir selalu kemringet-- di Sawit Sari --rumah bro Aqua--  kali ini memakai kebaya biru, berjilbab, dikombinasi jins yang tampak masih baru, dan sepatu kanvas biru.

BACA JUGA: Membeli Kebahagiaan

Ketika rombongan Jogja keluar bandara, kehebohan pun terjadi. Kami yang baru bertemu di Jogja, tak menyangka bisa bertemu lagi dalam waktu singkat. Istri saya yang sudah kenal Erwan dan istri saling bertanya kabar keluarga. Berkenalan dengan Adib, istri, dan anaknya, Ikhwanuddin, juga dengan Mak Ti.

 Saya menyalami Mak Ti. "Pak, gara-gara tulisan njenengan saya ke Bali. Alhamdulillah, bisa untuk cerita ke anak-cucu," katanya.

makti1.jpgPenulis (kiri) saat berbagi dengan Mak Ti

BACA JUGA: 7 Hal "Istimewa" di Acara Wisata Keluarga Panitia Reuni IX CowasJP​

Mak Ti baru kali itu ke Bali. Ketika diberitahu juragannya, bro Aqua, sehari sebelum berangkat, Mak Ti hampir tak percaya. Dia baru berkemas ketika diyakinkan bahwa juragannya tidak bercanda. Padahal, mimpi ke Bali saja dia tidak pernah.

Sebelum rombongan dari Jogja itu keluar, lebih dulu hadir Nurcholis MA. Basyari, pakar jurnalis yang juga ketua Dewan Juri lomba karya tulis Reuni IX Cowas. Dia terbang dari Jakarta. Kemudian menyusul bergabung Sunarko, Pimred Tribun Bali, yang menjadi tour guide rombongan selama di Pulau Dewata itu.

Saya baru kali pertama bertemu dengan Ustad Nurcholis dan Mas Narko, yang asli Sidoarjo. Tapi, rasanya kami sudah lama kenal, tidak canggung dan langsung akrab. Mungkin Nurcholis yang mempelajari ilmu gesture itu merasa sudah mengenal saya ketika membaca karya kecil saya. Demikian juga Mas Narko.

narko1.jpgUstad Sunarko 

Dari bandara, rombongan langsung menuju tempat-tempat wisata. Sementara bagasi sudah diangkut dengan truk tentara menuju penginapan. Truk, bus untuk rombongan serta Toyota Rush disiapkan Danrem 163/ Wira Satya, Kol Arh Suharyadi. Selain itu ada Toyota Innova dari Lanal Bali.

BACA JUGA: Sempat Dihinggapi Pikiran Monyet​

Hari itu sekitar 25 orang mengikuti tur. Sebagian peserta belum bergabung antara lain, Tofan Mahdi, Vice president of communication Astra Agro Lestari, mbak Retno Setiasih, istri bro Aqua, istri dan anak Mas Darmadi, juga Mas Muhajir yang tinggal di Denpasar.

BALI5.jpg

Ada rasa syukur mekar di hati sebagian besar anggota rombongan. Yang sebelumnya tidak saling kenal, kini punya teman baru, menjalin persahabatan, akrab, kemudian terajut bagai saudara. Tak ada satu pun wajah suntuk menggelayut, atau muka masam cemberut karena masygul. 

"Suasana kondusif, tenang, dan damai seperti ini harus kita jaga. Tak perlu kita bertentangan pada hal-hal yang tak penting," kata Tofan yang begabung keesokan harinya. Kebersamaan yang tak sering kita dapatkan itu memang terasa nikmat sekali. Alhamdulillah.

BACA JUGA: Terbang ke Bali, Ketemu Tokoh Pemegang SJ Travel Pass

Kondisi itu juga didukung sikap mbak Retno yang sama sekali tidak mengambil jarak dengan anggota rombongan. Dia bahkan larut seperti suami dan anaknya, ikut melayani, mengantar makanan, membelikan roti untuk rombongan.

fuad8.jpgDari kiri: Mbak Retno, Ero, dan Aqua.

Wisata tersebut semula direncanakan mengunjungi tempat-tempat non-mainstream. "Tapi, ternyata sebagian ada yang belum pernah ke Bali. Jadi terpaksa kita mainstream juga," kata Mas Narko.

Jalan-jalan tersebut dilakukan mulai Jumat sampai Minggu. Antara lain ke museum Bajra Sandi (museum perjuangan rakyat Bali) dan Ulun Danu Beratan di Bedugul, spot apik untuk foto maupun selfie. Tak kurang dari Ustad Nurcholis, ketua rombongan jamaah umroh the Power of Silaturrahim (POS), tergoda untuk mejeng di sana. Demikian juga bro Aqua, mbak Retno, dan Ero.

Makan Enak Tidur Nyenyak

Salah satu ciri khas tur yang dipakarsai bro Aqua adalah selalu dikaitkan dengan silaturahim. Di Bali ini silaturahim dibungkus dengan acara makan siang. Siang ini (Jumat siang) kita diundang Pimpinan Wilayah BRI Denpasar Bapak Dedi Sunardi untuk makan siang di resto Be Sanur. "Kita berterima kasih sekali pada Bapak Dedi," kata Aqua di dalam bus.

Fuad.jpgWapimwil BRI Denpasar. Paling Kiri, Yoyok Mulawarman, Heru Priyono, dan Hery Santoso (paling kanan). Aqua Dwipayana (dua dari kanan)

Be Sanur rumah makan spesialis sup ikan. Tiap orang mendapatkan satu paket berisi satu mangkuk besar sup kepala ikan, ikan goreng segede bakiak, dan nasi putih. Emak-emak umumnya cukup makan ikannya, sudah cukup kenyang. Sementara bapak-bapak ada yang tambah nasi putih.

Untuk menemani rombongan, Dedi Sunardi mengutus wakil pimpinannya. Mereka, Yoyok Mulawarman, Huru Priyono, dan Hery Santosa. Ketiga pimpinan tersebut dengan ramah menyambut rombongan, menemani bicara sampai makan siang selesai.

Ketika keluar dari Be Sanur, sudah menunggu satu Avanza hitam. Dua Polwan memindahkan kotak-kotak ke mobil Rush yang dibawa Kopka Gaspar.  "Itu adalah souvenir dari Kapolda Bali, Irjen Pol Petrus Golose. Patwal yang gesit itu juga disiapkan Kapolda," kata Aqua.

Tur ini bisa disebut makan enak tidur nyenyak. Untuk makan hampir selalu di restoran besar. Makan malam Jumat itu misalnya, di rumah makan Arowana, milik ABG Satria Narada, yang juga tokoh pers dan pemilik Bali Post Group.

Pemded Bali Post Dira Arsana menyebut rumah makan tersebut sebagai rumah inspirasi Bali Post. "Selain sebagai media informasi," kata Arsana, Bali Post juga berperan sebagai penjaga Bali. Mereka siap berdiskusi dengan siapa saja untuk keutuhan NKRI.

Selain mengundang makan malam, Narada juga menyiapkan sarapan pagi untuk rombongan pada Sabtu dan Minggu.

Hari berikutnya, seusai menikmati pemandangan Twin Lake Bedugul, makan siang dilakukan di RM As-Shidiq, Bedugul yang menyanjikan ayam Taliwang. Kali ini atas undangan Regional CEO Bank Mandiri Kanwil XI Bali-Nusra,  Rully Setiawan.

Assistant Vice President I Dewa Alit Rai Dwi Putra rela mengorbankan hari liburnya untuk menemani rombongan. "Sudah biasa Pak. Toh kami bisa mengajak anak istri kesini," kata pria 36 tahun itu

fuad2.jpgI Dewa Alit Rai Dwi Putra.

Dewa ditemani Eka Yoga Ramadhan, assistant manager dan Nyoman Darmayasa Sangging, Bussiness Development.

Malamnya merupakan acara puncak pemberian hadiah sekaligus makan malam di Courtyard Marriott Hotel, Seminyak, Bali milik Bapak Ventje Suardana yang merupakan teman akrab bro Aqua.

Setelah jalan-jalan yang cukup melelahkan tapi menyenangkan, rombongan bisa tidur nyenyak sambil tersenyum. Apalagi, saya dan istri bisa menikmati empuknya kasur Courtyard Marriott..hehe…

Rombongan menginap di Wisma Bahari, Sanur. Penginapan tersebut, plus Kijang Innova disiapkan Danlanal Bali, Kolonel Laut (P) Henricus Paska. (bersambung)

Pewarta : Fuad Ariyanto
Editor : Slamet Oerip Prihadi
Sumber :

Komentar Anda