Bangga Menjadi Indonesia

Pesta kembang api menyemarakkan Upacara Penutupan Asian Games ke-18 Tahun 2018 di Stadion Utama Gelora Bung Karno, Senayan, Jakarta, Minggu (2/9). ANTARA FOTO/INASGOC/M Agung Rajasa/wsj/18.

COWASJP.COM –  Meski tidak berkesempatan menyaksikan langsung upacara pembukaan maupun penutupan Asian Games 2018 di Jakarta dan Palembang, juga tak satu pertandingan pun yang saya saksikan langsung di lapangan, namun saya semakin bangga menjadi rakyat Indonesia.

Asian Games  menjadi momentum untuk menunjukkan kebangkitan bangsa ini menjadi sejajar dengan bangsa-bangsa lain yang lebih maju. Indonesia bukan lagi developing countries, bukan lagi Negara Dunia Ketiga, tapi sudah berada di pintu gerbang kelompok negara-negara maju (developed countries).

Apakah kita akan segera masuk dalam kelompok negara-negara maju tersebut,  tertahan di depan pintu gerbang, atau kembali mundur ke belakang?

Jawabannya ada di tangan kita. Tidak perlu melakukan hal yang muluk-muluk untuk ikut membantu bangsa ini sejajar secara ekonomi, sosial, dan peradaban dengan Amerika Serikat, Republik Rakyat Tiongkok, Singapura, Kanada, Australia, pun negara-negara Skandinavia.

Cukup bekerja dengan baik dan profesional sesuai bidang masing-masing. Yang menjadi pemimpin publik dan PNS benar-benar menjadi civil servant yang melayani rakyatnya dengan jujur dan tulus, penegak hukum harus tegas dan adil dan selalu berpijak pada prinsip equality before the law, yang bekerja di swasta tetap fokus berkontribusi bagi kemajuan perusahaan tempatnya bekerja.

Saya sendiri yang bekerja di industri kelapa sawit, bersama teman-teman di asosiasi dan para petani, akan berusaha memberikan kontribusi terbaik sekecil apapun itu. Jika di Asian Games menjadi yang terbaik ke-4, pada sektor kelapa sawit Indonesia sudah menjadi nomor satu sebagai produsen minyak sawit terbesar dunia.

Tentu saja posisi ini harus kita pertahankan sehingga minyak sawit tetap memegang pangsa terbesar dalam pasar minyak nabati dunia. Setelah sukses dalam diplomasi sawit di Amerika Serikat, Uni Eropa, Vatikan, pun Rusia, pekan ini Tim Delegasi dan Diplomasi Sawit RI akan bertolak ke Karachi. Misinya  memastikan bahwa Pakistan akan tetap menjadi salah satu pasar ekspor terbesar minyak sawit Indonesia setelah India, Tiongkok, dan Uni Eropa. Salam sukses barokah buat teman-teman semua. (*)

Pewarta : Tofan Mahdi
Editor : Slamet Oerip Prihadi
Sumber :

Komentar Anda